
Deva dan Agni kembali melanjutkan makan siangnya, setelah ngobrol-ngobrol dengan Andre dan Shintia, Deva tidak menyangka ternyata perjuangan Andre untuk mendapatkan hati Shintia berbuah manis Deva teringat saat-saat Andre meminta dirinya untuk menjadi Mak comblang agar Andre bisa dekat Shintia.
Flashback On
" Ayolah Bro .. " ucap Andre sesaat setelah Deva makan siang di ruangannya.
" Apaan sih ? " tanya Deva.
" Itu.. "
" Itu apa ? " tanya Deva lagi pura-pura tidak tahu.
" Shintia lah, pura-pura lagi " jawab Andre.
Deva tertawa kecil.
" Ya usaha lah.. gue comblangin yang ada Shintia naksir gue " balas Deva.
" Sialan !! " Andre bringsut.
Deva hanya tertawa terbahak lalu berlalu meninggalkan Andre yang masih duduk di meja kerjanya.
Flashback off
Setelah menyelesaikan makan siang nya, Deva dan Agni pamit kepada Andre dan Shintia yang masih asik ngobrol tidak jauh dari kursi yang Deva dan Agni tempati. Setelah pamit mereka berdua keluar restoran, melangkahkan kakinya kembali menyusuri koridor-koridor Plaza.
Dari kejauhan terlihat toko yang menyediakan perlengkapan ibu hamil dan bayi.
" Mas kita ke baby shop yang itu dulu ya " ucap Agni.
Deva hanya mengangguk tersenyum.
Tidak lama mereka telah sampai di depan toko, lalu disambut oleh pelayan tokonya.
" Selamat siang Pak, Bu.. Ada yang bisa kami bantu ? " tanya pelayan.
" Saya membutuhkan perlengkapan bayi baru lahir " ucap Agni.
" Sebelah sini Bu, silakan.. Oya untuk bayi perempuan atau laki-laki ? " tanya pelayan itu.
__ADS_1
" Hmm.. Yang netral aja deh Mbak, saya juga belum tahu bayi nya perempuan atau laki-laki " ucap Agni tertawa kecil.
Deva hanya memperhatikan istrinya, lalu ia berbisik.
" Kamu beneran gak mau tahu jenis kelamin anak kita ? Kalau perlu kita usg dulu yuk.. Nanti kita balik lagi kesini " ucap Deva.
" Haah.. Gak perlu lah Mas . Gak apa-apa kita beli yang warna netral aja, iya kan ? " balas Agni.
" Ya udah, terserah kamu " susul Deva.
Pelayan menyodorkan beberapa keperluan yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir kepada Agni sedangkan Deva ia berjalan ke tempat box bayi, stroller, kursi goyang, ia pun dilayani oleh seorang pelayan lagi, Agni hanya melihat sekilas ke arah suaminya.
" Ini netral semua ya Mbak warnanya, saya mau ini, yang ini juga " saat ia mengambil satu baju bayi terusan dengan rok tutu lalu ia menyimpan nya kembali.
" Ini lucu sih, tapi Mama belum tahu kamu itu perempuan atau laki-laki nak " batin Agni.
" Jadi ini saja Bu ? " tanya pelayan.
" Iya baju bayi dulu aja Mbak, tambah topi ya.. Hmm.. Terus... " Agni masih terus mengingat-ingat apa saja yang diperlukan oleh anak nya nanti.
Tidak lama Deva kembali menghampiri istrinya.
" Gimana ? Udah ? " tanya Deva.
" Hmm.. " Deva mengangguk tersenyum.
" Beli aja " ucap Deva.
" Hmm.. Kita kan belum tahu Mas anak kita laki-laki atau perempuan nanti aja deh " Agni kembali menyimpan baju bayi tadi.
" Oya, sekalian beli box bayi nya ? " tanya Deva.
" Hmm.. Boleh Mas, ayo liat dulu " Agni mengajak Deva ke arah box bayi.
Agni dan Deva memilah dan memilih box bayi yang akan mereka beli, warna netral kembali yang menjadi pilihan mereka.
Sekitar 2 jam lebih Agni berada di baby shop itu, tidak terasa ia sudah lama berdiri, duduk lalu berjalan berulang kali, itu membuat kaki Agni sedikit pegal dan perutnya menjadi agak tegang.
Agni lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan, Deva yang melihat wajah Agni seperti tidak biasa nya, lalu ia mendekati istrinya.
__ADS_1
" Kenapa ? " tanya Deva.
" Mas.. perut ku agak tegang " ucap Agni.
Deva dengan sigap langsung memegang perut Agni dan benar apa yang Agni katakan, dapat diraba oleh Dev jika perut istrinya sedikit kontraksi.
" Kamu tarik nafas, buang pelan-pelan" ucap Deva.
Agni mengikuti anjuran suaminya sampai akhirnya ia kembali rileks, disaat yang bersamaan pelayan toko menghampiri Agni dan Deva untuk menawarkan air hangat karena sebelumnya di meja dekat kursi tunggu hanya ada air mineral biasa.
" Permisi Bu, apa ibu ingin minum air hangat ? " tanya pelayan karena melihat Agni yang seperti kelelahan.
" Oh boleh Mbak " ucap Deva cepat tanpa menunggu Agni menjawab.
Tidak lama pelayan toko kembali dengan air hangat ditangannya.
" Terima kasih banyak ya.. Oya sekalian saya minta bill nya ya, sepertinya cukup dulu kebutuhan yang diperlukan" ucap Deva.
" Baik Pak, mohon ditunggu " pelayan berlalu untuk mengambil bill belanjaan kebutuhan anaknya nanti.
Deva dan Agni menunggu di kursi tunggu.
" Mau minum lagi ? " tanya Deva.
" Udah cukup Mas " jawab Agni.
" Kamu kuat jalan ? Kalo nggak aku mau menghubungi pihak plaza, biasanya mereka akan punya kursi roda " ucap Deva.
" Aku bisa jalan kok Mas, tenang aja " balas Agni.
" Oke "
Tidak lama pelayan datang dengan bill belanjaan Deva dan Agni.
" Permisi, ini bill nya "
" Oh ya terima kasih, Yang aku ke kasir dulu ya " ucap Deva.
Agni hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Setelah Deva selesai membayar semua belanja nya, barang-barang belanjaan diantarkan oleh pelayan ke parkiran untuk dimasukkan ke mobil Deva, setelah masuk semua mereka berdua kembali pulang, dijalan beberapa kali Deva menanyakan kepada Agni bagaimana kondisinya. Karena jika Agni masih mengalami kontraksi dan tegang, Deva akan membelokkan mobilnya ke rumah sakit sebelum pulang ke rumah.
💐💐💐