
Di salah satu Cafe...
" Gimana Tom, lo siap gak ? " tanya Gavin.
" Apa sih yang nggak, lo jangan ngancurin reputasi gue cuma gara-gara hal sepele kaya gini, ini sih gampang nanti gue yang atur " jawab Tommy rekan Gavin.
" Kemaren gue udah coba selidiki, tapi katanya Dokter Deva libur praktek, gue gak bisa masuk ke area komplek perumahan nya, ketat banget cuyy mana satpam nya galak-galak lagi " ucap Gavin.
" Hahahaha tempe banget lu, udah urusan gue tenang aja, tapi gak ada yang gratis kan di dunia ini, lo buang buang hajat aja bayar " susul Tommy.
" Oke.. berapa duit lu minta gue kasih, yang penting ada berita yang bikin Tari bahagia gue juga pasti bakal dapetin hatinya Si Tari " balas Gavin.
" Cinta itu memang buta Hahahahaha " susul Tommy.
" Sialan!! " Gavin pun dengan tertawa.
...****************...
Dilain tempat Agni sedang berselonjor kaki di sofa kamarnya. Ia teringat jika lotion yang biasa ia pakai sudah habis. Ia berjalan menuju meja kosmetiknya.
" Lotionku habis, padahal ini penyelamat banget kalo kulit lagi kering " gumam Agni.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu dari balik kamar.
" Mbak... "
" Iya, sebentar " ucap Agni.
Ia pastikan itu adalah Dhena. Agni membuka pintu kamar benar saja Dhena sudah berada di hadapannya.
" Kenapa Dhen ? " tanya Agni.
" Mmh.. Mbak hari ini Mbak gak kemana-mana kan ? " tanya Dhena.
" Nggak, emang kenapa ? " tanya Agni balik.
" Keluar yuk Mbak, kita cari makan aja atau misal klo Mbak ada yang mau dibeli jadi sekalian " jawab Dhena.
Bagaikan gayung bersambut Agni langsung mengiyakan, karena ia pun memang ingin membeli kebutuhannya yang sudah habis.
" Kebeneran, Mbak juga mau ada yang dibeli sih " ucap Agni.
" Ya udah, oke ya kita jalan, aku siap-siap dulu " balas Dhena.
" Hmm.. Mbak mau minta ijin Mas Deva juga " ucap Agni.
" Oke " Dhena berjalan menuju kamarnya meninggalkan Agni.
Agni kembali menutup pintu kamar ia berjalan lalu mengambil ponsel untuk menghubungi suaminya.
Tuut.... tutt....
Agni menghubungi Deva, tidak lama terdengar suara barintorn dari ujung telepon.
Deva : " Iya sayang "
Agni : " Mas, aku mau minta ijin "
Deva : " Ijin apa ? "
Agni : " Aku mau jalan ya sama Dhena, kebetulan ada yang mau aku beli juga "
Deva : " Sama Dhena ? "
Agni : " Iya Mas "
Deva : " Oke, hati-hati nanti kabarin aku "
Agni : " Oke Mas, makasih "
__ADS_1
Klik telepon ditutup.
Setelah menghubungi suaminya, Agni bergegas mengganti pakaian nya, mengganti jilbab, memoles pipinya agar tidak terlalu pucat. Setelah siap ia keluar kamar lalu menunggu Dhena di ruang keluarga.
Tidak lama Dhena keluar dari kamarnya, ia melihat Agni sudah duduk menunggu.
" Mbak, udah siap ? " tanya Dhena.
" Sudah, ayo " jawab Agni.
Dhena yang sedikit memperhatikan kakak iparnya, dengan pakaian Agni yang ia kenakan.
Masih kaya ABG aja padahal lagi hamil, pantesan dulu Mama agak gak setuju dikira masih anak SMA.
Batin Dhena tersenyum kecil.
Agni yang heran melihat Dhena yang masih terdiam dihadapan nya.
" Dhen ? " panggil Agni.
" Eh iya Mbak, ayo " Dhena terkerjap ia lalu berjalan beriringan dengan Agni.
" Oya, nanti kabarin Mama ya Dhen, kalo kita keluar takutnya Mama pulang arisan nanti nyariin kita " ucap Agni.
" Oke Mbak tenang aja " balas Dhena membuka pintu mobilnya.
" Silakan masuk Mbak " ucap Dhena.
" Hmm.. terima kasih " balas Agni tersenyum.
Mereka pergi menuju tempat yang mereka tuju, Dhena merasa senang kepada Agni, ia merasa ada teman dan Agni pun bisa mengimbangi Dhena.
Sesampainya di pusat perbelanjaan terbesar di kotanya, Agni merasa teringat jika di Mall itu ada klinik kecantikan milik Dokter Mentari, beberapa waktu lalu ia sering mengunjungi klinik kecantikan milik Mentari namun pasca kejadian beberapa waktu lalu juga yang membuat Agni sudah tidak pernah datang ke klinik milik Mentari.
" Sampe kita " ucap Dhena.
Disaat yang bersamaan ponsel Dhena berdering, ia langsung mengambil ponselnya, ia lihat id pemanggil adalah Deva kakaknya.
" Ya udah angkat paling dia mastiin, kalo Mbak pergi sama kamu " balas Agni.
Dhena mengangguk.
Dhena : " Ya Mas.. "
Deva : " Kamu lagi jalan sama Mbak Agni ? "
Dhena : " Iya Mas, ini Mbak Agni sebelah aku, baru nyampe Mall banget ini "
Deva : " Oke hati-hati, tolong jaga Mbak mu ya, dia lagi hamil terus jangan capek-capek juga "
Dhena : Oke siap Bos ! "
Deva : " Oke "
Dhena : " Mau ngomong dulu gak sama Mbak Agni ? "
Deva : " Gak usah deh, tadi udah nelepon kok "
Dhena : " Ya udah, kita mau turun dulu ya "
Deva : " Oke "
Klik telepon ditutup.
" Gimana ? " tanya Agni.
" Mas Deva cuma bilang, Mbak jangan capek-capek gitu " jawab Dhena.
" Hmm.. " Agni hanya mengangguk lalu tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdua turun dari dalam mobil, lalu berjalan masuk beriringan. Tujuan utama mereka akan ke tempat kebutuhan Agni yang ia perlukan.
Saat Agni dan Dhena sudah masuk kedalam outlet lalu memilih-milih barang yang akan Agni beli tanpa disangka Mentari pun berada di outlet yang sama.
" Itu sepertinya Agni istrinya Deva " gumam Mentari.
Mentari terus memperhatikan Agni.
" Ya Tuhan..benar ternyata ia sedang hamil, pantas saja ia tidak pernah ke klinik sekarang, pasti Deva yang melarang " gumam Mentari lagi.
Mentari dengan sengaja ingin menghampiri Agni yang sedang fokus memilah dan memilih lotion.
" Ehem.. hai Agni " ucap Mentari.
Agni menoleh ke arah sumber suara.
" Eh.. dokter Mentari apa kabar ? " ucap Agni.
" Kabarku agak kurang baik " balas Mentari.
" Hmm.. aku berharap dokter Mentari baik-baik saja " susul Agni.
Dilain tempat Dhena yang melihat Agni sedang berbicara dengan Tari merasa curiga dengan gelagat Tari, Dhena bergegas menghampiri kakak iparnya.
" Ya aku berharap juga aku selalu baik-baik saja " ucap Mentari.
Agni hanya tersenyum lalu ia akan kembali melangkahkan kakinya menuju rak berikutnya, namun tanpa disangka Mentari dengan sengaja menjulurkan kakinya.
Saat Agni akan melangkah, dengan sigap Dhena sudah berdiri tepat di depan Agni.
" Mbak.. tunggu kita bareng " ucap Dhena.
Agni sontak menghentikan langkahnya.
" Oh ya " balas Agni.
Mentari yang melihat rencana nya gagal sedikit berdecak.
" Sialan ni cewek " batin Mentari.
" Mbak ini siapa ? " tanya Dhena.
" Ini dokter Mentari, teman Mas Deva juga Dhen, memangnya kamu gak kenal ? " tanya Agni balik.
" Oh.. nggak aku malah baru tahu " jawab Dhena pura-pura padahal sekilas dulu ia pernah mendengar jika kakaknya akan di jodohkan dengan Mentari namun ia tidak begitu jelas yang mana Dokter Mentari itu.
" Ya udah kenalan aja sekalian " ucap Agni.
" Hmm... "
Mentari langsung mengulurkan tangannya.
" Hai, aku mentari " ucap Mentari.
" Dhena, adik Mas Deva " balas Dhena.
" Oh, adik Deva, sudah besar ya, kita kok belum pernah ketemu ya " ucap Mentari, ia pun sedikit kaget jika wanita muda di depannya adalah adik dari Deva, karena dulu setiap kali ia ke rumah nya memang Dhena tidak ada, namun ia tahu jika adik Deva sedang sekolah di luar kota.
" Iya, karena aku sekolah di luar kota dan baru beberapa hari ini pulang " ucap Dhena.
" Hmm pantas kalo gitu " balas Mentari.
" Kita duluan ya Dok, permisi .. Ayo Mbak.. " Dhena langsung menggandeng Agni.
Agni merasa heran dengan sikap Dhena.
Kenapa ya Dhena, kok jadi aneh.. Gak kakak gak adik sama-sama posesif ..
Batin Agni, sambil berjalan beriringan dengan adik iparnya.
__ADS_1
💐💐💐