
Haaiiii.. semuanyaaaa..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang menjalankan nya..
Taqoballahu minna wa minkum syiyaamanaa wasyiyaamakum..
Author kembali yaa setelah cuti update beberapa hari ... 🤭🤭 dengan kisah Dokter Deva dan Bidan Agni..
Semoga pembaca kesayangan author semua gak lupa nih sama alur ceritanya.. kalo agak-agak lupa bisa baca 2 -3 Bab sebelumnya..
Happy reading.. ❤️❤️
💐💐💐
Agni dan Mama Nita sedang makan siang berdua, Deva dan Papa Jefri biasa sedang di rumah sakit.
" Ayo Gni.. yang banyak makannya ya, kamu kan sekarang gak sendiri " ucap Mama Nita.
" Iya Ma.. " Agni tersenyum sambil menguapkan nasi ke mulutnya.
Selama kehamilan ini ia tidak terlalu merasakan mual muntah yang parah, malah sebaliknya ia lebih enjoy dan menikmati kehamilannya, makan apapun ia bisa menerima.
Setelah makan siang, Agni sedikit merebahkan tubuhnya di sofa ruang tv, kebiasaan yang baru setelah kandungan nya semakin membesar.
Ia duduk menyender sambil menonton televisi, acara kuliner yang ditayangkan di televisi, pada saat itu sedang membahas tingkat buah durian yang paling enak di dunia.
Agni menyimak dengan seksama, sesekali ia menelan air liur nya sendiri, seakan rasa buah durian sudah berada di ujung lidahnya.
" Duh kayanya enak banget ya durian itu " gumam Agni sambil menelan air ludahnya.
Agni langsung beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar.
" Mau kemana Gni ? " tanya Mama Nita yang melihat Agni berdiri dari duduknya.
" Mau ke kamar dulu Mah.. agak begah " ucap Agni.
" Oh ya.. " Mama Nita mengangguk.
Agni berjalan lalu masuk kedalam kamar, ia segera meraih ponselnya yang ia simpan diatas meja rias, lalu ia duduk di sofa kamar. Mencari nama suaminya lalu mengirimkan pesan kepadanya.
Mas.. boleh aku makan durian ?
Isi pesan Agni kepada suami nya. Agni masih menunggu jawaban dari suaminya. Lama belum juga Deva balas.
__ADS_1
" Kemana ya Mas Deva, kok belum balas pesan aku " gumam Agni.
Ia sesekali melihat pada layar ponselnya, belum juga Deva membalas, Agni berjalan menaiki kasur ia merebahkan tubuhnya dengan posisi miring kiri.
Papa kamu kayanya sibuk dek, belum balas pesan Mama sampai sekarang.. ck
Gumam Agni sambil mengelus-elus perutnya yang sudah membuncit.
Tidak lama terdengar dering telepon dari ponsel Agni, Agni langsung bangun lalu mengambil ponselnya, ia melihat pada layar ponsel ternyata Deva yang menghubungi nya.
Agni : " Halo Mas "
Deva : " Ya gimana ? mau apa ? "
Agni : " Mas.. anak kamu pengen durian loh "
Deva : " Hah.. durian ? "
Agni : " Iya Mas.. "
Deva : " Mmh.. gimana makan buah yang lain aja "
Agni : " Aku pengen nya durian "
Deva : " Ya udah mau kapan ? "
Deva : " Jangan sekarang, aku masih kerja, nanti sore ya, habis ashar kamu siap-siap "
Agni : " Beneran Mas ?! "
Deva : " Iya sayang "
Agni : " Makasih Mas.. "
Deva : " Iya.. aku lanjut kerja lagi ya.. "
Klik telepon ditutup.
Agni berbinar setelah dihubungi oleh Deva.
" Akhirnya nanti kita makan durian sayang.. " ucap Agni mengelus-elus perutnya.
...****************...
Deva menepati janjinya ia sepulang dari rumah sakit, langsung mengajak Agni untuk membeli buah durian.
__ADS_1
" Kamu boleh makan durian, tapi jangan banyak-banyak ya " ucap Deva menoleh ke Agni sambil mengemudi.
" Hmm.. " Agni mengangguk tersenyum.
Deva mengajak Agni ke pusat pembelian buah durian terbesar di kotanya, ia membiarkan Agni memilih durian keinginan nya.
" Mas.. sebetulnya aku kurang begitu suka durian, tapi gak tau kenapa aku pengen banget sekarang " ucap Agni.
" Iya gak apa-apa, mungkin adik bayi yang pengen " Deva tertawa kecil disusul oleh tawa Agni.
Sesampainya di pusat pembelian buah durian, Agni berjalan masuk di temani oleh Deva, Ia langsung di sambut oleh pelayan yang menawarkan beberapa durian baik durian lokal maupun durian impor dari luar negeri.
" Durian lokal yang paling enak aja " ucap Deva.
" Baik Pak, silakan tunggu sebentar " balas pelayan.
Setelah memilih Deva dan Agni dipersilahkan untuk duduk.
" Mau makan dimana ? " tanya Deva.
" Hmm.. Mas Deva mau dimana ? " tanya balik Agni.
" Disini aja ya " jawab Deva.
Agni hanya mengangguk, mengekori Deva untuk duduk.
Tidak lama, pesanan durian datang. Satu buah durian lokal terbaik dan terenak.
" Mas.. ayo.. " ajak Agni.
" Hmm.. kamu dulu aja " balas Deva.
Agni mengambil satu butir buah durian, ia mulai memakannya. Ia sedikit merasa mual mencium aromanya walaupun tidak terlalu parah.
Deva yang memperhatikan istrinya, ingin tertawa sendiri.
" Kamu kenapa ? " tanya Deva.
" Mas.. gak jadi deh.. aku jadi mual " jawab Agni.
" Jadi ini gimana ? " tanya Deva lagi.
" Buat kamu aja deh, atau bawa pulang " jawab Agni.
" Hmmm.. ya udah kalo gitu " Deva memanggil pelayan untuk membungkus durian yang sudah dibuka.
__ADS_1
" Sini aku foto dulu buat kenang-kenangan, kamu ngidam durian, tapi gak jadi karena mual " ucap Deva langsung membidik istrinya.