Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 91 - Obrolan di Ruang Makan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Mama Nita sudah berjibaku di dapur dan sudah tercium aroma masakan yang menyengat, Agni keluar dari dalam kamar untuk memeriksa keadaan di dapur karena tidak biasanya dapur menjadi produktif sepagi ini.


Agni menghampiri Mama Nita yang sedang berdiri membelakanginya.


" Ma.. " panggil Agni.


" Eh iya Gni.. " Mama Nita membalikkan badannya.


" Mama masak apa sepagi ini ? " tanya Agni.


" Oh ini loh Gni.. hari ini temen-temen arisan Mama mau pada kesini, ya Mama membuat jamuan seadanya aja deh.. " jawab Mama Nita.


" Oh gitu Ma.. Agni bantu ya .. "


Disaat yang bersamaan Deva dan Pak Jefri keluar kamar, mereka pun menghampiri Agni dan Mama Nita yang berada di dapur.


" Ma.. pagi-pagi tumben sekali sudah masak " ucap Pak Jefri.


" Iya Pah, rencana nya hari ini temen Mama mau pada dateng " balas Mama Nita.


" Temen yang mana ? " tanya Pak Jefri.


" Arisan hehehe " jawab Mama Nita.


" Oh... " jawab Pak Jefri dan Deva berbarengan.


" Ma.. jadi mana yang harus aku bantu ? " tanya Agni.


" Oh ya, kamu kupasin buah aja ya nanti simpan di kulkas kalau sudah semua " jawab Mama Nita.


" Iya Ma "


Agni mengikuti perintah Ibu Mertuanya, ia mengambil pisau dan buah semangka juga melon, lalu ia duduk tepat disebelah suaminya.


" Dhena belum bangun ? " tanya Pak Jefri.


" Kayanya udah Pah, cuma biasa dia suka males-malesan kalo libur " jawab Mama Nita.

__ADS_1


" Oh dia libur praktek hari ini ? " tanya Pak Jefri lagi.


" Iya Pa "


Di meja ruang makan, Agni, Deva dan Pak Jefri duduk bersama, Mama Nita masih sibuk di depan kompor sedang memasak teriyaki daging sapi.


" Oya Dev gimana perkembangan kasus kecelakaan kamu tempo hari ? " tanya Pak Jefri.


Mama Nita menghentikan aktifitas nya lalu menghampiri dan duduk tepat disebelah Agni, begitupun Agni ia pun menyimak obrolan mertua dan suaminya.


" Sudah mendapatkan titik temu Pah.. ada seseorang yang sudah di curigai dan terekam cctv klinik, tapi Deva tidak tahu dan tidak mengenalinya, entah itu suruhan atau bagaimana Deva pun kurang begitu mengerti "


Pak Jefri hanya mengangguk sambil ikut memikirkan siapa kira-kira yang berniat mencelakai anak dan menantunya.


" Kira-kira siapa ya Dev ? " tanya Mama Nita.


" Deva masih menunggu keterangan dari polisi Ma.. kita tunggu saja " jawab Deva.


Agni hanya terdiam ia pun sedikit kepikiran atas kejadian kemarin.


" Kalau sampai pelakunya sudah ketemu, Mama ulek itu wajahnya.. seenaknya ya mau mencelakai anak, mantu dan cucu Mama .. " Mama Nita terlihat geram.


Agni mendongakkan wajahnya. Ia memegang punggung tangan suaminya.


" Kamu gak usah khawatir Dev, di rumah ini Agni akan aman, lagipula disini ada Mama, Papa, Dhena kan ? " ucap Mama Nita.


" Iya Ma.. "


" Gni.. lebih baik kamu jangan dulu keluar rumah ya, apalagi sendiri " ucap Mama Nita.


" Iya Ma " Agni mengangguk tersenyum.


Saat mereka berempat sedang berbincang, tidak lama Dhena keluar kamar berjalan menuju ruang makan.


" Wah.. tumben nih pagi-pagi udah kumpul aja, ada acara apa ? " tanya Dhena.


" Nggak ada acara apa-apa itu Mama mau ada teman-teman nya " jawab Pak Jefri.

__ADS_1


" Oh.. pantesan, temen Mama yang mana ? Arisan ? sedep bener ini wangi masakannya " tanya Dhena lagi.


" Iya Dhen.. " jawab Mama.


" Hmm.. aku harus ngungsi kemana ya.. "


" Loh emang nya kenapa kok harus ngungsi segala ? " tanya Mama Nita.


" Iya abisnya temen-temen Mama itu suka maen jodoh-jodohan, pasti nanti ada yang bilang, ini Dhena ya udah besar, udah jadi dokter ya sekarang, sama anak tante aja yuk.. anak tante juga kerjanya di pertambangan loh.. disini loh.. disana loh... " ucap Dhena disusul tawa Pak Jefri, Deva dan Agni.


" Ya nggak gitu juga Dhen.. mereka kan cuma nyapa aja " ucap Mama Nita.


Deva hanya tersenyum kecil mendengar celotehan adiknya.


" Mas Deva juga gitu kan dulu korban jodoh-jodohan.. eh.. ups.. " Dhena keceplosan.


Deva langsung menoleh tidak suka kepada Dhena, Dhena langsung menutup mulutnya, ia langsung melihat ke arah Agni, Agni terlihat santai memotong buah seakan tidak mendengar ucapan Dhena.


Deva menggelengkan kepalanya pelan kepada Dhena.


Sorry


Ucap Dhena hanya menggerakkan bibirnya.


" Jam berapa nih ? Deva mandi dulu ya ada praktek pagi ini " ucap Deva.


" Hmm.. ya.. Papa juga mau mandi dulu " ucap Pak Jefri bangkit dari duduknya.


Tinggal Dhena, Agni dan Mama Nita yang berada di ruang makan.


" Mbak.. aku bantu sini " ucap Dhena, ia merasa sedikit tidak enak hati karena ucapannya tadi, khawatir Agni berpikir yang tidak-tidak.


" Oh ya ini.. masih ada kok di kantong putih " ucap Agni.


" Oke deh aku ambil dulu "


Dhena dan Agni memotong buah bersama, mereka ngobrol ringan yang sesekali Mama Nita pun nimbrung di antara obrolan mereka berdua.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2