
Agni sudah dipindahkan ke ruang perawatan, ia sudah mulai bisa bangun tidur dan duduk, karena ia melahirkan secara normal sehingga pemulihan pun tidak membutuhkan waktu yang lama hanya saja keadaan nya ia masih harus dipantau.
Kedua orangtua Agni sedang menemani dirinya di ruangan karena Deva sedang keluar untuk membeli makanan. Tidak lama pintu ruangan di ketuk salah satu perawat mendorong troli bayi.
Sesuai peraturan rumah sakit jika keadaan Ibu dan Bayi sehat, Ibu dan Bayi bisa di rawat gabung atau dirawat secara bersamaan.
" Siang Bidan Agni " Ucap perawat bernama Gina.
" Siang Kak " balas Agni karena ia cukup kenal dengan Gina.
" Sekarang adik bayi bisa rawat gabung sama Mama ya disini, keadaan nya juga bagus kondisi nya stabil " ucap Gina.
" Oh ya Kak.. Terima kasih ya.. " ucap Agni.
Gina menyerahkan bayi itu kepada Agni, agar Agni bisa menyusui bayinya, sedangkan Ibu Agni dan Ayah beranjak dari duduk nya untuk menghampiri Agni.
" Bisa Gni ? " tanya Ibu.
" Bisa Bu " jawab Agni.
" Bidan Agni sudah terbiasa memegang bayi Bu, tidak perlu khawatir hanya mungkin akan sedikit grogi jika bayi itu adalah anak sendiri " ucap Gina.
Agni hanya sedikit tertawa, Ibu pun tersenyum mendengar ucapan Gina rekan sejawat Agni.
" Ibu hanya sedikit lupa, jika Agni dulunya memang sering menggendong bayi " balas Ibu disusul tawa oleh Gina dan Agni.
" Kalau begitu saya permisi ya, Agni aku balik ke ruang peri dulu ya " ucap Gina.
" Ok Kak, makasih banyak ya.. "
__ADS_1
" Terima kasih Nak suster " ucap Ibu.
Gina hanya mengangguk tersenyum lalu kembali ke ruangan perinatologi dimana ia sedang bertugas.
Disaat yang bersamaan Deva kembali ke kamar disusul Kedua orangtuanya dan juga Dhena adiknya.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumusalam "
" Ayah, Ibu.. Ini Mama, Papa dan Dhena " ucap Deva.
" Oh iya Besan.. Apa kabar ? " Ibu Agni langsung menyalami besannya begitu juga Ayah Agni secara bergantian kepada Mama Nita dan Pak Jefri juga Dhena.
" Alhamdulillah kabar baik.. Aduh saya sangat bahagia sekali hari ini, Deva kok hubungi kita pas udah lahir, padahal kan kalau sebelumnya kami bisa menunggu juga proses persalinan Agni " ucap Mama Nita.
" Tidak apa-apa Bu, Alhamdulillah semua sudah lancar berkat doa dari Ibu dan Pak Jerfri juga " balas Ibu Agni.
Pak Jefri dan Ayah Agni berbincang di sofa, sedangkan Mama Nita dan Ibu Agni, tidak ingin jauh dari cucu pertama mereka.
" Oh ya ini Nak Dhena, sedang libur ? " tanya Ibu Agni.
" Iya Bu, saat saya tahu Mbak Agni sudah melahirkan, saya langsung ambil cuti untung diperbolehkan " jawab Dhena.
" Hmm iya syukurlah " balas Ibu Agni.
" Gni.. Anak mu cantik sekali.. Ya Tuhan.. Lucu sekali kamu nak.. Sudah di beri nama ? " tanya Mama Nita sambil menimang-nimang cucu nya.
" Belum Ma, mungkin nanti Mas Deva yang akan memberikan nama " jawab Agni.
__ADS_1
" Gimana Dev udah ada nama ? " tanya Mama Nita lagi.
" Belum Ma, masih harus dipikirkan tapi dalam waktu dekat ini, pasti akan sudah ada nama untuk cucu Mama " jawab Deva.
Dhena pun terlihat sangat gemas melihat keponakannya.
" Ma aku mau gendong dong " ucap Dhena.
" Sebentar Mama masih kangen ya.. " balas Mama Nita.
Pak jefri yang mendengar perdebatan istri dan anak perempuan nya ikut menimpali.
" Papa juga belum gendong nih.. mana cucu opa yang cantik " Pak Jefri beranjak dari duduknya lalu menghampiri Mama Nita.
" Ya udah nih.. Sama opa dulu katanya " ucap Mama Nita menyerahkan bayi ke pangkuan Pak Jefri.
Dhena sedikit cemberut, karena keponakan nya malah di serahkan ke opa nya.
" Gak usah cemberut, nanti ganti-gantian tapi gak boleh lama-lama" ucap Deva menggoda Dhena disusul tawa dari semuanya.
" Hmm.. "
Semua bersukacita hari itu, berkat kehadiran anak dan cucu pertama di kedua keluarga. Deva pun merasa tak kalah bahagia rona kebahagiaan terpancar dari wajah kedua keluarga.
Deva yang duduk tepat di sebelah istrinya, langsung merangkul bahu Agni, Agni menoleh ke arah suaminya.
" Terima kasih ya, semua bahagia karena kehadiran anak kita " bisik Deva.
Agni hanya mengangguk tersenyum memeluk suaminya.
__ADS_1
💐💐💐