
Deva dan Agni sudah berada di dalam mobil.
" Setelah ini mau kemana lagi Nyonya Deva ? " tanya Deva menggoda Agni.
Agni yang aneh melihat tingkah Deva yang tidak biasanya.
" Hah.. " Agni mendongakkan wajahnya.
Deva masih memposisikan tubuhnya di depan Agni.
" Hmm.. Mas udah makan siang ? kalau belum kita makan aja yuk " ajak Agni.
" Oke " jawab Deva singkat, lalu kembali memposisikan tubuhnya di depan kemudi.
Sesekali Deva melihat wajah istrinya, Agni yang merasa jika Deva memperhatikan dirinya langsung mendongak kan kembali wajahnya.
" Kenapa Mas ? kok liatin aku nya gitu banget " ucap Agni.
" Mhh.. kayanya... ada yang beda nih ? " tanya Deva menggoda.
" Beda ? maksud nya beda gimana Mas ? " tanya Agni balik.
" Lebih fresh gitu kan " jawab Deva kembali fokus dengan kemudinya.
Agni baru tersadar.
" Oh hehehe " Agni hanya tertawa kecil.
" Kenapa ketawa ? " tanya Deva.
" Hmm.. gak apa-apa kan Mas ? " tanya balik Agni.
" Ya gak apa-apa lah yang ada aku malah seneng, kamu kalo bosen diem di rumah, ya kemana kek jalan, ke salon, ke klinik, terserahlah, nikmatin hidup kamu, yang terpenting aku tahu kamu pergi kemana dan ijin aku dulu " ucap Deva.
" Makasih ya Mas " balas Agni.
" Gitu doang ? " susul Deva.
__ADS_1
" Lah terus ? " Agni membulatkan matanya saat melihat Deva menunjuk pipinya sendiri.
" Hmm... "
Cup
Agni mengecup pipi suaminya. Deva hanya tersenyum menang. Ia kembali fokus kepada jalanan di depannya, ia mencari-cari tempat makan untuk dirinya dan Agni.
" Kamu mau makan apa ? " tanya Deva.
" Apa ya Mas.. aku ikut aja deh " jawab Agni.
" Gak ada yang jual makanan ikut aja disini " susul Deva.
" Mas... " Agni memutar bola matanya.
" Ya udah mau makan apa ? " tanya Deva lagi.
" Kayanya aku mau yang seger aja deh, tomyam aja Mas " jawab Agni.
" Nah.. cocok.. oke kita ke restoran thailand aja kalo gitu " ucap Deva.
" Ya ada lah.. wah sekata-kata nih kamu, mentang-mentang orang ibukota ya.. " ucap Deva.
" Hahahaha.. aku kan cuma nanya Mas " balas Agni.
Deva pun tertawa.
Tidak lama mereka sampai di restoran yang dituju, setelah turun dari mobil mereka berdua masuk kedalam restoran, mereka disambut oleh pelayan restoran, lalu memilih tempat duduk yang nyaman bagi mereka.
Agni dan Deva sudah memesan makanan dan minuman tinggal menunggu pesanan mereka tiba.
" Kamu tadi belanja apa aja ? keliatan nya banyak banget " tanya Deva.
" Oh itu belanjaan kebutuhan rumah aja Mas " jawab Agni.
" Hmm.. " Deva mengangguk.
__ADS_1
" Oya Mas tadi kan aku konsultasi dulu kan sama dokter kecantikan nya di klinik, baik loh dia, cantik lagi.. kayanya aku harus sering-sering treatment deh biar cantik kaya dokternya " ucap Agni.
" Oya ? aku juga baru denger sih ada Klinik Amora, kayanya baru ya " balas Deva.
" Iya baru, tapi oke sih treatment nya Mas "
" Ya sukur deh, aku juga ada temen satu kuliahan dulu yang dia memilih untuk jadi dokter kecantikan, namanya Dokter Arfan, tapi dia gak buka disini kalo gak salah di kota Metro " balas Deva.
" Oh Dokter Arfan temen kamu Mas ? aku beberapa kali pernah ke Klinik nya namanya Klinik Cantik " susul Agni.
" Hmm " Deva manggut-manggut.
" Kalo di klinik Amora ini, nama Dokter nya, Dokter Mentari Mas, kali aja dia temen kamu juga " ucap Agni.
Deg...
Deva yang sedang memainkan ponselnya langsung mendongakkan wajahnya ke Agni, ia terhenyak. Agni yang heran melihat sikap suaminya menjadi penasaran.
" Kenapa Mas ? kok kamu kaya kaget gitu ? " tanya Agni menelisik.
" Hah kaget, e..enggak ah.. aku kan lagi merhatiin kamu ngomong sama ini aku lagi balesin konsulan koas " ucap Deva berbohong ia berusaha untuk menetralkan suasana hatinya.
" Hmm.. kirain.. "
Tidak lama pesanan Deva dan Agni tiba, pelayan langsung menyimpan pesanan Deva dan Agni keatas meja.
" Permisi kak, pesanan nya sudah keluar semua ya ? " tanya pelayan itu.
" Oh udah, udah kan Mas ? " tanya Agni.
" Eu...i iyaa.. udah semua " jawab Deva.
" Baik terima kasih, silakan menikmati "
" Ya.. terima kasih kembali " ucap Agni.
Untung Agni gak banyak nanya.. kenapa juga Mentari buka klinik disini sih.. ck... Mana Agni jadi costumer nya lagi..
__ADS_1
Batin Deva.