
Sudah beberapa bulan Agni bekerja menjadi bidan di RS. Bina Sehat. Sejak saat itu pula rutinitas Deva dan Agni berubah, disaat Agni dan Deva praktek pagi mereka akan pergi bersama namun apabila jadwal mereka tidak sama, saat Deva pulang ke rumah selesai praktek Agni akan pergi bekerja.
Lalu mereka akan bertemu keesokan paginya, begitu seterusnya jadwal yang selalu berubah-ubah, membuat Deva dan Agni jarang berkomunikasi langsung secara intens, hanya via telepon atau pesan jika ada yang ingin di bicarakan, itu terkadang membuat Deva menjadi tidak nyaman, tidak seperti biasa nya, disaat ia pulang kerja ada yang menyambut, disaat ia akan bekerja ada yang mengantarkan.
Belum lagi pertanyaan-pertanyaan dari Mama Nita, yang selalu menanyakan dan menunggu kabar kehamilan Agni.
" Dev, kalian nikah udah mau satu tahun loh, gimana istri kamu belum ada tanda-tanda hamil juga, kamu kan dokter kandungan istri kamu bidan, gak ada usaha yang lain gitu " ucap Mama Nita.
Deva yang baru saja pulang praktek, ia langsung duduk di sofa memijat-mijat pelipisnya, ia lalu mengambil ponsel melihat barangkali ada pesan masuk untuk nya dari Agni, benar saja Agni memberikan kabar jika hari ini ia akan double shift, seharusnya sore ini Agni sudah pulang, namun karena pasien sedang banyak dan satu orang bidan sedang berhalangan masuk, sehingga Agni yang diminta untuk menggantikan.
Deva semakin kesal setelah membaca pesan dari Agni, bukan ia tidak mengerti pekerjaan Agni, ia pun paham karena ia merasakan di posisi Agni, namun hal seperti ini yang ingin ia hindari mengapa ia dari awal tidak begitu mengijinkan Agni kembali bekerja.
" Dev.. kalian akhir-akhir ini juga ketemu nya gak intens kan ? Agni pulang, kamu kerja, kamu pulang Agni berangkat kerja, kapan mau punya anak kalian kalo kaya gitu terus Dev " Mama Nita menghampiri anaknya sambil membawa secangkir teh hangat.
Deva hanya menghela nafas dalam.
" Minum dulu " ucap Mama.
" Makasih Mah.. " Deva mengambil cangkir itu lalu menyeruput nya.
" Coba kamu pikir deh, lebih baik kamu tidak perlu mengijinkan lagi istrimu bekerja, biar kaya dulu awal-awal menikah aja, dia di rumah menunggu kamu pulang Mama lebih senang seperti itu " ucap Mama Nita.
__ADS_1
" Hmm.. ya Ma.. nanti Deva bicarakan dengan Agni, Deva istirahat dulu Ma.. " ucap Deva beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kamarnya.
" Hmm.. " Mama Nita hanya mengangguk.
Ia memperhatikan anaknya, tidak seperti biasanya, akhir-akhir Deva terlihat sangat lesu jika pulang praktek beda dengan saat Agni masih di rumah, ia selalu cerah dan bahagia jika sampai rumah.
Semoga Agni mengerti dan lebih baik untuk tidak kembali bekerja dulu, kasian Deva..
Batin Mama Nita.
...****************...
Dilain tempat Agni merasa heran, biasanya jika ia mengirimkan pesan Deva akan langsung membalasnya atau Deva akan langsung menghubungi nya, namun tidak untuk saat ini, Deva tidak membalas pesan Agni, bahkan tidak ada kabar dari Deva seharian ini, dihubungi Agni pun tidak ada jawaban dari Deva membuat Agni menjadi khawatir.
Batin Agni terus bertanya-tanya.
Tidak lama Agni dipanggil oleh rekan satu ruangannya.
" Gni.. kamu Doble Shift kan ? sebentar lagi kamu boleh pulang, lagipula udah ada yang gantiin kamu yang shift malam " ucap Shella.
" Oh gitu Shel, oke deh aku balik sekarang ya " Agni merasa senang ia menginginkan cepat sampai rumah khawatir ada apa-apa terhadap suaminya.
__ADS_1
" Oke hati-hati.. thanks ya Gni.. " ucap Shella.
" Oke.. aku duluan ya " Agni mengambil tas nya lalu pamit pulang.
Ia berjalan sedikit cepat untuk sampai lobby rumah sakit, sambil jalan ia memesan ojek online agar cepat sampai rumah, saat ia akan sampai di lobby, karena ia menunduk terus sambil memainkan ponselnya untuk memesan ojek online ia tidak sadar jika di depannya ada seseorang.
Buggg
" Aduhhhh.. " Agni mendongakkan wajahnya.
Ia langsung membulatkan matanya, saat melihat pria yang berada di hadapannya.
" Mas Deva ! " ucap Agni.
" Hmm.. ayo pulang " ucap Deva.
" Iya Mas " Agni merasa heran dengan sikap suaminya.
Agni mengekori Deva berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran. Walaupun ia sedang sedikit kesal kepada istrinya, namun ia pun khawatir jika istrinya pulang malam, sebelumnya ia menghubungi ruangan tempat Agni berdinas, tanpa sepengetahuan Agni. Agar Agni diberikan ijin untuk pulang lebih dulu, Deva ingin segera membicarakan hal yang membuatnya tidak nyaman akhir-akhir ini.
Deva masih terdiam, membuat Agni bingung sendiri sebenarnya apa yang terjadi kepada suaminya. Namun ia tidak memiliki keberanian besar untuk menanyakan kepada suaminya.
__ADS_1
Hening didalam perjalan tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh Deva, biasanya Deva akan sedikit cerewet kepada Agni, dari menanyakan pekerjaannya hari ini, udah makan atau belum dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
💐💐💐