LENTERA

LENTERA
part 3


__ADS_3

Happy Reading


____


Hari demi hari berganti begitu saja tanpa ada yang berubah dalah kehidupan Varka, sekeras apapun ia mencoba untuk dianggap ada hasilnya tetap Nihil, tak ada perubahan apapun dari kedua orangtuanya dan itu sudah biasa untuknya. Nyatanya ia sudah hidup selama 15 tahun ini dengan Rasa sakit yang terus hadir, Ia ingin mencoba untuk membenci Keluarganya tapi tidak bisa.


"Dek." Panggil Gibran menghampiri Varka yang sedang duduk dihalaman belakang seorang diri


Varka hanya menoleh sekilas tanpa ada niatan menjawab. Ia sangat sayang dengan Kakak nya ini namun disisi lain ia juga kesal karena terus dibandingkan.


"Kamu belum makan?" Tanya Gibran


"Belum"


"Kenapa? Makan dulu nih udah siang tau. Gak baik nunda nunda jam makan, ntar sakit lagi" Ucap gibran sambil menyodorkan sepiring Nasi goreng


Varka menatap Kakanya bingung, apa kakaknya baru saja membawakan makanan untuknya.


"Nih..."


"Kaka bawain aku makan??" Tanya Varka


"Iya, kamu kan belum makan de. Nih cepetan makan ya"


Varka menerima sepiring nasi goreng dari Kakaknya dengan senyuman yang berbinar, ia sangat senang karena setelah sekian lama Kakaknya jarang memperhatikan dirinya.


"Makasih kak"


"Yaudah Kakak kedalem ya, jangan diluar terus kamu"


"Iya."


Gibran melangkahkan kakinya masuk meninggalkan Varka yang kini sedang tersenyum bahagia. Hal inilah yang kadang membuat Varka bingung dengan keluarganya, Mereka terkadang terlihat peduli padanya namun kenyataan yang ia lihat justru mereka benci terhadap dirinya. Saat Varka ingin mencoba untuk membenci mereka tapi ada hal-hal kecil yang membuatnya tidak bisa melakukan hal itu, Karena bagaimanapun juga Ini adalah keluarganya, tempat ia pulang dan Tempat ia tidur. Setidaknya mamah dan papah masih mau menampung dirinya disini itu sudah lebih dari cukup untuk Varka.


Setelah selesai makan Varka langsung masuk dan mencuci piring piring yang kotor, Ya ini adalah salah satu tugas Varka dirumah ini. Papa bilang ia harus bisa hidup mandiri dengan melakukan semua hal sendiri.


Saat ingin mengambil minuk dikulkas Varka melihat sebuah Note disana yang pasti sengaja ditingalkan oleh kedua orang tuanya.


°Kita pergi dulu selama tiga hari, kamu jagain rumah Ya. Kalau laper beli aja makan sendiri°


Varka menghela napas, ia kembali ditinggalkan sendiri dirumah ini. Bahkan ia tidak pernah diajak berlibur, mama dan papa hanya akan membawa ka Gibran saja tanpa mengajaknya. Varka terkadang berpikir apakah dia juga anak dari keluarga ini atau bukan? Kenapa ia tidak pernah sekalipun dianggap apalagi disayang? Sebegitu bencikah mereka pada Varka? Memangnya apa yang telah Varka lakukan hingga mereka memperlakukannya seperti sekarang?


Sudahlah tak ada gunanya juga mempertanyakan hal yang sudah pasti jawabannya.


____


Varka duduk dipinggir jalan setelah kelelahan karena mengayuh sepeda hingga berkeliling komplek perumahan beberapa kali, ia hanya ingin menghilangkan kesedihan dengan cara bersepeda dan menikmati udara segar. Tapi nyatanya ia malah kelelahan ditengah jalan seperti ini, belum lagi jarak kerumahnya masih jauh.


"Hah... Menyebalkan, kenapa malah cape sih? Lemah banget" gerutu Varka


Ia menyandarkan tubuhnya dipohon lalu memejamkan matanya,


"Ini minum dulu"


Varka membuka matanya saat tiba-tiba ada seseorang yang berbicara Padanya, ia menatap lekat wajah perempuan didepannya. Jika tidak salah perempuan yang ada didepannya ini adalah perempuan yang beberapa waktu lalu menghampiri Varka di pantai


"Hai, Kita ketemu lagi" ucap Helsha tersenyum


Varka hanya diam saja, ia tidak tahu harus bagaimana sekarang.


"Ini, Kamu haus kan? Minum dulu" ucap Helsha kembali menyodorkan botol minum miliknya


"Ihh... Ini" ucap Helsha kesal dan langsung memberikannya kepada Varka


"Diminum..." Lanjut Helsha


Varka akhirnya menerima botol air minum itu lalu meminumnya sampai habis, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia memang sedang kehausan sekarang.


"Aku duduk boleh?" Tanya Helsha


Varka hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, rasanya aneh saat ada seseorang yang mengajaknya bicara apalagi peduli padanya.


"Kamu tinggal di kompleks ini juga?" Tanya Helsha lagi


Lagi-lagi Varka hanya menganggukkan kepala

__ADS_1


"Kenalin namaku Helsha Anatasya" ucap Helsha mengulurkan tangannya sambil tersenyum


Varka menoleh menatap Helsha yang kini tersenyum padanya, Manis sekali pikir Varka. Untuk pertama kalinya dalam hidup Varka ada seseorang yang mengajaknya berkenalan


"Varka.." ucap Varka sambil menerima uluran tangan Helsha


Akhirnya Helsha bisa berkenalan dengan laki-laki yang selama ini ia perhatikan, cukup sulit ternyata ya


"Nama kamu bagus" ucapnya


"Makasih"


"Kamu lagi sedih ya.?


Varka terdiam saat mendengar pertanyaan gadis disampingnya, tiba-tiba saja jantung nya berdegup kencang. Rasanya baru kali ini ada seseorang yang bertanya bagaimana keadaannya


Varka berani bersumpah demi apapun, selama ini tidak ada yang pernah bertanya bagaimana keadaannya. Bahkan papah, mamah dan kak Gibran tidak pernah sekalipun bertanya hal itu


Varka menatap gadis disampingnya dengan raut tak percaya


"Kamu baik-baik aja?" Tanya Helsha kembali


"Kamu menanyakan keadaan Ku?" Tanya Varka


Helsha mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Varka, pertanyaan macam apa itu pikir Helsha. Menyadari tatapan kebingungan Helsha Varka langsung tersenyum dan kembali menatap lurus kedepan


"Aku merasa aneh aja, baru kali ini ada yang bertanya bagaimana keadaan ku" ucap Varka lirih


"Maksudnya?" Tanya Helsha masih tak mengerti


"Tadi kamu nanya aku baik-baik aja atau nggak kan?? Dan baru kali ini aku denger ada orang yang nanyain hal itu ke aku"


"Varka..."


"Terimakasih... Helsha?" Tanya Varka memastikan


"Iya-iya namaku Helsha" ucapnya sambil tersenyum


"Oke, Makasih Helsha"


Helsha terkekeh sambil tersenyum kearah Varka, membuat varka ikut tersenyum


"Aku baik-baik aja, cuma lagi sedih sedikit aja"


Tanpa aba-aba Helsha langsung mencubit gemas pipi Varka, membuat Varka terkejut


"Ihhhh gemess... Hehehe jangan sedih lagi ya aku gak suka liatnya. Kamu harus senyum kayak gini nih" ucap Helsha dengan menunjukkan senyum ciri khas nya


Varka tertawa melihatnya, baru kali ini ia merasa tertawa dengan begitu lepas tanpa ada beban


"Tuh liat, kalau kamu senyum dan ketawa kamu keliatan lebih ganteng" ucap Helsha tersenyum


"Padahal aku gak kenal sama kamu, tapi Terimakasih" ucap Varka


"Tapi sekarang kamu kenal kan sama aku?"


"Iya iya.. aku kenal sama kamu, Helsha kan?"


"Iya Varka..."


Varka yang mendengarnya hanya tersenyum bingung melihat tingkah lucu perempuan dihadapannya.


Entahlah cara berbicara perempuan ini berbeda, membuat Varka tersenyum dan bisa melupakan apa yang tadi membuat nya sedih


Helsha berdiri dan langsung menarik tangan Varka Begitu saja


"Ayo..." Ajak Helsha


"Kemana?" Tanya Varun yang juga ikut berdiri


"Naik sepeda lagi, Daripada duduk terus Disini. Mau kan sepedaan sama aku?" Tanya Helsha


Varka hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan Helsha untuk berkeliling naik sepeda bersama.


"Ini gimana? Maksud nya Kamu dibonceng sama aku?" Tanya Varka

__ADS_1


"Iya lah... Sekalian anterin aku pulang ya" celetuk Helsha


"Wahh... Bisa-bisanya. Lah Terus tadi kamu kesini gimana Caranya? Jalan kaki?"


"Ih tadi itu aku abis pulang dari toko buku sama Kaka aku, terus gak sengaja ngeliat kamu. Yaudah aku turun aja terus nyamperin kamu"


"Kenapa repot-repot nyamperin aku? Kan kita gak kenal?"


"Ih nyebelin... Udah kenal juga, yaudah ayo tanggung jawab anterin aku pulang"


Varka mau tidak mau mengiyakan permintaan Helsha, bagaimanapun juga gadis ini sudah berbaik hati memberinya minum dan rela turun ditengah jalan untuk menghampirinya.


"Ayo..." Ajak Varka


"Aku naiknya dimana?"


"Dibelakang lah masa didepan aku"


"Jutek amat sih... Aku mau didepan aja, kalau dibelakang takut jatoh" celetuk Helsha sembari naik dibagian depan sepeda milik Varka


"Nyusahin..."


"Ihh.. udah dikasih minum juga malah ngatain"


"Kan aku gak nyuruh, lagian aku juga terbiasa sendiri. Siapa suruh repot-repot"


"Ternyata kamu bawel juga ya...ayo jalan" Helsha


Sepanjang perjalanan Helsha terus saja berbicara tanpa henti, menceritakan hal-hal yang bahkan tidak dimengerti oleh Varka. Sesekali Helsha juga meminta berhenti dan mengabadikan momen mereka yang menurut Helsha bersejarah. Walaupun sedikit kesal Namun seulas senyum tipis terukir diwajah Varka, ia merasakan hatinya menghangat saat gadis ini bersamanya, walaupun baru pertama kali bertemu namun Helsha bisa membuat dirinya tersenyum dan banyak bicara.


"Ehhh... Udah udah stop!!" teriak Helsha


Varka langsung mengerem sepedanya sesuai perintah Helsha


"Ini rumah kamu?" Tanya Varka


"Iya, rumah kamu dimana?"


"Deket kok, kita satu kompleks"


"Wahh... Seriusan. Asyik berarti kita bisa main bareng dong" ucap Helsha antusias


"Main bareng?" Tanya Varka sedikit terkejut


"Iya, kita kan sekarang temenan, Varka mau kan jadi temen Helsha?"


Varka tersenyum dan mengangguk. Hari ini ia mendapatkan seorang teman yang begitu baik, ia bisa melihat jika Helsha Begitu tulus Padanya.


"Varka..." Panggil Helsha karena melihat Varka hanya melamun


"Hmm..."


"ngelamunin apa sih?? Denger ya Varka, aku mau temenan sama kamu pokoknya.. ya Aku gak tau masalah kamu apa, apa yang udah kamu alamin sejauh ini. Tapi satu hal yang harus kamu tau mulai dari detik ini, Kalau kamu gak sendirian. Mulai sekarang kamu punya aku disisi kamu Varka, ada aku disini. Jadi jangan sedih sendirian ya? Mau kan mulai sekarang berbagi sama aku"


Varka hanya diam membisu mendengar perkataan Helsha, baru kali ini ada seseorang yang begitu peduli Padanya walaupun belum lama mengenal dirinya.


"Ya aku tau ucapan aku agak sedikit berlebihan tapi aku bersungguh-sungguh loh..." Ucap Helsha


"Tapi kalo kamu gak percaya sih yaudah..." Lanjut Helsha sambil berjalan hendak masuk kedalam rumah


Varka tersenyum kecil, Ia tau bahkan sangat tau jika apa yang dikatakan perempuan itu tulus.


Kenapa ya? Orang yang bahkan gak kita kenal justru lebih bisa mengerti dan memahami perasaan kita, mereka peduli terhadap keadaan kita bahkan tanpa kita minta mereka untuk mengerti.


Varka langsung berteriak memanggil Helsha dan menyuruhnya untuk kembali menghampiri


"Apa?" Ucap Helsha jutek


"Ohh.. jadi begini wajah ngambek dari seorang Helsha?" Tanya Varun sambil menatap wajah Helsha


"Iya, emang kenapa? Terpesona ya??" Celetuk Helsha


Varka kembali diam membisu mendengar jawaban perempuan ini.. bagaimana bisa jawaban nya begitu tak teruduha dan bisa membuat dirinya tersenyum...


Hari ini Semesta sepertinya sedang baik padanya dengan menghadirkan sosok Helsha kedalam hidupnya, semoga saja setelah ini ia bisa lebih banyak tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2