
Deva dan Agni sedang bersantai di pojok kamar yang mengarah ke taman belakang. Ia duduk sambil menikmati gemericik air kolam ikan yang tepat berada di samping nya.
Deva sesekali fokus pada Ipad nya, membalas beberapa pesan masuk, lalu menyeruput teh hangat yang sudah Agni siapkan untuknya. Semilir angin sejuk membuat suasana kembali rileks. Daerah tempat tinggal Deva memang dekat dengan pegunungan walaupun masih di pusat kota namun daerah tempat tinggal Deva di Kota Bunga ini, terkenal dengan daerah yang sejuk dan nyaman untuk menenangkan diri.
Agni sesekali memberi makan ikan koi peliharaan Deva, ia memperhatikan istrinya.
" Disini tempat aku, merilekskan tubuh dan pikiran pokonya tempat ternyaman dan tertenang dari beberapa area rumah ini " ucap Deva mendekati Agni duduk lesehan di lantai.
" Jadi ini tempat favorit kamu gitu Mas ? " tanya Agni.
" Hmm.. disini juga tempat aku merenung, kalo kamu lagi ngambek sama aku atau kalo kamu bikin aku ngambek " jawab Deva tersenyum menggoda.
" Ihh kamu.. Mas.. maafin aku ya.. " ucap Agni.
" Untuk apa ? " tanya Deva.
" Hmm.. aku nyebelin ya Mas ? " tanya Agni balik.
" Hmm.. " Deva mengangguk.
Wajah Agni langsung berubah, ia sedikit menekuk kan wajahnya.
Deva tertawa geli melihat istrinya.
" Gak apa-apa kamu nyebelin tapi aku sayang " ucap Deva merangkul pundak istrinya.
Agni menyunggingkan senyum, membalas rangkulan suaminya.
Perbedaan usia mereka yang tidak terlalu dekat membuat Deva semakin harus bisa mengimbangi istrinya, walaupun tidak terlalu terlihat secara fisik namun secara pola pikir sangat jelas terlihat, tetapi setelah menikah Agni mulai memperlihatkan kedewasaan nya.
...****************...
Hari ini Deva mengajak Agni untuk mengelilingi Kota Bunga, Deva pun ingin memanfaatkan waktu cutinya bersama Agni yang tinggal beberapa hari lagi.
" Udah siap ? " tanya Deva.
" Udah Mas.. " jawab Agni merapikan jilbab yang ia kenakan.
" Mas kita mau kemana sih ? " tanya Agni seraya menyoren tas nya.
" Pokonya ke tempat yang adem, sejuk pokonya enak deh bikin tenang " jawab Deva.
Agni hanya mengangguk tersenyum. Sebelumnya Deva meminta Agni untuk membawa beberapa perlengkapan dan pakaian ganti. Karena mereka akan menginap sekitar 2 hari. Deva sudah menyewa villa tanpa sepengetahuan Agni. Deva tahu sepertinya Agni menyukai tempat-tempat yang sejuk dan dingin.
__ADS_1
" Mas ini kita mau nginep jadinya ? " tanya Agni meyakinkan.
" Iya " jawab Deva singkat.
" Nginep nya dimana ? " Agni banyak tanya.
" Pokonya nanti kamu tahu lah " jawab Deva.
Deva menarik handle koper.
" Aku nyimpen ini dulu ya ke bagasi mobil, kamu pamit duluan aja ke Mama " ucap Deva.
" Hmm.. " Agni mengangguk.
" Eh Mas " Panggil Agni saat Deva akan membuka handle pintu kamar.
" Kenapa ? " tanya Deva membalikkan badannya.
" Mhh.. pamit nya bareng aja ya.. " jawab Agni sedikit manja.
" Ya udah, aku nyimpen koper dulu " Deva melangkah kan kembali kaki nya membuka pintu kamar berjalan menuju garasi mobil.
Tidak lama Deva kembali ke kamar, ia mengajak Agni untuk pamit ke Mama Nita.
Biasanya Mama Nita berada di kamar atau di ruangan keluarga, aktivitas yang Mama Nita lakukan jika tidak ada arisan atau kumpul dengan teman-teman nya yaitu membuat kerajinan dengan di sulam.
Deva berjalan mencari Mama nya, Agni dengan setia mengekori Deva kemana Deva melangkah.
Sampai di ruang keluarga, ia melihat Mama nya sedang asyik menyulam.
" Ma.. " panggil Deva.
" Ya Dev.. " jawab Mama Nita tanpa menoleh.
" Hmm.. Ma.. Deva dan Agni pamit dulu ya.. " ucap Deva.
Mama Nita langsung menoleh ke arah Deva dan Agni.
" Mau kemana ? udah pada rapi ? " tanya Mama Nita.
" Ini loh Ma.. Aku mau ajak Agni keliling Kota Bunga, lagian kasian juga Agni diem di rumah terus, biar dia tahu juga Kota Bunga ini, mumpung aku masih cuti " jawab Deva.
" Oh gitu ya udah.. hati-hati ya " ucap Mama Nita.
__ADS_1
" Iya Ma.. tolong sampaikan ke Papa ya .. " susul Deva.
Agni dan Deva menyalami Mama Nita, setelah pamit mereka pergi meninggalkan rumah.
Sesuai janjinya Deva mengajak Agni ke daerah yang lebih sejuk dan dingin dibandingkan rumah tempat tinggalnya, Agni sangat menikmati perjalanan nya, kanan kiri jalan yang dilalui dipenuhi oleh kebun teh yang sangat sejuk.
" Mas.. disana indah banget " ucap Agni.
" Iya, mau turun dulu ? " tanya Deva.
" Hmm " Agni mengangguk.
" Pake jaket nya, anginnya lumayan dingin walaupun masih siang " ucap Deva.
" Mmh.. masa sih matahari nya masih tinggi loh Mas " Agni tidak percaya.
Deva memarkirkan mobilnya di tempat yang aman, Agni segera turun karena ia tidak sabar ingin menikmati udara yang segar di tengah-tengah kebun teh.
" Sejuk banget " ucap Agni.
Deva hanya tersenyum.
" Mas kayanya dari aku lahir terus buka mata, yang aku lihat gedung-gedung tinggi, udara udah banyak polusi karena kendaraan, gak ada kebun hijau kaya gini tuh gak ada " ucap Agni membuat Deva tertawa.
" Aku seneng banget akhirnya bisa ke tempat yang sejuk kaya gini " susul Agni.
" Tuhan itu tidak pernah salah dalam menentukan takdir " ucap Deva.
" Maksudnya ? " Agni menoleh ke arah suaminya.
" Iya, kamu kan pengen banget ke tempat-tempat yang sejuk, adem, dingin.. nah Tuhan mempertemukan kamu sama aku, dengan tujuan agar kamu gak perlu mikir lagi gimana bisa pergi ke tempat sejuk yang adem kaya gini " ucap Deva membuat Agni berpikir.
" Iya juga ya.. " Agni tertawa kecil ia memeluk suaminya.
" Kenapa ? " tanya Deva yang merasa tiba-tiba Agni memeluknya.
" Dingin Mas.. "
" Aku bilang pake jaket " ucap Deva, ia melepaskan jaket yang ia pakai lalu dipakaikan kepada Agni.
" Mas.. kamu kedinginan nanti " ucap Agni.
" Gak apa-apa aku udah biasa " balas Deva tersenyum.
__ADS_1
💐💐💐