Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 74 - Double Job


__ADS_3

Deva sedang berada di ruangan Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu yaitu Dokter Jefri ayah nya sendiri. Tadi setelah selesai praktek poli Deva diminta untuk ke ruangannya ada yang ingin Pak Jefri bicarakan kepada anak sulungnya.


" Begitu Dev.. jadi Papa harap kamu juga bisa bekerja sama di Klinik kasih Ibu sebagai dokter spesialis kandungan disana " ucap Ak Jefri.


" Hmm.. aku bicarakan dulu dengan Agni ya Pa, karena jika Deva membuka praktek selain di rumah sakit pasti jam kerja Deva juga bertambah " balas Deva.


" Ya.. bicarakan dulu saja dengan Agni " susul Pak Jefri.


" Ya Pa.. terima kasih atas tawarannya, Deva akan pertimbangkan juga " ucap Deva.


" Oke.. nanti seandainya kamu menerima tawaran Papa ini, waktu praktek bisa kamu sesuaikan sendiri " balas Ak Jefri.


" Ya baik Pa.. kalau begitu Deva kembali ke ruangan dulu Pa, karena sebentar lagi Deva harus memeriksa beberapa pasien rawat inap " ucap Deva.


" Oke ya.. "


Deva berlalu dari ruangan Papa nya, ia kembali memikirkan tawaran Papa nya untuk menerima tawaran praktek di klinik kasih Ibu.


Klinik Kasih Ibu adalah Klinik Ibu dan Anak dari Rumah Sakit Kasih Ibu, di klinik memang sedang membutuhkan tenaga Dokter spesialis kandungan.


Disaat yang bersamaan ponselnya berdering, terlihat pada layar ponsel Agni menghubungi nya.


Deva : " Ya sayang "


Agni : " Mas kamu masih di rumah sakit ? udah selesai praktek poli ? "


Deva : " Udah, aku tinggal visit sekarang, ada apa ? mau dibeliin apa nanti aku pulang ? "


Agni : " Ga usah Mas.. aku cumaa.. mau... kamu fotoin kamu lagi dimana "


Deva : " Aku lagi di ruang periksa, oke aku kirim fotonya ya "


Agni : " Oke "


Klik telepon ditutup.


Deva memandang ponselnya, ia tersenyum kecil.


Aneh banget.. ada-ada aja kelakuannya yang gak biasa..


Gumam Deva menggelengkan kepalanya, ia lalu berjalan dari duduknya keluar ruangan mencari siapa tahu ada perawat untuk dimintai tolong, disaat yang bersamaan ada seorang perawat yang berjalan melewati ruangan Deva.


" Sus sebentar, boleh minta tolong " ucap Deva.


" Oh ya Dok, ada yang perlu dibantu apa ya ? " tanya perawat itu.


Dengan menepiskan rasa malu Deva meminta perawat untuk memfotonya.


" Tolong fotoin saya " ucap Deva menyerahkan ponselnya kepada perawat itu.


" Fotoin dok ? " tanya perawat heran.


" Iya ayo.. disini ya " jawab Deva.


" O.. oh iya dok.. "


Perawat memposisikan ponsel Deva. Lalu.. Cekrekk..


" Sudah dok "


" Oke makasih " ucap Deva.


" Baik, permisi dok " perawat keluar ruangan Deva dengan penuh tanda tanya.


Aneh banget dokter Deva, kenapa gak selfie sendiri aja ya..

__ADS_1


Batin perawat sambil tertawa kecil dalam hatinya.


Deva langsung mengirimkan foto nya kepada Agni. Ia tidak mau terjadi salah paham lagi dengan istrinya, itu membuat Deva menjadi pusing jika Agni merajuk.



Pesan terkirim, tidak lama Agni membalas pesan suaminya.


Ganteng nya suami ku...


Deva tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, membaca pesan dari istrinya yang tidak biasa.


...****************...


Deva sudah sampai rumah, ia melihat mobil Papa nya sudah berada di garasi rumah.


" Tumben Papa udah pulang duluan, biasanya lebih dulu aku sampai rumah dibandingkan Papa " batin Deva.


Deva keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan masuk kedalam rumah.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumusalam " suara Pak Jefri menjawab salam anaknya.


" Pah tumben jam segini sudah sampai rumah ? " tanya Deva menyalami Papa nya.


" Tadi harusnya Papa operasi dulu tapi pasien tidak mau menandatangani surat persetujuan, mereka lebih memilih pasien untuk dibawa pulang, ya sudah Papa juga pulang " jelas Pak Jefri.


" Oh gitu.. Mama mana ? " tanya Deva.


" Tadi sih di belakang " jawab Pak Jefri.


" Kalo Agni Pah ? " tanya Deva lagi.


" Kayanya di kamar Dev, Papa juga belum ketemu Agni " jawab Pak Jefri.


" Ya " Pak Jefri mengangguk.


Deva masuk kedalam kamar, ia mengedarkan pandangannya. Terlihat Agni sedang duduk di sofa, namun dengan posisi yang tidak berubah.


" Sayang.. assalamu'alaikum " ucap Deva menghampiri Agni.


Agni tidak bergeming. Deva semakin mendekat, ia melihat Agni memejamkan matanya lalu sebelah tangan nya masih memegang novel, sepertinya Agni ketiduran saat membaca novel.


" Ya ampun ini tidur gak bener kaya gini, gimana kalo pinggang kamu sakit Gni... " gumam Deva membetulkan posisi tidur istrinya.


Buku novel yang Agni baca Deva simpan di atas meja. Agni semakin tertidur pulas, Deva mengelus perut istrinya yang sudah semakin terlihat jika Agni sedang hamil.


Deva tersenyum kecil. Ia lalu beranjak berjalan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Deva membuka lalu menyimpan baju kotor di tempatnya, ia masuk ke kamar mandi untuk mandi membersihkan tubuhnya.


Tidak lama Agni yang terbangun dari tidurnya, ia merasa jika posisi tidurnya sudah berubah.


" Hmm.. kok aku tidur nya jadi bener, perasaan tadi lagi baca novel deh.. " gumam Agni melihat ke sekeliling kamar.


Ia lalu melihat jas putih suaminya tersimpan di kursi rias, lalu terdengar gemericik air dari kamar mandi.


" Mas Deva udah pulang, pasti di lagi mandi " batin Agni.


Ia bangun lalu berjalan menuju lemari pakaian, ia berniat untuk menyiapkan baju rumahan untuk suaminya.


Disaat yang bersamaan pintu kamar mandi terbuka, Deva keluar kamar mandi dengan rambut yang basah, Agni menoleh ke arah suaminya.


" Kamu sudah bangun ? " tanya Deva.


" Hmm.. " Agni mengangguk.

__ADS_1


" Jangan dibiasakan tidur sambil duduk, nanti pinggang kamu sakit, kalau mau tidur yang normal aja posisinya di kasur " ucap Deva.


" Aku ketiduran Mas itu, tadinya gak niat tidur kok " balas Agni.


" Iya.. lain kali jangan gitu lagi " ucap Deva.


Agni mengangguk.


" Mas ini baju nya " ucap Agni.


" Oh ya, makasih " Deva mengambil baju lalu menggunakan baju itu di ruang ganti.


Tidak lama ia kembali menghampiri Agni. Agni kembali duduk di sofa kamar.


" Yang.. " panggil Deva.


" Ya Mas .. "


" Ada yang mau aku bicarain sama kamu "


" Tentang ? " tanya Agni.


" Hmm gini.. tadi aku dipanggil Papa ke ruangan nya waktu dirumah sakit, intinya Papa minta aku buat praktek di klinik, klinik anak dan ibu rumah sakit Kasih Ibu " Deva menjelaskan.


" Oh gituu " Agni manggut-manggut.


" Lokasi Klinik gak jauh kok dari sini Yang.. " ucap Deva.


" Dimana Mas ? " tanya Agni.


" Sebelum pertigaan, 5 menitan lah " jawab Deva.


" Hmm.. aku sih gimana kamu aja Mas, aku dukung aja apapun pilihan kamu.. " ucap Agni.


" Oke.. makasih ya.. "


" Iya Mas sama-sama "


Deva merangkul istrinya.


" Oya Mas.. tadi hari ini kamu di rumah sakit ada kegiatan apa aja ? " tanya Agni.


" Hah.. kegiatan apa aja ya ???? " Deva menggoda istrinya.


Agni memperhatikan wajah Deva dengan tatapan intimidasi.


" Kamu kok sekarang jadi gitu Yang.. " ucap Deva.


" Gitu gimana ? " tanya Agni menyelidik.


" Ya kan tadi aku udah kasih tahu kamu di telepon, udah kirim foto juga " jawab Deva.


" Tapi aku pengen tahu lagi dari kamu sekarang " ucap Agni.


Deva hanya tertawa kecil.


" Ya biasalah, aku praktek di poli, terus tadi ke ruangan Papa dulu terus visit pasien rawat inap, balik lagi ke ruangan ku buat konsul koas, udah gitu pulang " ucap Deva menjelaskan.


" Hmm.. " Agni mengangguk.


" Terus sekarang giliran aku, kamu seharian ini ngapain aja ? " tanya Deva.


" Aku seharian ini lebih banyak makan tidur makan tidur ngemil, tadi makan siang aku dimasakin Mama, Mama gak boleh aku capek-capek katanya " ucap Agni bergelayut manja.


Deva mengangguk tersenyum, mengacak puncak kepala istrinya.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2