
Selama Deva cuti, Deva menghabiskan waktunya bersama Agni, di Kota Metro ini ia merasa tenang, cukup melupakan kejadian di Kota Bunga beberapa waktu lalu.
Sesuai kesepakatan Deva memperbolehkan Agni untuk melahirkan di Kota Metro, sehingga Agni mengajak Deva untuk membeli beberapa keperluan bayinya nanti.
" Mas.. kita belum beli keperluan apa-apa loh buat lahiran nanti " ucap Agni.
" Ya ampun aku hampir lupa, untung kamu ingetin, maaf ya.. " balas Deva.
" Gak apa-apa Mas " Agni tersenyum.
" Mau kapan ? " tanya Deva.
" Hmm.. Siang ini ? Atau mau sore " jawab Agni.
" Sekarang aja ayo.. "
Agni mengangguk ia bergegas membuka lemari pakaiannya memilih baju untuk pergi kali ini bersama Deva.
Deva pun sama ia hanya mengganti kaos yang ia kenakan, lalu menyemprotkan parfum, mengambil dompet dan kunci mobil yang tergeletak di atas nakas.
Deva melihat istrinya sekilas, Agni masih sibuk dengan baju-bajunya.
" Yang.. Udah ? " tanya Deva.
" Tunggu Mas, bajuku sempit semua " jawab Agni.
" Emang gak ada lagi baju hamil yang kamu bawa ? " tanya Deva.
" Cuma ini yang aku pake Mas, yang lainnya di cuci " jawab Agni.
" Ya udah gak apa-apa pake itu aja, nanti sekalian beli ya " balas Deva.
Agni mengangguk, ia langsung menuju meja rias memoles tipis pipinya, lalu menggunakan lip cream warna nude, agar wajahnya terlihat segar.
Setelah siap Agni dan Deva berjalan keluar kamar, ia pamit kepada Ayah dan Ibu Agni, Ayah baru satu bulan ini menjalani purna tugas, sehingga Ayah Agni selalu ada di rumah sekarang, namun sepertinya jiwa pekerja masih melekat di diri Ayah Agni, ia sedang merencanakan ingin menjalankan bisnis yang sempat tertunda beberapa waktu lalu karena kesibukan nya dalam bekerja.
Ia ingin mengajak Deva untuk membantunya dalam menjalankan bisnis, namun belum jelas Deva bersedia atau tidak karena obrolan mereka baru sebatas Ayah memberitahu jika ia sekarang akan menjalankan bisnis nya yang sempat tertunda.
...****************...
Metropolitan Indah Plaza
Agni dan Deva telah sampai di Plaza dimana Agni akan membeli perlengkapan bayi dan melahirkan nanti, memang perut Agni sudah terlihat seperti ibu hamil kebanyakan,, karena dalam waktu dekat apabila semua lancar Agni akan segera bertemu dengan anaknya.
Agni dan Deva menyusuri koridor-koridor Plaza, saat Agni melewati restoran, ia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah suaminya.
" Mas.. "
" Kenapa ? Mau makan dulu ? " tanya Deva.
Agni hanya mengangguk lalu sedikit menarik suaminya untuk masuk ke dalam restoran.
__ADS_1
Selamat siang.. Untuk berapa orang ? Apakah sudah reservasi sebelumnya ?
Tanya pelayang restoran sesaat setelah Deva dan Agni masuk kedalam restoran.
Agni dan Deva memilih tempat duduk yang dekat dengan kaca, ia ingin melihat keindahan kota metro dari atas gedung Plaza sambil menikmati makan siangnya nanti.
Setelah memesan makanan dan minuman, Agni dan Deva kembali dengan obrolan ringan mereka.
" Kota Metro macet banget ya Yang.. " ucap Deva.
" Hmm.. Gitu deh Mas.. Tapi aku lahir dan besar disini , jadi udah gak aneh sih buat aku, setiap hari dari jaman sekolah dulu aku harus pagi-pagi banget pergi ke sekolah kalo nggak ya bisa telat masuk " Agni bercerita.
" Hmm... " Deva mengangguk.
" Aku yang sempat beberapa bulan disini juga ngerasa, kota ini gak pernah tidur 24 jam nonstop orang berkegiatan, beda di kota bunga kan, disana selepas adzan magrib suasana sudah sepi " susul Deva.
" Iya emang gitu Mas.. Kamu gak betah ya disini ? " tanya Agni.
Deva menggeleng.
" Aku betah kok, karena ada kamu " ucap Deva.
" Aaa.. Mas Deva.. Kenapa bikin hati aku melehoy.. " balas Agni menggoda suaminya.
" Kok kamu jadi lebay gini sih ? " Deva heran.
" Bawaan bayi Mas.. " ucap Agni sedikit menarik tubuhnya, ia berharap Deva pun membalas candaannya namun ternyata diluar dugaan Agni.
Batin Agni.
Disaat yang bersamaan pesanan keduanya tiba.
" Permisi Pak Bu, ini pesanan nya, silakan.. "
" Oya.. Terima kasih.. "
Saat Agni dan Deva akan memulai makan siangnya dari kejauhan Agni melihat sosok laki-laki yang ia kenali, walaupun hanya dari samping Agni sangat mengenalinya.
" Mas.. " panggil Agni.
" Apa ? Kamu liat apa dih ? " tanya Deva.
" Liat deh Mas arah jam 3 " jawab Agni.
Deva pun menuruti apa kata Agni.
" Itu Dokter Andre kan Mas ? " tanya Agni.
" Iya bener itu Andre, sama siapa dia ? " gumam Deva
Ia langsung mengambil ponselnya, mengetik nama Andre pada kontak di ponselnya, tidak lama Deva langsung memencet tombol hijau memanggil Dokter Andre melalui ponselnya.
__ADS_1
Agni hanya memperhatikan tingkah suaminya.
Disaat yang bersamaan Andre terlihat mengangkat ponselnya lalu celingak-celinguk mencari keberadaan Deva sepertinya.
Saat Andre sudah melihat Deva, Deva melambaikan tangannya, Andre langsung menghampiri Deva dan Agni.
" Hai bro Deva.. Lo kesini gak bilang-bilang, dari kapan ? Cuti nih ceritanya ? " tanya Andre.
" Cuti lah.. istirahat... " jawab Deva.
" Hai bidan Agni, wah bumil tambah glowing aja nih.. Sehat-sehat ya.. " ucap Andre.
" Terima kasih dokter Andre " balas Agni.
" Sama siapa lu Ndre.. Curiga gue " ucap Deva.
" Hahaha tar juga lo tau Dev.. "
" Udah lah Dev lu balik lagi aja praktek disini, di tempat lu kejauhan, susah gue kalo mau ada apa-apa sama lu "
" Apa-apa gimana maksud lu Ndre ? " tanya Deva.
" Ya kaya gini, sahabat gue yang bisa gue ajak ngobrol cuma lu kayanya hahaha " jawab Andre.
" Ck.. Bokap gue Ndre, lu tau kan "
" Gue lebih dari tau sih, ayolah.. Agni juga pasti setuju kalo lu pindah praktek kesini .. Iya gak Gni.. "
" Hmm.. uhuk.. I..iya.. " Agni sambil mengunyah makanannya dan hampir tersedak.
" Yang .. Minum-minum dulu.. " Deva menyodorkan gelas kepada Agni.
" Lu Ndre, istri gue lagi makan lu ajak ngobrol "
" Eh sorry.. Sorry ya Gni "
" Gak apa-apa dokter Andre " Agni kembali melanjutkan makannya.
Tidak lama terlihat seorang wanita menghampiri meja Deva.
" Mas Andre, aku cari-cari kamu gak ada meja sih " ucap wanita itu .
Deva dan Andre begitupun Agni menoleh ke arah wanita yang menghampiri Andre.
" Dokter Shintia ? " ucap Deva.
" Eh Dokter Deva " Dokter Shintia sedikit menundukkan kepalanya.
" Jadi lo Ndre... Wah.. Wah... Lama gak ketemu udah bikin kejutan aja nih.. "
Andre yang terlihat salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
💐💐💐