
Agni masih duduk di posisinya.
" Tidur yuk " Ajak Deva.
Agni hanya mengangguk, Deva menarik selimut lalu masuk kedalam selimut. Agni masih tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini ia harus tidur dengan Deva satu kamar dan satu kasur pula.
" Mas .. mhh.. boleh gak aku tidur gak dikamar ini ? " tanya Agni.
" Hah... " Deva kembali bangun lagu duduk menyender ke senderan kasur.
" Kalo kamu memang belum terbiasa, gak apa-apa aku yang tidur di luar " ucap Deva beranjak dari kasur.
" Eh.. Mas .. Mas.. jangan keluar, duh.... " Agni mencegah Deva.
Jika Deva benar tidur di luar itu akan menjadi pertanyaan besar dari kedua orangtuanya belum lagi di rumah Agni sebagian keluarga masih menginap dan akan pulang besok paginya.
" Loh tadi katanya kamu belum terbiasa ? " tanya Deva.
" Iya tapi, jangan Mas Deva yang tidur di luar " jawab Agni.
" Ya terus aku harus gimana sekarang ? " tanya Deva lagi.
Agni bingung sendiri ia menghela nafas dalam.
" Mas Deva disini aja " ucap Agni.
" Aku gak bakal ngapain-ngapain kamu kok tenang aja, aku bakal nunggu kamu siap " balas Deva tersenyum.
Agni hanya terdiam, namun ada perasaan tenang dalam hatinya, tapi bagaimana pun mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, hal itu pasti akan terjadi.
Mereka sudah menikah sah secara agama dan negara, mereka juga harus melaksanakan hak dan kewajibannya sekarang sebagai sepasang suami istri.
" Kamu suka gelap atau terang ? " tanya Deva membuyarkan suasana.
" Hmm.. gelap Mas.. "
" Ya udah kamu matiin lampunya ya.. " Deva kembali masuk kedalam selimut, sejujurnya ia pun merasa sangat lelah, matanya sudah sangat berat, tidak lama terdengar dengkuran halus yang didengar oleh Agni.
Agni masih pada posisi nya. Ia menatap wajah suaminya.
" Cepet banget tidur nya.. pake ngorok lagi " batin Agni.
Agni pun masuk kedalam selimut, akhirnya ia terlelap tidur.
__ADS_1
Tidak ada sesuatu yang berarti di malam pertama mereka, karena keduanya pun benar-benar lelah setelah acara resepsi pernikahan mereka tadi siang, belum lagi para tamu undangan yang tidak sempat datang ke gedung, mereka datang ke rumah Agni, sehingga waktu maghrib menjelang baru para tamu undangan sudah tidak berdatangan.
...****************...
Agni dibangunkan oleh alarm pada ponselnya, ia merasa sangat singkat tidur semalam apa karena ia sedang kelelahan. Ia perlahan membuka matanya. Ia merasa aneh bukan guling yang ia peluk melainkan seorang laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya, sontak ia kaget.
" Astagfirullah... " Agni bangun sedikit berteriak mendorong suaminya.
Bugggggg..
Braakkkkk...
Deva pun terguling karena dorongan Agni. Ia membulatkan matanya saat melihat Deva terbangun yang sudah berada di bawah.
" Ya Allah Mas Deva.. " Agni baru tersadar, ia langsung turun membantu Deva untuk bangkit duduk, ia pun memegang hiasan diatas nakas yang berisik karena tersenggol tubuh Deva yang jatuh.
Duhh.. bisa salah kaprah nih orang yang denger diluar, pasti mereka udah pada bangun karena akan melaksanakan shalat subuh.
" Ada apa sih ? " tanya Deva parau sambil mengucek-ngucek matanya.
" Mas.. maafin aku.. maaf banget " Agni meminta maaf.
" Kamu kalo bangunin aku, gak usah sampe di dorong gitu Gni.. " ucap Deva yang masih dirundung rasa kantuk.
" Ya udah, jam berapa ini ? " tanya Deva serasa kembali menarik selimut.
" Jam 5 pagi Mas.. " ucap Agni.
Deva hanya mengangguk kembali memejamkan matanya.
" Mas.. aku ambil wudhu duluan ya.. " Agni melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah menyelesaikan aktifitasnya, ia keluar dari kamar mandi melihat Deva masih berada di dalam selimut.
" Mas ke kamar mandi dulu " ucap Agni.
" Hmm... "
" Ayo Mas keburu siang shalat nya " ucap Agni.
" Gak mau bangun.. kalo nggak...... " Deva menghentikan ucapannya sambil menunjuk ke arah pipinya.
" Aku udah punya air wudhu Mas.. "
__ADS_1
" Tinggal berwudhu lagi " balas Deva santai.
" Ya Allah.. belum sehari jadi suami nih " gerutu Agni.
" Apa kamu bilang ?! " Deva langsung bangun dari tidur nya.
" Iya nanti udah shalat ya.. " ucap Agni.
" Beneran ya... " dengan langkah cepat kilat Deva berjalan menuju kamar mandi namun ia salah membuka pintu, ia malah membuka pintu kamar.
Agni yang sudah memakai mukena, segera berlari mencegah.
" Mas..Mas Deva.. mau kemana ? " tanya Agni.
" Ke kamar mandi kan ? " jawab Deva.
" Itu salah pintu, yang sebelah kanan pintu kamar mandi Mas " ucap Agni.
" Ya ampuunnnn.. efek ngantuk gak ilang-ilang " Deva menggerutu.
Agni hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya.
Dilain tepat benar saja saudara-saudara Agni sudah bangun, mereka akan melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu, setelah itu mereka akan bersiap-siap untuk pulang.
Ibu Agni sedang menyiapkan sarapan, sudah kebiasaan di keluarga Agni, mereka akan bangun subuh, lalu menyiapkan sarapan.
Saat sanak saudara Agni sedang berkumpul di ruang tengah, terdengar suara berisik dari kamar Agni, semua saling menoleh dan senyam senyum sendiri.
" Apaan tuh ? Gencatan senjata dari kamar Agni " ucap Ibnu sekenanya.
Nasya tertawa di tahan begitupun saudara yang lainnya.
" Ibnu.... ! " Ibu Ibnu menoleh sedikit melotot ke arah anaknya.
" Jangan suka usil ! " susul Ibu Ibnu.
" Maaf Bu, keceplosan hehehe "
Ibu Neta hanya tertawa kecil mendengar ocehan Ibnu. Ibu pun tidak mengapa, karena mereka sudah menjadi sepasang suami istri, apapun yang mereka lakukan sudah sah dan halal.
Padahal pada kenyataannya tidak ada sesuatu yang terjadi, yang ada kegaduhan terjadi karena Deva terjatuh dari tempat tidur karena didorong oleh Agni.
💐💐💐
__ADS_1
Terima kasih yaa readers yang sudah mendoakan Deva dan Agni.. kira-kira Agni dan Deva honeymoon kemana ya ?? ada rekomendasi gak nih dari para readers.. 🤭🤭🤭