Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 63 - Pergi Liburan


__ADS_3

Ditengah permasalahan yang sedang dihadapi oleh Deva dan Agni, selama di Kota Metro Deva memutar otak bagaimana cara nya agar mood Agni kembali seperti biasanya, ia lebih banyak diam akhir-akhir ini, ia hanya akan berbicara jika ditanya lebih dulu, namun tidak dihadapan kedua orangtuanya, Agni selalu berusaha ceria dan bahagia bersama Deva.


Deva sudah kembali meminta ijin untuk memperpanjang masa cutinya, walaupun para pasiennya sudah banyak yang menghubungi menanyakan kapan ia selesai cuti, walaupun sedang dilanda dilema, tetap Agni adalah prioritas utama Deva saat ini.


Deva mencari beberapa destinasi wisata yang cocok untuk Agni saat ini, dengan dibantu oleh Dokter Andre akhirnya Deva memilih Maladewa sebagai tempat liburan mereka dan mungkin ini bulan madu yang kesekian bagi Deva dan Agni.


Agni belum mengetahui jika Deva akan mengajaknya liburan ke Maladewa, hari ini Deva meminta ijin Agni untuk pergi bertemu dengan Andre, karena Andre masih bekerja di Rumah Sakit Husada tempat Agni dan Deva bekerja dulu juga tempat dimana Agni dan Deva awal di pertemukan.


Di salah satu Coffe Shop Deva dan Andre bertemu.


" Ya mau bagaimana pun lo prioritas kan istri lo dulu lah Dev.. " ucap Andre.


" Hmm.. " Deva hanya mengangguk.


" Kasian loh dia, masih muda udah dapet tekanan yang berat, gimana nih suaminya ? Mana Mentari di pagi hari sudah menampakan sinarnya kembali " susul Andre tertawa.


" Sialan lo.. gue berusaha semampu gue lah, cuma ya gue pikir nyokap gue udah berubah, ternyata masih aja, Agni gak pernah cerita, gue juga gak nyangka Mentari balik lagi ke Kota Bunga " balas Deva.


" Ya pastilah dia gak mungkin cerita, nih gini ya, kadang istri itu dia gak akan berani buat ngomongin mertuanya ke anak nya langsung, Agni pasti banyak pertimbangan tuh, takut juga lo nya gak percaya sama dia secara kan yang dia omongin nyokap lo Dev, ya udah sih lagian juga Mentari bukan mantan lo kan, santai aja .. " ucap Andre.


Deva hanya diam manggut-manggut.


" Udah lo gak usah banyak pikiran, nih tiket ke Maldives, ini pasport lo sama Agni, have fun lo ya sama istri lo, ambil lagi hatinya, gue yakin Agni tuh sebenernya sayang banget sama lo " ucap Andre menyodorkan tiket dan pasport.


" Oke.. thanks Dre " balas Deva.


" Inget saran gue satu lagi, ajak Agni pindah rumah, seenggak nya kalo di rumah sendiri dia gak bakalan gak enakan " susul Andre.


" Gue udah pikirin itu "


" Kasih semangat istri lo, supaya gak stress, bisa mempengaruhi kesuburan juga kan ? duh sorry gue jadi ngajarin suhu nih " ucap Andre tertawa.


Deva hanya membalas dengan tawa kecil.


" Oke.. thanks banget ya Ndre.. gue cabut dulu.. " balas Deva menyeruput kopinya.


" Buru-buru amat " ucap Andre.


" Mau balik gue, kangen Agni " susul Deva.

__ADS_1


" Yahh kumat.. oke deh have fun ya.. semoga masalah loe cepet kelar and satu lagi semoga Agni cepet .... " Andre memegang perutnya membentuk bulatan seperti orang yang sedang hamil.


" Lo Ndre.. gue Aamiinin.. " Deva beranjak dari duduknya ia berjalan meninggalkan Andre yang masih betah menyeruput kopinya.


Deva langsung menuju parkiran, masuk kedalam mobil, ia ingin segera sampai rumah, ingin segera memberitahu Agni besok mereka berdua sudah harus bertolak menuju Maladewa.


...****************...


" Assalamu'alaikum .. " ucap Deva masuk kedalam kamar.


Tidak ada jawaban dari Agni, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Ia berjalan masuk ia melihat istrinya sedang berbaring miring di kasur, Deva mendekati istrinya, ia melihat mata Agni terpejam.


" Kamu tidur Yang... " gumam Deva mengelus pucuk rambut istrinya.


Merasa ada seseorang didekatnya, Agni langsung membuka matanya.


" Mas.. kamu udah pulang " tanya Agni sedikit parau.


Deva hanya mengangguk tersenyum.


Agni bangun lalu duduk di pinggiran kasur.


" Hmm belom, tadi aku cuma ngopi aja sama Andre " jawab Deva.


" Mau makan sekarang ? " tanya Agni lagi.


" Nanti aja deh bentar lagi, oya ada yang mau aku omongin ke kamu " ucap Deva.


" Apa Mas ? " tanya Agni menyelidik.


" Sini deh " Deva mengajak Agni untuk dekat dengannya.


Agni sedikit menggeleng.


" Kenapa ? kamu masih marah sama aku ? kenapa kamu gak mau deket-deket sama aku sih ? " tanya Deva.


" Mas .. kenapa ya aku cium parfum kamu bikin aku pusing " ucap Agni.


" Hah.. ini parfum yang biasa aku pake, dari awal aku kenal kamu aku udah pake parfum ini, kamu kan tahu " ucap Deva.

__ADS_1


" Ga tau deh " Agni memajukan sedikit bibirnya.


" Oya nih.. " Deva menyerahkan tiket pesawat dan pasport ke Agni.


" Apa ini Mas ? " Agni membaca tiket pesawat yang ia pegang.


Deva hanya memperhatikan istrinya.


" Mas ini serius ? " tanya Agni tidak percaya.


" Hmm.. " Deva mengangguk.


" Besok ke Maldives ? Mas ini beneran ? " tanya Agni.


" Iya " jawab Deva singkat.


" Mass.... Ya Allah akhirnya aku pergi keluar negeri juga.. " Agni langsung memeluk suaminya dengan girang.


" Hmm tadi katanya kamu pusing deket-deket aku " ucap Deva menggoda istrinya.


" Gak jadi pusing nya udah ilang " ucap Agni.


" Kamu seneng ? " tanya Deva.


Agni tersenyum mengangguk.


" Seneng bangettttt... " Agni memeluk tiket dan pasport ditangannya.


" Ini yang aku harepin.. bisa liat senyum kamu lagi.. kamu girang kaya gini aku seneng " Deva kembali memeluk istrinya.


" Mmh.. Mas.. kamu mandi dulu sih... " ucap Agni melepaskan pelukan suaminya.


" Iya.. iya aku mandi.. " Deva berjalan meninggalkan Agni mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.


Agni hanya melihat punggung suaminya, ia merasa senang sedikit melepaskan kemelut di hatinya.


Mas Deva makasih ya... aku tahu banget ini usaha kamu buat aku.. aku tahu kamu pun pasti bingung antara aku atau Mama Nita, aku juga gak mau bikin kamu durhaka ke Mama Nita Mas, maafin aku kalo aku masih terlalu terbawa perasaan, dari dulu kamu selalu ikutin apa mau nya aku, gak ada alasan buat aku gak sayang sama kamu Mas.. maafin aku..


Batin Agni.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2