Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 37 - Alhamdulillah.. Sah !


__ADS_3

" Saya terima nikahnya Agni Kinandari Binti Bapak Luckyto dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai "


" Sah.. "


" Sah.. "


" Sah.. "


" Alhamdulillah.. "


Ijab Kabul Deva dan Agni telah dilaksanakan, mereka sudah menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama dan negara sekarang.


Seluruh kerabat dan keluarga menghadiri acara pernikahan Deva dan Agni. Meysa dan Imel ia diberikan kebaya warna senada dengan keluarga mempelai wanita.


Mereka menyalami dan memberikan selamat kepada pengantin baru.


" Selamat ya Agni dan suami ... "


" Selamat Dokter Deva dan Bidan Agni.. "


" Selamat Pak Luckyto.. "


" Selamat Dokter Jefri.. "


" Selamat Bu Nita .. "


Semua memberikan selamat dan bersuka cita atas pernikahan Deva dan Agni.


" Deva.. anak Mama akhirnya kamu melepas masa lajang juga, jangan ditunda-tunda ya.. Mama sudah tidak sabar memiliki cucu " bisik Mama Nita ke telinga Deva.


Deva hanya tersenyum kecil, sambil menyalami beberapa tamu undangan yang hadir.


Para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan MC mempersilakan juga kepada keluarga yang akan bersua foto mengabadikan moment-moment indah pernikahan Deva dan Agni.


" Eh.. kita belum di foto bareng Agni dan Mas Deva loh " ucap Naysa ke Ibnu.


" Bentar masih ngunyah baso " Ibnu dengan santai memakan baso.


" Ayo cepet.. "


" Bentar Nay.. gak sabar amat ! " Ibnu segera menghabiskan baso nya yang tinggal satu butir lagi.


Saat Naysa dan Ibnu berjalan, mereka melewati Meysa dan Imel. Ibnu mengehentikan langkahnya.


" Eh bentar Nay.. itu temen nya Agni kan ya.. ajak bareng yuk " ucap Ibnu.


" Mana ? " tanya Nasya.


" Itu yang lagi ngobrol sama Emak elu.. " jawab Ibnu.

__ADS_1


" Ya udah ayo " Nasya pun meniyakan.


Mereka berdua menghampiri Mama Nasya yang tidak lain adalah Kakak dari Ibu Agni.


" Mah.. " panggil Nasya.


" Eh iya Kak.. " ucap Ibu Nasya.


" Hmm.. kamu temen nya Agni kan ? Foto bareng yu sama pengantin " ajak Ibnu tanpa basa-basi.


" Mmh.. oke.. " Imel mengiyakan lalu menyenggol Meysa.


" Kita foto dulu ya Tan " ucap Ibnu.


" Oke "


Mereka berempat menuju pelaminan di saat akan menuju pelaminan, Ibnu pun mengajak beberapa sepupu yang lain.


Saat menaiki pelaminan, Agni yang dari jauh sudah tertawa melihat tingkah Ibnu sepupunya ia berjalan tidak mau jauh dari Meysa.


" Ribet amat sih lo Nu " ucap Nasya.


" Diem lu, gue lagi pedekate.. " balas Ibnu.


Nasya hanya menggelengkan kepalanya, namun Meysa menjadi sedikit canggung, walaupun sebelum acara di mulai tadi Meysa sudah berkenalan dengan Ibnu, namun tetap saja ia merasa ada yang lain dari saudara Agni ini.


" Agniiiii.... happy wedding yaa.. sakinah Mawadah warahmah.. doain aku yaaa.. semoga cepet nyusul nih.. " ucap Nasya memeluk Agni.


Lalu Nasya menyalami Deva.


" Selamat Mas Deva "


" Terima kasih banyak "


Disusul oleh Ibnu lalu Meysa, beberapa sepupu lain dan terakhir Imel.


" Kak Ibnu makasih banyak " ucap Agni.


" Sama-sama adikku yang kadang manja kadang nyebelin hahahah "


" Dih.. eh apaan nih mepet-mepet gini ? " tanya Agni melihat Ibnu menarik Meysa sedikit.


" Doain kita ya.. cepet nyusul juga " ucap Ibnu dengan PD nya.


" Hah.. Kak Mey ? " Agni membulatkan matanya.


" Nggak.. nggak kok.. sepupu kamu yang ngarang Gni... "


" Kak Mey harus kuat ya.. agak sengklek dia " bisik Agni namun terdengar oleh semuanya membuat semua kembali tertawa.

__ADS_1


Semua saudara Agni bersorak ke Ibnu.


" Tenang-tenang biasa doi masih malu-malu " ucap Ibnu.


Semua tertawa, Meysa jadi sedikit canggung.


" Udah deh daripada ribet, iyain aja semua.. iya.. Ibnu.. Iya.. hahahha " ucap Nasya disusul tawa dari yang lainnya.


Mereka akhirnya bersua foto bersama, Ibnu masih tetap tidak mau jauh dari Meysa walaupun kadang Meysa menjadi risih sendiri karena sikap Ibnu. Namun Ibnu tidak patah semangat ia terus pepet Meysa, Meysa hanya bisa pasrah.


...****************...


Acara resepsi pernikahan Agni dan Deva sudah selesai di selenggarakan, Agni dan Deva bertolak menuju rumah dari gedung tempat resepsi mereka. Orangtua dan kerabat dari Deva sudah kembali pulang ke kota masing-masing, hanya tinggalah Deva di Kota Metro ini.


Deva akan berada di tempat Agni sekitar 2 hari setelah itu Agni akan dibawa oleh Deva pulang ke rumah orangtuanya untuk sementara waktu sebelum mereka memiliki rumah pribadi sendiri, awalnya Agni tidak ingin tinggal bersama mertua, namun bagaimana pun ia juga harus mengikuti perintah Deva yang sudah menjadi suaminya sekarang.


Ia pun belum memikirkan nasib pekerjaan nya, apakah Deva masih mengijinkan ia bekerja di Rumah Sakit Husada atau ikut bersama Deva.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Agni sedang duduk di pinggiran kasur sambil memainkan ponselnya membalas pesan-pesan yang masuk untuk mengucapkan selamat. Walaupun ia sudah merasa berat pada matanya, namun ia berusaha tetap terjaga.


Deva baru menyelesaikan aktivitas nya di kamar mandi, ia keluar dengan sudah menggunakan pakaian rumahan dan rambut yang masih basah. Agni memperhatikan suaminya, baru kali ini ia melihat Deva dengan penampilan seperti itu.


Biasanya Agni melihat Deva yang rapih dengan jas kebesaran nya, walaupun sedang tidak memakai Jas, Deva selalu berpakaian rapi khas orang-orang kantoran.


" Gak usah merhatiin kaya gitu " ucap Deva membuat Agni membulatkan matanya.


Agni lalu kembali fokus pada ponsel di hadapannya, jujur ia merasa wajahnya memerah seperti tomat yang sudah masak.


Kok dia bisa tahu kalo aku merhatiin ... ckkkkk... kenapa jadi canggung dan aneh...


Batin Agni.


Deva menghampiri Agni.


" Kenapa duduk di pojokan gitu sih ? ini kasur masih luas loh " ucap Deva duduk di pinggiran kasur juga.


" Hmm.. " Agni hanya tersenyum canggung lalu menyimpan ponselnya diatas nakas.


" Sini lah.. kaya baru ketemu aja " ucap Deva terus menggoda Agni.


" Iya kita udah lama kenal tapi baru kali ini ada laki-laki di kamar aku " balas Agni.


" Berarti mulai malam ini kamu sudah harus terbiasa, akan ada laki-laki terus yang akan menemani kamu tidur " susul Deva.


Agni hanya tersenyum kecil. Deva tersenyum memandang wajah Agni yang sudah menjadi istrinya.


..." Jauh atau pun dekat, lama ataupun singkat,...


...jika takdirmu dan takdirku terikat, satu waktu kita pasti akan duduk di akad " - Deva Rayendra...

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2