Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 26 - Calon Mama Mertua


__ADS_3

Agni yang terkadang masih labil dan kekanak-kanakan namun Deva yang bisa mengimbangi menjadi sosok pria dewasa dan bijak, itu membuat hubungan mereka semakin hari semakin dekat walaupun mereka dipisahkan oleh jarak, itu tidak membuat Agni dan Deva goyah, walaupun banyak godaan yang menghampiri mereka, Agni masih saja di kejar-kejar oleh Fahri, Deva pun yang didekati oleh rekan satu timnya, namun mereka berdua tetap teguh pada komitmen mereka berdua.


Setelah hampir 3 bulan LDR, akhirnya Deva mengajak Agni untuk bertemu kedua orangtuanya. Ia sudah mengatur jadwal libur nya agar sama dengan jadwal libur Agni.


Agni sedang bersiap menunggu Deva menjemput ke rumah nya, tadinya Agni akan pergi menggunakan kereta ke kota kelahiran Deva, lalu ia meminta Deva untuk menjemput nya di stasiun, namun Deva menolak ia lebih baik menjemputnya ke rumah Agni, ia pun harus meminta ijin kepada kedua orangtua Agni untuk membawanya bertemu kedua orangtua.


" Bu, Pak saya pamit ya, saya pinjam dulu Agni nya " ucap Deva kepada kedua orangtua Agni.


" Mmh.. iya hati-hati ya, ini baru pertama Agni dibawa pergi jauh sama laki-laki, tolong jangan membuat Ayah dan Ibu khawatir " ucap Ibu dengan berat hati.


" Siap Bu.. "


Setelah pamit mereka berdua masuk kedalam mobil, Deva menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan rumah Agni.


Hening di dalam perjalan, perjalan kali ini akan memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam, cukup jauh jarak yang akan di tempuh Agni menuju rumah Deva.


" Mas.. kamu gak capek, bolak-balik kaya gini ? " tanya Agni di tengah-tengah perjalanan ia pun yang hanya duduk saja sudah mulai tidak nyaman karena pinggang yang sudah mulai pegal.


" Hmm.. capek sih, tapi aku udah biasa " ucap Deva.


" Kenapa ? kamu lelah ? istirahat dulu ya di rest area " susul Deva.


Agni hanya mengangguk tersenyum. Setelah cukup beristirahat dan meluruskan punggung nya, mereka kembali melanjutkan perjalanan.


" Nanti.. kamu gak usah anterin aku sampe rumah, aku pulang naik kereta aja " ucap Agni.


" Hmm.. nggak ! aku pasti anterin kamu lagi sampe rumah, gak enak sama kedua orangtua kamu, aku bertanggungjawab atas kamu, karena aku yang bawa kamu " balas Deva.


" Emm.. ya udah " susul Agni pelan kembali menikmati perjalanan nya, ia tidak mau berdebat.


Tidak lama Agni merasa kantuk, ia tertidur padahal sebentar lagi sampai di kota kelahiran Deva. Untungnya rumah Deva tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 15 menit dari pusat kota menuju rumah Deva.


Saat memasuki komplek perumahan nya, Deva memarkirkan mobilnya terlebih dahulu untuk membangunkan Agni yang masih tidur dengan nyenyaknya.


" Gni.. bangun.. udah sampe " ucap Deva lembut.


Agni terperanjat, ia terbangun.


" Udah nyampe ? " tanya Agni.


" Iya " jawab Deva tersenyum.


Deva memberikan waktu kepada Agni untuk mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu, ia melihat wajahnya lalu merapikan jilbabnya.


Deva lalu kembali melajukan mobilnya menuju rumah orangtuanya yang ia tinggali. Deva masuk kedalam rumah yang pagar nya terbuka otomatis, lalu tertutup otomatis kembali.


Sesampainya di depan rumah Deva, ada perasaan ragu dalam hati Agni, jantungnya sedikit berdekup kencang, terlintas dalam pikirannya, bagaimana kah orangtua Deva setelah bertemu dengannya ?


Setelah turun dari mobil, Agni masi berdiri di depan teras rumah Deva, Deva yang melihat Agni tidak mengikuti nya kembali menghampiri Agni.


" Ayo.. kenapa diam disitu ? " ajak Deva.


" Oh.. ya.. " Agni mengekori Deva masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Pintu rumah terbuka.


" Assalamu'alaikum.. " ucap Deva.


" Assalamu'alaikum.. " ucap Agni pelan.


" Wa'alaikumusalam.. " terdengar jawaban seorang wanita dari dalam rumah.


" Dev.. sudah kembali lagi kamu ? " Mama Nita menghampiri Deva dan Agni.


" Sudah Ma.. Oya Ma.. ini Agni yang aku ceritakan tempo hari " ucap Deva memperkenalkan.


Mama Nita melihat Agni dari atas sampai bawah.


Apa-apa an sih Deva bawa anak SMA .. ck... gak inget umur tuh anak.


Mama Nita membatin.


" Ma.. " Deva membuyarkan lamunan Mama nya.


" Oh ya salam kenal Agni " ucap Mama Nita.


" Salam kenal Bu " Agni menyalami calon mertuanya.


" Ayo silakan duduk, sebentar ya Mama ambilkan dulu minum " Ucap Mama Nita berlalu meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


Agni merasa ada yang lain dari calon mertua nya dari cara ia menatap dan berbicara, walaupun tetap ramah kepada Agni. Ia menepis pikiran-pikiran buruk yang terlintas di dalam pikirannya.


" Gni.. duduk dulu ya, aku kedalem dulu sebentar, kamu santai aja, disini cuma ada Mama ku, Papa biasanya masih di rumah sakit jam segini " ucap Deva.


Ingin rasanya ia berkata untuk jangan meninggalkan nya di ruangan itu sendiri, tapi sepertinya tidak mungkin.


Disaat yang bersamaan Mama Nita kembali membawa teh hangat dan cemilan.


" Silakan diminum " ucapnya.


" Terima kasih banyak Bu " balas Agni.


" Oya kamu tinggal dimana ? " tanya Mama Nita.


" Saya tinggal di kota Metro Bu " jawab Agni.


" Oh ya.. " Mama Nita manggut-manggut.


" Kamu kenal sama Deva dimana ? " tanya Mama Nita lagi.


" Kita kenal di rumah sakit, Ma.. " jawab Deva, yang datang dari dari dalam rumah.


Kedatangan Deva membuat hati Agni sedikit tenang, ia bisa menghela nafas sedikit santai.


" Oh.. jadi kamu pasien nya Deva gitu ? "


Agni terus-terusan dibredel pertanyaan oleh Mama Nita.

__ADS_1


Mas Deva bantu aku... !!!


Batin Agni.


Untung Deva mengerti dengan sigap ia selalu membantu Agni menjawab pertanyaan dari Mama nya.


" Kamu sekolah kelas berapa Nak ? " Mama Nita terus bertanya.


Saat Agni akan menjawab, Deva keburu menjawab pertanyaan Mama nya.


" Ma.. Agni udah kerja, dia bukan anak sekolah lagi, dia Bidan Ma.. " ucap Deva.


" Oh.. ya... masih muda ya.. " ucap Mama Nita.


Agni hanya bisa tersenyum canggung, ia merasa suasana menjadi kurang nyaman.


" Ya sudah, Mama tinggal dulu ya " ucap Mama Nita berjalan meninggalkan mereka berdua.


Agni merasa sedikit lega.


" Kamu kenapa ? " Deva yang melihat wajah Agni tegang sedari tadi.


" E..nggak kok.. gak apa-apa " balas Agni canggung.


" Kamu capek ? kalo capek istirahat aja di kamar Dhena mau ? " tanya Deva.


" Gak usah Mas.. nggak kok aku gak capek, tadi udah tidur juga kan di mobil, mmh.. boleh aku ikut ke toilet Mas ? " ucap Agni.


" Oh silakan, ayo aku antar " Deva mengantar Agni menuju toilet rumahnya.


Saat Deva selesai mengarahkan posisi toilet ia duduk menunggu Agni di kursi ruang makan, disaat yang bersamaan Mama Nita menghampiri Deva.


" Dev.. " Mama Nita duduk disamping Deva.


" Iya Ma.. " Deva tersenyum.


" Euh.. kamu yakin ? sama.. Agni ? " tanya Mama Nita tanpa basa basi.


" Aku yakin Ma.. " jawab Deva lugas.


" Dia itu masih terlalu muda buat kamu, umur kalian itu lumayan jauh Dev, Mama khawatir kamu gagal lagi, kamu tahu Agni itu seusia adik kamu, seusia Dhena masih seneng main, kumpul-kumpul sama temen, kamu liat deh kalo dia libur kuliah kaya apa, Mama bukannya tidak merestui kalian, tapi Agni masih terlalu muda menurut Mama.. Dev.. Mama bukannya tidak suka pada Agni, bukaan.. dia terlihat anak yang baik, tapi.. dia masih terlalu muda untuk menikah dengan kamu, kamu dulu sama wanita dewasa saja kamu gagal, apalagi dengan wanita yang masih muda gini, apa kamu bisa mengimbangi nya nanti Dev.. " ucap Mama Nita.


" Ma.. tolong jangan membicarakan ini dulu, ada Agni disini Ma.. " ucap Deva memelankan suaranya.


" Belum lagi dia anak Ibu Kota, sedangkan kamu, kita ini dari daerah, sudah pasti akan berbeda Dev.. semoga kamu mengerti ya .. " susul Mama Nita.


Dilain tempat Agni yang sedari tadi sudah selesai melakukan aktivitas nya di toilet, mendengar semua percakapan Deva dan Mama nya, hatinya sedikit tersayat, entah mengapa air mata lolos dari pelupuk matanya tanpa di komando. Ia berpikir apakah ini jawaban dari do'a yang ia panjatkan kepada sang Maha Kuasa. Agni segera menyeka kasar air matanya.


" Permisi Bu.. Mas " Agni berjalan melewati mereka berdua menuju ke ruang tamu kembali.


Deva yang sedikit terhenyak melihat Agni sudah selesai dengan aktifitasnya.


" Mama sih.. kenapa harus bicarakan ini sekarang " Deva langsung menyusul Agni ia merasa tidak enak jika Agni mendengar obrolan ia dengan Mama nya.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2