Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 77 - Soto Ayam


__ADS_3

Agni akhirnya masuk kedalam kantin, walaupun awalnya ia ingin makan bersama Deva namun karena sepertinya Deva harus menolong persalinan, sehingga Agni memutuskan untuk mencari makan di sekitaran kantin, ia terhenti saat melihat kedai bertuliskan Sedia Soto.


Sepertinya ia akan segar jika makan soto, kuah panas ditambah jeruk limau dan kecap, Agni menelan ludahnya sendiri, ia berjalan menuju kedai Soto itu.


" Permisi Bu, saya pesan Soto Ayam ya 1 porsi " ucap Agni.


" Oh ya baik Mbak, ditunggu sebentar ya, duduk di sebelah mana Mbak ? " tanya penjual Soto.


" Duduk di pojok kanan aja ya " jawab Agni.


" Baik, mohon ditunggu "


Agni mengangguk, sambil membayar, setelah itu ia kembali berjalan, langkahnya terhenti di kedai jus buah.


" Pak saya pesan jus stroberi satu ya " ucap Agni.


" Oh ya silakan Mbak "


" Ini uang nya, saya duduk di pojok kanan " susul Agni.


" Baik "


Setelah memesan Agni langsung berjalan menuju meja yang kosong sesuai intruksinya tadi kepada para penjual soto dan jus yang ia pesan.


Ia duduk sambil sesekali melihat melihat layar ponselnya.


Hmm.. Mas Deva gak ada hubungi aku, apa setelah ini aku pulang aja ? ck...


Agni masih memainkan ponselnya, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.


" Sore " ucap pria itu.


" Ya sore " Agni mendongakkan wajahnya.


" Boleh saya duduk ? " tanya pria itu.


" Hmm.. silakan, tapi maaf sebelumnya siapa ya ? kenapa duduk disini, bukannya masih ada tempat duduk lain yang kosong " ucap Agni.


" O..oh.. ya.. perkenalkan saya Gavin, hmm maaf sebelumnya apakah ini dengan Mbak Shella ? " tanya Gavin lagi.


" Oh maaf, salah orang deh kayanya " jawab Agni.


" Oh mohon maaf sekali kalau begitu, saya sebetulnya sedang mencari orang bernama Shella, menurut informasi dia sedang berada di klinik ini untuk periksa kandungan " ucap pria itu.


Agni hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Gavin, Gavin terus saja bercerita, membuat Agni lama-kelamaan menjadi asyik ngobrol dengan Gavin.


Tidak lama pesanan Agni tiba, ia lalu menawarkan kepada Gavin, namun Gavin menolak ia memilih untuk memesan teh hangat saja.


" Saya sambil makan gak apa-apa ya ? " ucap Agni.


" Oh gak apa-apa silakan saja, hmm.. Mbak mau periksa kehamilan juga ? kok gak ditemani suaminya ? " tanya Gavin.


Agni hanya tersenyum sambil menyuapkan nasi soto ke mulutnya.


" Harusnya suami Mbak sudah harus siaga melihat kondisi Mbak yang hamil seperti ini, kalo ada apa-apa dijalan gimana ? " ucap Gavin lagi.


Agni hanya tersenyum menjawab pertanyaan Gavin.

__ADS_1


" Setelah ini Mbak Agni mau kemana ? " tanya Gavin.


" Hmm.. saya .. pulang lah " jawab Agni sambil menyeruput jus yang ia pesan.


" Boleh saya antar, sebagai ucapan terima kasih karena Mbak sudah mau mendengar curhatan saya " ucap Gavin.


" Tidak usah terima kasih, saya bisa pulang sendiri kok " balas Agni.


" Khawatir loh Mbak, ibu hamil pulang sendiri, mana langit sudah mulai gelap " susul Gavin.


" Tidak usah terima kasih banyak " Agni menjawab dengan lembut.


Di lain tempat, Deva yang sedang berada tidak jauh dari kantin, ia sedang berdiskusi dengan keluarga pasien, untuk tindakan selanjutnya kepada pasien, melihat dari kejauhan seseorang yang sangat ia kenali.


" Itu Agni ? sama siapa kok laki-laki ? " batin Deva.


Deva tidak bisa melihat wajah dari laki-laki itu karena posisi nya membelakangi Deva.


Deva merasa gusar ia ingin segera menyelesaikan tugasnya kali ini, hatinya tidak tenang.


" Aku hubungi berkali-kali pantesan gak diangkat, tau nya lagi asik ngobrol " batin Deva lagi.


Agni tidak sadar jika Deva sudah menghubunginya beberapa kali, karena ia menyimpan ponselnya di dalam tas, ditambah suara yang agak bising di kantin, sehingga suara notifikasi dari ponsel Agni tidak terdengar.


Setelah menjelaskan kepada keluarga pasien, Deva akan melangkahkan kakinya untuk menghampiri Agni, namun saat Deva baru melangkah perawat sudah memanggil nya kembali.


" Dokter Deva, maaf ada yang perlu ditandatangani " ucap perawat.


Ya Tuhan..


Batin Deva.


Perawat menyodorkan beberapa berkas yang harus Deva tandatangani.


Deva fokus menandatangani beberapa berkas yang disodorkan oleh perawat.


Tanpa ia sadari, Agni sudah tidak berada di kantin.


Agni memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin gelap, walaupun Gavin pria yang baru ia kenal berusaha untuk mengantarkannya pulang, namun tetap di tolak oleh Agni, ia pun masih berpikir siapa Gavin sebenarnya apa memang orang yang benar-benar sedang mencari orang atau ada rencana lain.


Siapa ya Gavin itu, terus kenapa bisa-bisa nya aku ngobrol asik sama dia .. ckk..


Akhirnya Gavin pamit meninggalkan Agni, sedangkan Agni berjalan menuju lobby klinik, ia sedikit merasa dongkol kepada suaminya, atas kejadian hari ini.


Mas Devaaa.... kamu ya.. kamu yang minta aku ke klinik, aku nungguin kamu gak ngabarin juga, sampe malem gini, bener juga ya kata orang tadi, harusnya Mas Deva udah siaga disaat aku lagi hamil gede gini ..


Batin Agni.


Saat Agni akan berjalan menuruni tangga lobby klinik, tangannya tiba-tiba diraih dari samping. Agni yang refleks ingin melepaskan genggaman tangannya.


Agni langsung menoleh ke arah pria disamping nya.


" Sayang.. " ucap Deva.


" Mas Deva " balas Agni.


" Maafin aku ya, ayo kita pulang " ucap Deva.

__ADS_1


Agni hanya terdiam sedikit menekukan wajahnya.


Deva mengajak Agni menuju parkiran yang tidak jauh dari lobby klinik, Deva membukakan pintu mobil untuk Agni.


Agni duduk di kursi penumpang sedangkan Deva sedikit berlari untuk masuk dan duduk di kursi kemudi. Agni masih tetap diam, ia merasa sedikit kesal dengan kejadian hari ini.


Deva yang melihat Agni sedikit lain, memposisikan tubuhnya, ia pun merasa jika Agni sedang kesal.


" Yang.. maaf ya.. ini diluar prediksi aku kira selesai praktek tadi aku bisa langsung pulang, ternyata aku dihubungi ada pasien yang akan melahirkan, tapi semua udah selesai kok, maaf ya " ucap Deva menjelaskan.


" Hmm.. " Agni hanya mengangguk.


" Kamu mau kemana dulu sekarang ? " tanya Deva.


" Pulang aja, lagipula aku udah kenyang, udah makan soto di kantin " ucap Agni.


" Hmm.. " Deva mengangguk.


" Oya tadi kamu ngobrol sama siapa di kantin ? " tanya Deva berusaha lembut padahal hatinya menjadi tidak karuan jika mengingat hal itu.


" Aku gak tau " ucap Agni singkat.


" Kok gak tahu bisa ngobrol asyik " balas Deva.


" Berarti kamu liat aku di kantin ? kenapa gak nyamperin aku " ucap Agni.


Deva terdiam.


" Aku tadi masih sama pasien Yang.. " balas Deva.


" Ya udah " susul Agni.


Deva kembali terdiam, dalam hatinya ia masih penasaran dengan siapa pria yang bersama Agni tadi, namun ia tidak mungkin menanyakan nya sekarang, karena suasana hati Agni sedang tidak baik, ia khawatir malah akan terjadi perdebatan diantara keduanya.


Deva menyalakan mesin mobil lalu mobil melaju meninggalkan klinik.


Hening dalam perjalanan, entah mengapa jalan menuju rumah sedikit macet, padahal dari klinik ke rumah hanya membutuhkan waktu 10 menit, tapi kali ini mereka terjebak macet hampir 40 menit.


" Aku tadi udah hubungi kamu loh berkali-kali " ucap Deva memecah keheningan.


" Gak ada " balas Agni singkat.


" Coba kamu liat ponsel kamu " susul Deva berusaha untuk tetap tenang.


Agni dengan malas mengambil ponselnya di dalam tas, saat ia melihat layar ponselnya benar saja Deva menghubungi nya beberapa kali.


Bener.. Mas Deva hubungi aku, kok gak kedengeran ya


Batin Agni.


"Ada kan ? " tanya Deva.


Agni hanya terdiam kembali menyimpan ponselnya, ia pun merasa malu kepada Deva.


Deva hanya tersenyum kecil melihat tingkah istrinya.


💐💐💐

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2