
Hari ini Deva kembali pulang larut karena ada beberapa pasien yang harus segera ia tangani dengan operasi sesar. Agni yang sudah tahu jika Deva pulang larut, sehingga ia tidak menunggu Deva pulang.
Tepat pukul 12 malam Deva sampai rumah, setelah memarkirkan mobil ia langsung masuk kedalam rumah melalui kunci cadangan yang selalu ia bawa. Rumah sudah terlihat gelap dan sepi. Ia langsung menuju kamar, ia pastikan Agni sudah tidur lebih dulu.
Perlahan Deva membuka pintu kamar, benar saja ia melihat Agni sudah berbaring miring di kasur nya. Deva tersenyum kecil. Ia segera mengganti pakaian yang ia gunakan, bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, selesai menyelesaikan aktivitas nya di kamar mandi, ia keluar kamar mandi dengan menggunakan pakaian rumahan.
Ia segera menghampiri Agni naik ke atas kasur, melihat sekilas wajah istrinya yang sedang terlelap tidur, ada perasaan tersentuh saat ia memandang wajah istrinya, istri yang sangat ia sayangi dan cintai, ia harus siap dengan segala bentuk pertanyaan yang mungkin membuat istrinya menjadi beban atau pikiran.
Sayang maaf ya..
Batin Deva mengusap lembut pucuk kepala Agni.
Deva menarik selimut sampai dadanya, ia pun akan menyusul Agni untuk tidur, hari ini ia cukup lelah di rumah sakit dari pagi selesai praktek di poli, ia langsung menangani beberapa pasien sampai malam, hingga ia pulang dan sampai rumah pukul 12 malam.
Saat Deva mulai terlelap, Agni terusik karena merasa ada seseorang disampingnya. Agni membuka perlahan matanya, terlihat sosok pria yang tidak asing baginya, ia bangun membetulkan posisi duduknya. Melihat jam yang berada di atas nakas, menunjukkan pukul 1 malam. Agni menoleh ke arah samping terlihat Deva sudah terlelap tidur.
Agni tersenyum kecil, lalu memegang pipi suaminya, terasa hangat tidak seperti biasanya.
" Kok anget sih ? " gumam Agni.
Lalu ia merasakan hawa hangat dari nafas suaminya yang dihembuskan.
" Mas Deva sakit ? " gumam Agni lagi meraba-raba pipi, dahi dan tubuh suaminya.
Deva yang merasa ada yang memegangi pipinya, ia terbangun, langsung memegang tangan Agni yang masih berada di pipinya.
" Gni... " ucap Deva sedikit parau.
" Mas.. kamu sakit ? badan kamu anget loh, aku ambilin obat sebentar " balas Agni ia turun dari kasur.
" Gak apa-apa, gak usah nanti juga sembuh sendiri " balas Deva.
" Mas tapi kamu anget badannya, nanti kalo tambah demam gimana ? " ucap Agni.
" Paling kecapean aja, ditambah aku hari ini telat makan " balas Deva.
" Sebentar aku ambilin air hangat " Agni turun dari kasur, berjalan keluar kamar mengambilkan air hangat untuk Deva.
Deva kembali memejamkan matanya. Tidak lama Agni kembali dengan segelas teh hangat.
" Mas.. bangun gak ? minum dulu ya " ucap Agni duduk di pinggiran kasur disamping suaminya.
" Hmm.. ya " Deva bangun perlahan ia duduk menyender kesenderan kasur.
Agni menyerahkan gelas berisi teh hangat, lalu Deva meraihnya, ia langsung meneguk beberapa tegukan teh hangat buatan istrinya.
" Kamu puang jam berapa ? " tanya Agni.
" Tadi jam 12 sampai rumah " jawab Deva.
__ADS_1
" Emang banyak operasi ? " tanya Agni lagi karena ia tahu jika Deva pulang larut karena jadwal operasi yang padat.
" Hmm.. " Deva mengangguk.
" Kamu istirahat ya Mas " ucap Agni membetulkan selimut yang Deva gunakan.
" Kamu juga " balas Deva tersenyum.
Agni menyimpan gelas berisi air teh hangat yang tinggal setengahnya diatas meja, lalu ia kembali naik ke atas kasur menemani suaminya tidur.
...****************...
Agni terbangun karena mendengar suara alarm yang semakin lama semakin memekakkan telinga. Ia merasakan ada berat pada tubuhnya, saat ia membuka mata tangan Deva melingkar diatas perutnya.
" Duh Mas Deva tangannya aja berat banget " gumam Agni sambil perlahan memindahkan tangan suaminya.
Ia bangun lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas, mematikan alarm yang sedari tadi berbunyi memecah keheningan.
Agni menoleh sekilas ke arah suaminya yang masih terlelap tidur, ia mendekat terasa tubuh suaminya demam, bukan hangat lagi yang ia rasa.
" Mas Deva beneran sakit nih " batin Agni.
" Mas.. " ia meraba kening suaminya.
Deva bergerak, lalu membuka matanya sedikit.
" Hmm.. "
Ia beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu Agni langsung melaksanakan kewajibannya, Deva yang terbangun lalu duduk menyender kesenderan kasur, ia merasa tubuhnya sangat lemas, bahkan untuk berdiri saja ia tidak kuat.
Selesai melaksanakan shalat, Agni langsung menghampiri Deva.
" Mas mau shalat ? " tanya Agni.
Deva hanya mengangguk, Agni membantu Deva untuk mengambil air wudhu, setelah melaksanakan shalat subuh Deva kembali tidur, karena ia benar-benar merasa pening pada kepalanya.
" Mas.. minum obat dulu ya ? " tanya Agni.
" Gak perlu nanti juga sembuh sendiri, mungkin badanku protes, aku cuma mau sama kamu " jawab Deva.
" Badan kamu demam Mas.. " ucap Agni.
Deva meraih tangan istrinya membuat Agni kembali naik keatas tempat tidur. Walaupun ia sudah tidak mengantuk namun ia mengikuti untuk menemani Deva.
Tidak lama terdengar suara ketukan dari luar kamar.
Tok.. tok...
" Dev.. Gni... " panggil Mama Nita
__ADS_1
Agni yang mendengar suara Mama mertuanya langsung terperanjat, ia bangun berjalan untuk membuka pintu.
" Iya Ma.. " ucap Agni.
" Kalian baru bangun ? kok tumben emang Deva gak praktek ya ? " tanya Mama Nita.
" Euh itu Mah.. sebetulnya Agni dari subuh juga udah bangun, tapi Mas Deva sakit badan nya demam " jawab Agni.
" Hah Deva sakit ? pantesan kalian belum keluar buat sarapan " ucap Mama Nita masuk ke kamar Deva dan Agni.
Mama Nita menghampiri anak lelakinya, ia melihat Deva sedang tertidur sambil ditutupi selimut hanya tinggal wajahnya yang terlihat.
" Dev.. kamu sakit ? " tanya Mama Nita sambil memegang wajah anaknya.
Deva tidak menggubris. Ia tetap terpejam.
" Gni.. kamu buatkan bubur ya untuk Deva " ucap Mama Nita.
" Oh ya baik Ma " balas Agni.
Saat Agni akan melangkahkan kakinya, terdengar Deva sedikit meninggikan suaranya.
" Agni jangan kemana-mana disini aja " ucap Deva.
Agni menghentikan langkahnya.
" Agni mau bikin bubur dulu Dev, kamu harus makan terus minum obat " ucap Mama Nita.
" Ga usah, bubur beli aja, Agni gak usah kemana-mana " ucap Deva lagi.
" Ya udah kalo gitu " ucap Mama Nita berjalan meninggalkan Deva, Mama Nita sudah paham karakter anaknya, jika sakit Deva memang agak manja dan selalu ingin ditemani.
Agni masih berdiri pada posisinya ia bingung harus bagaimana, Mama Nita menghampiri Agni.
" Gni.. Deva kalo sakit suka agak manja, coba deh kamu pergi ke kamar mandi aja pasti dia teriak-teriak manggil-manggil, yang sabar ya.. mama mau bikin bubur dulu deh buat Deva " bisik Mama Nita
" Ma.. gak apa-apa ? sama Agni aja " balas Agni.
" Udah Mama aja, kamu disini aja temenin Deva " susul Mama Nita.
Agni hanya mengangguk. Mama Nita keluar kamar lalu menutup pintu kamar Deva dan Agni.
Selepas kepergian Mama Nita, Agni berniat untuk merapikan pakaian kotor untuk ia cuci nanti, namun saat ia baru mengambil satu baju, Deva sudah memanggil nya.
" Yaaang.... " panggil Deva.
" Iya.... " Agni segera menghampiri Deva, karena ia ingat dengan perkataan Mama Nita tadi.
💐💐💐
__ADS_1