
Tuut... Tuut.. Tuut..
Dhena mencoba menghubungi kakak iparnya berkali-kali namun tidak ada jawaban. Ia merasa rindu akan kakak iparnya, biasanya saat ia sedang libur praktek ia akan menghabiskan waktunya untuk bercerita dengan Agni,
" Mbak Agni kemana ya.. Aku ngerasa sepi banget Mbak Agni gak ada di rumah " batin Dhena lalu ia keluar kamar menuju ruang televisi.
Ia berjalan lalu duduk menghempaskan tubuhnya diatas kursi. Mama Nita yang melihat Dhena merasa heran.
" Kamu kenapa ? Dari tadi Mama liat kamu mondar mandir gak jelas " tanya Mama Nita.
" Aku bete banget Mah gak ada Mbak Agni " jawab Dhena.
" Hmm.. Ya kamu hubungi lah sekarang kan udah canggih bisa telepon atau video call kan ? " balas Mama Nita.
" Aku udah telepon tapi gak ada jawaban "
" Ya mungkin lagi istirahat, jangan banyak diganggu juga Dhen, kasian ibu hamil kan beda " ucap Mama Nita.
" Kira-kira Mas Deva sama Mbak Agni sampe kapan di Kota Metro ya ? " tanya Dhena.
Disaat yang bersamaan Pak Jefri keluar dari kamar, lalu ia mendengar pertanyaan Dhena.
" Kita belum tahu Dhen, biarkan saja biar mereka tenang dulu " jawab Pak Jefri.
" Mas Deva lama banget emang Pah cutinya ? " tanya Dhena lagi.
" Tinggal beberapa hari lagi waktu cutinya, tapi Papa juga belum tahu apakah ia akan memperpanjang masa cutinya atau ia akan kembali bekerja sesuai surat cuti nya " jawab Pak Jefri.
" Hmm.. " Dhena hanya manggut-manggut.
...****************...
Dilain tempat Agni sedang berada di dalam kamar nya, ia sedang duduk berselonjor kaki diatas sofa. Deva yang baru masuk membawa jus stroberi menghampiri istrinya.
__ADS_1
" Minum dulu .. " ucap Deva menyodorkan jus ditangannya.
" Makasih Mas.. " balas Agni.
Deva hanya mengangguk tersenyum. Lalu ia duduk di samping istrinya, memperhatikan Agni meminum jus yang Deva bawa.
" Mas .. Kamu cuti sampai kapan ? " tanya Agni memecah keheningan.
" Belum tahu " jawab Deva singkat.
" Kok belum tahu ? " tanya Agni lagi.
" Aku masih ingin selalu bersama kamu " jawab Deva.
" Hmm.. Mas kasian loh pasien-pasien kamu, pasti mereka sudah nunggu kamu kapan kembali praktek " ucap Agni.
" Tapi ada dokter lain yang menggantikanku, kamu gak perlu khawatir " susul Deva.
Agni hanya mengangguk kecil.
" Mas tolong ambilkan ponselku dikasur " ucap Agni.
" Oke.. " Deva berjalan menuju pinggiran kasur lalu mengambil ponsel Agni.
" Ini " Deva lalu menyerahkan ponsel itu.
" Makasih " Agni meraih ponsel dari tangan suaminya sambil tersenyum.
Ia lalu membuka kunci layar ponselnya, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Dhena dan juga beberapa pesan masuk kedalam ponselnya.
" Ya ampun Mas.. Dhena video call tapi gak keangkat, aku lupa ponsel ini masih mode silent " ucap Agni.
" Dhena ? yaudah telepon balik " balas Deva.
__ADS_1
Agni langsung menyentuh layar berbentuk kamera ada kontak adik iparnya.
Tidak lama Dhena sudah berada di layar ponsel Agni.
Dhena : " Mba Agniii..... Kemana aja aku kangen banget "
Agni : " Sorry ya Dhen, tadi ponselku masih mode silent "
Dhena : " Iya Mbak gak apa-apa, Mbak sehat-sehat ya.. Oya kapan keponakanku lahir Mbak ? "
Agni : " Beberapa minggu lagi kalo menurut hitungan "
Dhena : " Duh Mbak.. Sepi banget disini gak ada Mbak.. Kalo aku libur lama pengen deh nyusul Mbak kesana "
Lalu Deva meminta Agni untuk mengarahkan ponsel kepadanya.
Deva : " Masih Internship jangan banyak-banyak libur "
Dhena : " Ih Mas Deva.. Liburan itu kebutuhan dasar manusia kali "
Deva : " Mama sama Papa ada di rumah Dhen ? "
Dhena : " Ada Mas nih "
Dhena mengarahkan kamera ke Mama Nita dan Papa Jefri.
Papa Jefri : " Hai Dev, Hai Agni .. "
Mama Nita : " Agni gimana kandungan kamu nak ? Kamu juga sehat-sehat ya disana ? "
Agni : " Alhamdulillah Mah baik-baik aja.. "
Mama Nita : " Syukurlah "
__ADS_1
Mereka berempat bercengkerama melalui saluran video call, mereka saling melepas kerinduan terutama Dhena yang selalu merasa kehilangan jika Agni tidak ada di rumah.
💐💐💐