Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 23 - LDR


__ADS_3

Deva dan Agni didalam satu mobil yang sama namun tidak ada pembicaraan diantara keduanya, selepas kejadian di rumah sakit tadi.


Agni menyesal mengapa ia mau diajak berbicara oleh Fahri, mengapa ia tidak langsung saja pergi saat Fahri memanggilnya, ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi antara dirinya dan Deva, ia tahu Deva sosok yang pencemburu, ia khawatir Deva semakin sensi kepada Fahri, apalagi ia sudah mendengar semuanya.


Deva masih fokus mengemudi ia sedikit pun tidak menoleh kearah Agni, Agni sedang memutar otak bagaimana ia memulai berbicara kepada Deva. Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian ia mencoba untuk berbicara terlebih dahulu.


" Mas " Agni kepada Deva.


" Kenapa kamu gak bilang, kalo Fahri mantan kekasih kamu ? " Deva langsung menodong Agni, tanpa menoleh ke Agni sedikit pun.


" Apa perlu aku cerita ? aku rasa gak penting Mas ? " ucap Agni.


" Berapa lama kamu menjalin hubungan dengan dia ? " tanya Deva masih dengan suara yang datar.


" Mas.. ini itu udah lama banget, gak perlu lah dibahas, aku udah gak mau nginget-nginget masa lalu aku, aku lagi jalanin sekarang dan kedepannya, sekarang aku lagi sama kamu kan ? " jawab Agni.


" Aku berhak tahu, karena aku sudah mendengar semua dari mulut Fahri " ucap Deva.


Agni terdiam ia rasa tidak ada gunanya, karena Deva masih terus memutar-mutarkan pertanyaan.


" Kenapa diem ? Hmm.. sebegitu cintanya kayanya Fahri ke kamu ya, sampe dia mohon-mohon buat kembali ke kamu " ucap Deva tersenyum sarkas.


" Mas.. kenapa kamu bicara kaya gitu " ucap Agni.


" Loh.. aku kan denger sendiri emang begitu kan faktanya ? " balas Deva tidak mau kalah.


Agni menghela nafas panjang, entah ia harus berbicara apa lagi ke Deva.


" Mas.. aku minta maaf, kalo kejadian tadi menyinggung kamu " ucap Agni mengalah.


" Aku bakal kembali ke kota kelahiran ku, aku tidak jadi melanjutkan bekerja di rumah sakit ini " ucap Deva mengutarakan tujannya.


" Hah... bukannya kamu bilang setelah selesai pendidikan, kamu akan tetap bekerja di sini ? " Agni sedikit membetulkan duduknya.


" Awalnya, tapi.. karna satu dan lain hal aku memutuskan untuk praktek di rumah sakit lain " balas Deva.


" Mas... kamu mau ninggalin aku ? " tanya Agni menatap Deva dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


Agni merasa jika Deva ingin meninggalkan nya, ia padahal sudah bersusah payah membuka hati untuk Deva, sampai akhirnya rasa itu muncul dan tumbuh, namun ia dihadapkan lagi pada hubungan jarak jauh, pikirannya menerawang khawatir masa lalu yang menimpanya terulang kembali.


Deva tidak kuasa menatap balik Agni, ia tahu mata Agni sudah berkaca-kaca, ia berusaha untuk tetap stay cool dan fokus pada kemudinya.


" Mas.. jawab aku ? " Agni masih pada posisinya.


Deva hanya menggeleng.


" Mas, kenapa tiba-tiba gini ? kenapa kamu gak kasih tahu aku jauh-jauh hari, apa jangan-jangan kamu berubah pikiran karena kejadian tadi ? iya ? gitu ? Mas jawab ihh... " Agni mulai meneteskan air matanya.


Deva langsung memarkirkan mobilnya, ia pun merasa tidak tega melihat Agni, walaupun ia masih kesal namun melihat Agni merengek seperti anak kecil yang meminta jajan ia menjadi iba, sedikit iba dan sedikit ingin tertawa.


" Tenang dulu.. " Deva mengambil tisu lalu ia serahkan kepada Agni.


Agni melap kasar air matanya yang menetes.


" Sabar dulu.. oke.. aku maafin kejadian tadi, aku harap kamu bisa pegang komitmen kita, kamu tahu aku pencemburu kan, jangan bikin aku tambah cemburu ke Fahri karena dia mantan kamu ! Untuk masalah kerjaan aku, karena Papa ku meminta aku buat praktek di rumah sakitnya, mau gak mau aku harus balik ke kota kelahiran ku, jujur aku semakin gak tenang, setelah aku liat kejadian tadi, kita bakal jauhan untuk beberapa waktu, tapi disini aku khawatir sama kamu Gni... " ucap Deva menjelaskan.


Agni berpikir sejenak, mencerna ucapan Deva.


" Hmm.. " Deva mengangguk tersenyum.


" Kamu juga, janji ya.. kalo seandainya si Fahri masih ganggu kamu, kamu lawan jangan diem aja " ucap Deva seperti menasehati anak kecil.


" Hmm, maafin aku " Agni sambil mengangguk.


" Maafan ? " Deva menyodorkan jari kelingking nya ke Agni.


Agni menyambut lalu mengaitkan jari kelingking nya.


...****************...


Deva mengajak Agni untuk makan terlebih dahulu, setelah bersitegang tadi itu membuat keduanya menjadi lapar, ini mungkin dating terakhir mereka sebelum Deva kembali ke kota kelahirannya dan mereka akan menjalani LDR.


" Mas kamu pulang kapan jadinya ? " tanya Agni.


" Besok pagi Mbak " jawab Deva, Deva kembali ke mode biasa nya, jika Agni memanggil nya dengan sebutan Mas, ia pasti akan membalas dengan sebutan Mbak.

__ADS_1


" Ih apa sih Mbak.. Mbak.. " Agni ngedumel.


" Ya kan kamu manggil aku Mas, jadi aku bales dong panggil kamu Mbak " susul Deva tertawa.


" Gak usah panggil Mbak, aku bukan kakak kamu " ucap Agni.


" Kamu juga gak usah panggil Mas, aku bukan kakak kamu " balas Deva tidak mau kalah.


" Oke Dokter Deva "


" Oke Bidan Agni "


" Ck... " Agni kembali menyuapkan nasi kemulutnya.


Deva merasa senang mengerjai Agni, ia semakin gemas melihat wajah kesal Agni.


" Nanti kalo kamu dapet libur, kamu kabarin aku ya, aku atur jadwal aku, nanti aku ajak kamu ketemu Mama " ucap Deva santai.


Agni yang mendengar ucapan Deva langsung tersedak.


" Uhuk... uhuk.. "


" Gni.. kamu kenapa minum dulu minum " Deva menyodorkan gelas berisi air minum ke Agni.


Agni meraih gelas itu.


" Terima kasih Mas.. " Agni langsung meminumnya.


Ia merasa kaget saat Deva berbicara untuk mengajak dirinya bertemu dengan Mamanya.


" Pokonya kamu jangan khawatirin aku disana ya, kamu baik-baik disini " ucap Deva.


" Iya Mas.. " balas Agni tersenyum.


Makan sore mereka diakhiri dengan obrolan ringan keduanya, sampai akhirnya awan berubah menjadi kelabu, Deva mengantarkan Agni untuk pulang ke rumahnya, orangtua Agni pun sudah tahu jika Deva adalah teman dekat Agni. Sehingga tidak heran jika Agni pulang diantar kan oleh Deva.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2