
Dilain tempat Mentari sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya.
Mentari : " Dimana ? temui aku di cafe dekat klinik "
Mentari lalu menyimpan ponselnya, berlalu keluar dari klinik kecantikan miliknya menuju cafe yang berada tidak jauh dari klinik kecantikan.
Mentari masuk kedalam cafe ia mencari tempat yang agak jauh dari pengunjung yang lain, setelah memesan minuman tidak lama seorang laki-laki yang tadi dihubungi oleh Mentari menghampiri nya.
" Hai Tar.. "
" Hai Vin, gimana ? " tanya Tari.
" Hmm.. susah juga buat nemuin nya, sepertinya memang dia jarang keluar rumah " jawab pria itu yang ternyata Gavin.
" Hmm.. terus " balas Tari.
" Tapi.. kemaren sore aku berhasil buat nemuin, dia datang ke klinik baru dimana dokter Deva praktek sekarang " ucap Gavin.
" Jadi, Deva udah gak kerja di rumah sakit ? " tanya Tari.
" Masih, jadi kaya double job gitu " jawab Gavin.
Tari manggut-manggut.
" Terus, ada berita yang bikin aku bahagia gak kira-kira nya ? " tanya Tari.
" Kayanya belum ada Tar, istri dokter Deva karakter perempuan yang agak sulit buat di deketin dan kamu harus tahu, dia lagi hamil sekarang, aku gak tega buat macem-macemin, dan lagi.. menurut aku wajar Deva cinta mati sama tuh cewek, cantik banget coyy.. " ucap Gavin.
" Apa ? lagi hamil ? bukannya terakhir aku denger istrinya belom hamil-hamil " susul Tari.
" Ya.. aku kemaren liat sih, lagi hamil perutnya keliatan orang hamil, gak mungkin lah aku salah liat, sepertinya dia sedang memeriksa kan kehamilan oleh suaminya " balas Gavin.
__ADS_1
Tari menghela nafas dalam sambil menggretakkan giginya.
" Jadi gimana ? mau lanjut gak bantuin aku ? " tanya Tari.
" Sorry deh, kayanya gak bisa, gak tega sumpah, dia itu perempuan yang berkarakter, perempuan baik, ramah.. "
" Stop ! kamu kok jadi bangga-banggain dia sih ? " ucap Tari tidak terima.
" Memang kenyataan nya, kenapa kamu gak bisa nerima kenyataan aja sih Tar ? " balas Gavin.
" Maksud kamu ? " Tari balik bertanya.
" Dokter Deva udah nikah sama orang lain, sama cewek pilihannya dia, lagian cowok di dunia ini bukan Dokter Deva doang kan ? " ucap Gavin.
" Vin, sebenernya rasa aku ke Deva udah tinggal sisa nya aja " balas Tari.
" Ya udah lupain ! " susul Gavin.
Gavin menghela nafas dalam.
" Vin, aku gak terima, Deva bisa bahagia sama istrinya sekarang ! " susul Tari.
" Tar, move on lah.. lupain gak usah ngusik kebahagiaan orang ! " ucap Gavin.
" Kalo kamu gak bisa bantuin aku, aku yang bakal melakukannya sendiri ! " ucap Tari, lalu ia beranjak dari duduknya, meninggalkan Gavin.
Gavin yang melihat tari berjalan meninggalkan nya, berusaha untuk mengejar Tari.
" Tar.. tunggu.. jangan maen pergi aja dong " ucap Gavin meraih tangan Tari.
" Apalagi ? kamu itu gak berguna ya, dimintain tolong segitu aja gak becus " balas Tari.
__ADS_1
" Oke aku bantuin kamu, tapi nggak untuk ke istrinya dan lagi ada satu syarat dari aku buat kamu " ucap Gavin.
" Apa syarat nya ?! " susul Tari singkat.
" Kamu harus kasih aku imbalan yang sepadan dengan apa yang harus aku lakukan " ucap Gavin
" Iya apa ? " Tari tidak sabar.
" Kamu harus bisa nerima cinta aku " ucap Gavin.
" Bener-bener ya kamu ! "
Gavin memang sudah lama menaruh hati kepada Tari, Gavin adalah teman semasa SMA Tari, Tari menyadari jika Gavin memang menaruh hati dan selalu mengejar cintanya, namun hati Tari sudah tertaut kepada Deva, namun sayang Deva tidak memiliki perasaan yang lain kepada Tari, sehingga sampai suatu hari, Tari kembali dipertemukan dengan Gavin. Tari banyak menceritakan Deva kepada Gavin, bak angin segar kesempatan ini tidak Gavin sia-sia kan.
" Gimana ? imbalan yang pantas bukan ? " tanya Gavin.
" Pokonya kamu lakukan dulu apa yang aku minta, kalo kamu berhasil, oke aku bakal nerima cinta kamu, deal ?! " Jawab Tari mengulurkan tangannya.
" Oke deal ! "
Tari tersenyum lebar, walaupun sebetulnya ia tidak memiliki perasaan apapun kepada Gavin, tapi demi meluluskan niatnya, ia menyanggupi persyaratan yang diminta oleh Gavin.
" Kalo gitu aku tunggu kabar baik dari kamu ya Vin.. bye.. " Tari pamit berlalu meninggalkan Gavin.
" Bye.. cinta " ucap Gavin slengean.
Setelah kepergian Tari dari hadapannya, Gavin pun bergegas untuk keluar dari cafe itu, ia masih tidak habis pikir dengan keputusannya.
" Vin, lo gila ya.. demi Tari lo mau melakukan hal-hal yang gak bener kaya gini, lagian si Tari kenapa juga minta tolong nya ke gue, apa tampang gue tampang penjahat ? gimana nanti kalo ketauan, gue ditangkap polisi terus dipenjara.. shittttt.... Tari.. demi lo.. ini demi lo !! " Gavin bermonolog.
💐💐💐
__ADS_1