Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 31 - Restu


__ADS_3

Deva, Pak Jefri dan Mama Nita sedang berada di ruang tengah rumahnya, sesuai permintaan Pak Jefri, Deva diminta untuk berbicara lagi kepada Mama nya.


Sebelumnya Pak Jefri sudah berbicara kepada Mama Nita, walaupun sedikit berdebat akhirnya Mama Nita menyetujui pilihan anaknya untuk lebih memilih Agni dibandingkan gadis-gadis anak sahabatnya.


" Mah keputusan ku sudah bulat, ijinkan aku menikahi Agni " ucap Deva.


Mama Nita mengangguk, menghela nafas dalam.


" Dev.. Mama minta maaf karena ucapan Mama hubungan kamu jadi tidak baik dengan Agni, tolong ajak Mama bertemu dulu dengan Agni sebelum kita datang ke rumahnya melamar Agni untukmu " ucap Mama Nita.


" Akan Deva hubungi Agni terlebih dahulu, terima kasih Mah.. " balas Deva.


" Ya sayang " Mama Nita tersenyum menggenggam tangannya.


Walaupun Deva sudah dewasa, ia akan tetap menjadi anak lelaki kecilnya bagi Mama Nita. Dan akhirnya Mama Nita pun luluh memberikan restunya kepada Deva, ia berpikir semoga pilihan anaknya adalah pilihan yang terbaik.


Deva merasa tenang ia sudah direstui oleh kedua orangtuanya. Tinggal bagaimana ia memperbaiki hubungannya dengan Agni, walaupun ia tidak pernah lupa untuk selalu menghubungi Agni, namun ia merasakan perbedaan dari sebelumnya, Agni yang biasa nya selalu hangat, ia terkesan agak dingin saat ini, namun tidak akan menggoyahkan Deva sedikit pun.


...****************...


Tuut..tutt..tutt..


Tidak menunggu lama, Deva menghubungi Agni untuk mengabarkan jika Mama Nita ingin bertemu dengannya.


Lama tidak ada jawaban, sampai akhirnya terdengar suara dari ujung telepon.


Agni : " Halo Mas Deva "


Deva : " Gni.. kamu sedang sibuk ? "

__ADS_1


Agni : " Tidak Mas, kenapa ? "


Deva : " Ada yang ingin aku bicarakan "


Agni : " Tentang apa ? "


Deva : " Tentang kita ... jadi Mama Nita mengi..... "


Deva belum menyelesaikan ucapan nya sudah terdengar suara seorang laki-laki yang tidak asing diujung sana.


" Ini jus nya " ucap laki-laki itu yang tidak lain adalah Fahri.


" Oh ya terima kasih " balas Agni.


Deva terdiam, ia merasa jika ia berjuang sendiri untuk hubungan nya dengan Agni, ia berusaha berbicara kepada Mama nya agar Mama menyetujui dengan Agni, walaupun awal pemicu perselisihan Deva dan Agni karena Mama nya namun ia berusaha untuk meluruskan semua baik kepada Agni maupun Mama Nita sampai akhirnya Mama Nita menerima keputusan Deva.


Batin Deva.


Agni yang tersadar, telepon nya masih tersambung namun tidak ada yang bicara di ujung sana.


Agni : " Mas.. Mas Deva "


Panggil Agni.


Deva masih terdiam.


Agni : " Mas Deva masih disana ? "


Deva : " Lagi sama siapa kamu ? "

__ADS_1


Agni : " Euh.. itu Mas "


Agni bingung menjawab, jika ia berkata jujur sudah pasti Deva akan marah kepadanya.


Deva : " Sekarang saya tanya sama kamu, masih mau melanjutkan hubungan ini atau tidak ?! "


Tanya Deva tegas, membuat Agni membulatkan matanya.


Agni : " Ma..Mas... "


Deva : " Kamu ya.. seberapa sulit kamu nunggu aku, seberapa sulit kamu menjaga hati kamu buat aku.. aku disini tiap hari mikirin gimana caranya hubungan kita bisa baik-baik kaya dulu, terus mencoba bicara agar Mama Nita menerima keputusan aku, tapi disana kamu enak-enakan senang sama cowok lain, aku tegasin sekali lagi mau lanjut atau nggak ? "


Deg ... jantung Agni serasa mau copot tidak pernah ia mendengar Deva berbicara sekeras itu, walaupun ia belum tahu ujung dari hubungan nya dengan Deva akan berakhir atau lanjut namun disaat Deva berbicara seperti itu, membuat hati Agni kembali sakit.


Jujur ia pun berat jika harus berpisah, namun ia juga tidak bisa memaksa jika orangtua Deva tidak merestui hubungan mereka pikir Agni, ia tidak tahu jika Mama Nita sudah merestui hubungan Deva dan Agni.


Deva : " Kenapa kamu diem ? kalo itu memang mau kamu, oke aku yang mundur, silakan kamu bebas untuk berhubungan dengan siapa pun, untuk apa aku mempertahankan jika kamu tidak menginginkan itu.. oke Agni "


Deva memutuskan sambungan teleponnya.


Agni : " Mas.. Mas Deva.. ih kok di matiin.. aku jelasin dulu Mas "


Agni terus mencoba untuk menghubungi Deva, sudah dipastikan Deva salah paham. Selama ini memang Fahri masih gencar mendekati Agni, namun sedikit pun Agni tidak memberikan ruang kepada Fahri, karena Agni masih terikat hubungan dengan Deva walaupun hubungannya sedang tidak baik-baik saja.


Hanya saja saat ia sedang di kantin memesan jus mangga kesukaannya, Fahri menghampiri ia meminta penjual jus untuk menyerahkan jus pesanan Agni kepadanya agar ia yang menyerahkan kepada Agni.


Agni tidak tahu jika Fahri yang akan memberikan jus pesanan nya. Sampai akhirnya Deva menghubungi Agni dan salah paham kembali terjadi.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2