
Deva sedang duduk di kursi belajar Agni di dalam kamar, ia sedang membuka Ipad nya, ia membuka aplikasi konsultasi online, ia sedang membalas beberapa pesan masuk dari para pasien nya yang berkonsultasi secara online, karena untuk praktek offline Deva sedang cuti sekitar 7 hari.
Agni menghampiri Deva yang sedang fokus pada Ipad nya. Ia duduk di pinggiran kasur. Deva yang langsung mendongak kan wajahnya kearah Agni.
" Lagi apa ? " tanya Agni.
Deva langsung menyimpan Ipad nya, ia berjalan menghampiri Agni, lalu duduk tepat di sampingnya.
" Lagi membalas pesan konsultasi online " ucap Deva.
" Oh.. " Agni hanya mengangguk.
" Kenapa ? " tanya Deva.
" Bukannya kamu cuti Mas ? " tanya Agni.
" Iya aku cuti praktek offline.. ya udah konsul online juga aku cuti deh " jawab Deva tersenyum.
Ia langsung mengambil Ipad nya, ia membuka kembali aplikasi konsultasi online lalu ia menganti pengaturan online menjadi offline di hadapan Agni.
" Mas.. bukan gitu maksud aku, aku cuma nanya aja kan ? " susul Agni setelah melihat Deva meng offline kan konsultasi online nya.
Deva tersenyum menggeleng.
" Gak apa-apa, ini kan masa-masa pengantin kita, maaf ya kalo aku masih sibuk sama kerjaan aku .. " ucap Deva.
" Gak kok Mas, aku gak apa-apa, mereka juga butuh kamu Mas.. "
" Nggak, aku udah alihkan ke dokter yang siaga, tenang aja " ucap Deva mendekat ke arah Agni.
Agni yang melihat tingkah Deva, menjadi kaget sendiri.
__ADS_1
Mau nagapain kamu Mas..
Batin Agni.
Saat wajah mereka hanya tinggal beberapa senti saja, pintu kamar nya di ketuk, membuat mereka berdua menjadi kaget.
" Ya sebentar " ucap Agni.
Deva yang ingin tertawa sendiri dengan tingkahnya barusan.
" A.. aku buka pintu dulu Mas " Agni kikuk, ia menjadi malu sendiri.
Deva hanya mengangguk.
Agni membuka pintu kamar, terlihat Ibnu dan Naysa sudah berada di depan pintu kamar.
" Ada apa ? mau pada kemana nih udah rapi ? " tanya Agni.
" Hmm.. Gni .. sorry nih ganggu, kita mau balik dulu yaa.. sorry banget takutnya kamu lagi tanggung hehehe " ucap Ibnu.
" Jangan di dengerin Gni.. Ibnu mah sengklek orangnya, pokonya aku doain kebahagian rumah tangga kamu ya, semoga cepet kasih ponakan buat kita " ucap Naysa.
" Aamiin makasih ya Kak Nay, Mas Ibnu " ucap Agni memeluk kedua sepupunya.
Tidak lama Deva menghampiri Agni, ia sudah berada di belakang Agni.
" Mau pada kemana nih udah rapi ? " tanya Deva.
" Kita pamit pulang dulu Mas Dokter.. " jawab Naysa.
" Kok buru-buru nanti aja " ucap Deva.
__ADS_1
" Aku harus kembali kerja Mas.. Ibnu juga sama " balas Naysa.
" Oh iya oke.. terima kasih banyak ya.. " ucap Deva.
" Oh ya Gni... kamu kapan balik kerja ? " tanya Ibnu.
" Nu.. masih pengantin baru, ditanya kapan kerja, masih cuti Nu... " ucap Naysa.
" Emang kenapa sih ? " Agni sedikit tertawa.
" Biasa.. Meysa.. oke " Ibnu mengerlingkan satu matanya.
" Dih... ganjen lu.. uda yok... nanti aja kapan-kapan Gni... " susul Naysa lalu mengajak Ibnu kembali ke ruang keluarga.
Agni hanya tertawa.
" Mas.. ketemu sama Bude dan Pak De dulu yuk, kaya nya memang mereka mau pulang " ajak Agni.
" Ayo.. "
Agni dan Deva berjalan menuju ruang keluarga disana sudah berkumpul semua sanak saudara yang akan pulang hari ini.
" Eh pengantin baru.. Bude pulang dulu ya Gni.. selamat atas pernikahan kalian " ucap Ibu Mas Ibnu.
" Terima kasih banyak ya Bude "
" Mas Deva.. selamat juga ya.. "
Semua menyalami Agni dan Deva, mereka pamit pulang untuk kembali dengan aktifitas masing-masing. Setelah seluruh sanak saudara Agni kembali ke rumah masing-masing, tinggalah Agni, Deva dan kedua orangtua Agni.
Orangtua Agni merasa rumah kembali sepi, padahal beberapa hari ini ia merasa bahagia karena kakak-kakak nya berkumpul karena pernikahan Agni.
__ADS_1
Belum lagi nanti Agni akan di bawa Deva untuk tinggal di kota kelahiran nya, mungkin Ibu dan Ayah Agni hanya tinggal berdua di rumah.
💐💐💐