
Setelah berbagai drama yang dijalankan oleh Mentari, akhirnya ia mengakui jika dirinya yang meminta Gavin untuk mencelakai Agni.
Namun karena Gavin tidak tega melihat Agni yang sedang hamil, ia meminta Tommy untuk mengeksekusi mobil Deva dengan cara memutus kabel Rem yang membuat Rem mobil Deva tidak berfungsi sehingga akan menimbulkan kecelakaan.
Deva yang diminta untuk datang ke kantor polisi sudah memenuhi panggilan, ia sedang di ruangan pemeriksaan bersama Bian, Deva meminta jika ia ingin dipertemukan dengan Mentari.
Tidak lama pintu ruangan di ketuk, terlihat seorang wanita dan satu orang petugas masuk kedalam ruangan yang ada Deva dan Bian di dalamnya.
" Permisi " ucap petugas.
Bian hanya mengangguk.
Mentari sedikit terhenyak saat ia melihat Deva duduk tepat dihadapan nya.
" Dev.. " ucap Mentari lirih.
Deva melihat seperti bukan Mentari, dengan wajah kusam tanpa polesan make up, mata bengkak sisa menangis, rambut tidak beraturan, sungguh bukan seorang dokter Mentari yang ia tahu, dokter kecantikan yang sudah tidak diragukan lagi kecantikannya, hanya sayang hati dan perilaku nya tidak secantik wajahnya.
Deva hanya terdiam melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
" A..aku minta maaf Dev .. " ucap Mentari terbata.
" Aku tidak pernah menyangka Tar, kamu berbuat seperti ini, aku pikir permasalahan kita sudah selesai " balas Deva.
" Aku cinta sama kamu Dev, kenapa kamu gak pernah melihat aku.. " ucap Tari.
Deva menarik nafas dalam.
" Maafkan aku, mungkin memang aku yang salah, aku sudah pernah bilang kan, maaf aku gak bisa, aku gak bisa sama kamu, janganlah kamu berbuat nekat Tar, apapun itu aku sekarang sudah menikah, sudah punya istri, sebentar lagi akan memiliki anak, tolong.. untuk jangan mengganggu kami, kamu ingin hidup tenang kan ? kami pun sama " balas Deva.
Mentari menjadi terisak. Bian yang memperhatikan Deva dan Tari menjadi salting sendiri, ia merasa sedih namun ia mengetahui kebenaran setelah ia diberitahu oleh Deva, kesedihan Bian berubah menjadi kekesalan.
" Tapi kamu memaafkan aku kan Dev ? tolong Maafkan aku.. aku tidak mau berlama-lama disini Dev.. aku mau pulang.. tolong cabut laporan nya Dev.. nasib aku ada dikamu sekarang aku janji aku gak akan ganggu kamu lagi, aku gak akan ganggu istri kamu " ucap Mentari.
" Tar.. aku sudah memaafkan kamu, istriku pun sama hanya saja.. aku tidak bisa mencabut kembali laporan polisi, proses hukum tetap berjalan, kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu perbuat " balas Deva.
" Dev.. kok kamu tega sih sama aku Dev.. "
Deva hanya terdiam. Mentari kembali tidak kondusif, ia lalu kembali dibawa ke sel oleh petugas.
__ADS_1
Setelah kepergian Mentari tinggal Deva dan Bian yang berada di ruangan.
" Pak Bian lanjutkan saja prosesnya " ucap Deva.
" Baik Pak Dokter tinggal satu keterangan lagi dari Tommy, setelah selesai semua berkas, ketiga nya akan kami limpahkan kasusnya ke kejaksaan " ucap Bian.
" Ya.. saya percayakan semua kepada pihak kepolisian karena pihak kepolisian yang lebih mengerti "
" Baik Pak Dokter "
" Kalau begitu saya permisi, kabari saya untuk perkembangan nya " ucap Deva.
" Baik, pasti kami kabari "
Deva pamit, ia akan kembali pulang ke rumah, sedangkan Bian ia sedang berjibaku untuk memeriksa kembali tersangka bernama Tommy.
Tommy, Gavin dan Mentari akan dijatuhi hukuman sekitar 10-20 tahun penjara sesuai dengan peran mereka masing-masing dalam merencanakan kecelakaan pada mobil Deva.
Semoga kejadian ini membuat Mentari, dkk menjadi jera untuk tidak berbuat nekat mencelakai orang lain.
__ADS_1
💐💐💐