
Akhirnya Agni memutuskan kembali resign dari pekerjaannya, bukan tanpa alasan, kali ini ia benar-benar ingin menjalani program hamil, setahun ini ia terlalu santai walaupun terkadang hati nya sedikit teriris jika ada yang menanyakan kapan hamil ? kok belum isi ? terlebih pertanyaan Mama Nita yang sudah membuat Agni kebal.
Hari ini adalah hari dimana keluarga besar Deva akan berkumpul, sesuai kesepakatan keluarga mereka akan berkumpul di rumah Mama Nita sekarang. Hal yang biasa dilakukan oleh keluarga Mama Nita, mereka akan mengadakan acara kumpul keluarga setiap 3 bulan sekali dan itu akan berpindah-pindah tempatnya, untuk kali ini Mama Nita yang akan menjadi tuan rumah.
Agni sedang membantu Mama Nita menyiapkan makanan dan minuman sebagai jamuannya nanti. Agni diminta Mama Nita untuk membuat es serut melon untuk pelepas dahaga nanti, biasanya es akan cepat habis dibandingkan makanan yang lain.
Agni mulai meracik melon yang akan ia buat sebagai es serut yang ditambah nata de coco, biji selasih dan juga sirup rasa melon agar citarasa melon nya lebih terjaga. Deva yang dari kejauhan melihat istrinya sedang sibuk menyiapkan minuman tersenyum kecil.
Karena acara hari ini diadakan hari minggu, Deva dan Papa Jefri sedang berada di rumah, mereka berdua libur praktek jika hari minggu terkecuali ada panggilan mendadak untuk operasi.
" Lagi buat apa ? sini aku bantu " ucap Deva menghampiri Agni.
" Hmm.. boleh Mas ini melonnya tolong serutin aku mau ambil air dulu " balas Agni menyerahkan melon dari tangannya kepada Deva.
Deva mulai menyerut melon sesuai perintah Agni, Deva membantu Agni dengan senang hati. Sesekali Agni melihat pekerjaan suaminya.
" Kamu bisa juga Mas.. kayanya emang suka bantu Mama Nita ya ? " tanya Agni kepada Deva yang di dengar oleh Mama Nita.
" Siapa bilang ? Deva itu jarang banget ke dapur Gni.. Sekarang aja dia mau bantuin karena udah nikah sama kamu " susul Mama Nita.
" Aku kan emang gak bisa Ma.. " ucap Deva tidak mau kalah.
" Iya udah, makanya Mama berterima kasih ke Agni karena Agni akhirnya anak Mama tahu dapur " ucap Mama Nita.
Agni hanya tertawa kecil mendengar ucapan Ibu Mertuanya.
Mama sebenernya baik.. hanya saja terkadang perkataannya yang membuat aku jadi terbawa perasaan, Maafkan Agni ya Ma.. Agni belum bisa ngasih Mama cucu..
Batin Agni.
" Ini taro dimana ? " tanya Deva kepada Agni, namun Agni tetap diam pada posisinya.
Karena tidak ada jawaban, Deva kembali mengulangi pertanyaan.
" Yang.. ini taro dimana ? " tanya Deva menyenggol lengan Agni.
" Eh.. iya Mas di mangkok ini aja " jawab Agni terkesiap.
__ADS_1
" Kamu kenapa ? ngelamun ? " Deva menyelidik.
" Hmm.. ngg..gak kok...siapa yang ngelamun " Agni tersenyum canggung.
" Kamu ngelamunin apa sih ? " Deva duduk lalu menatap istrinya membuat Agni salah tingkah.
" Hah.. nggak ih.. Mas jangan liatin aku kaya gitu.. nanti aku jadi geer " ucap Agni sedikit mendorong wajah suaminya.
" Eh kamu gak sopan ya dorong-dorong wajah aku " Deva menjahili istrinya.
" Ampun Mas .. ampun aku minta maaf " ucap Agni.
" Mas diem ih nanti kena es melon nya tumpah, lagian itu ada Mama Nita di belakang " bisik Agni.
" Biarin aja, emang kenapa ? " tanya Deva santai.
" Hmm.. " Agni membulatkan matanya membuat Deva semakin ingin menggoda istrinya.
Disaat yang bersamaan Mama Nita kembali menghampiri Deva dan Agni.
" Gimana Gni ? selesai ? " tanya Mama Nita.
" Simpan dulu saja di meja makan ya, gampang kalo kurang manis tinggal tambah susu atau sedikit gula " susul Mama Nita.
Agni menuruti apa kata mertuanya, ia menyimpan es serut melon diatas meja makan, disana juga sudah tertata cemilan dan makanan berat untuk jamuan keluarga besar Mama Nita.
...****************...
Tepat pukul 11 siang, satu persatu keluarga berdatangan. Mereka adalah kakak dan adik Mama Nita, sepupu-sepupu Deva pun hadir, namun hari ini Dhena tidak bisa libur karena ia sedang menjalani Koas.
" Wah kita udah kumpul gini Dhena gak ada, emang gak ada libur Tan ? " tanya Roy sepupu Deva dan Dhena anak dari Kakak Mama Nita.
" Nggak ada Mas Roy, padahal tante udah minta Dhena buat ijin jauh-jauh hari tapi ya mau gimana kalo gak dapet libur " ucap Mama Nita
" Hmm... " Roy hanya mengangguk tersenyum.
Tidak lama sepupu Deva yang lain datang, ia datang bersama suami dan anaknya yang baru berusia 6 bulan.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumusalam "
Semua tertuju pada Mega, adik sepupu Deva.
" Dev, Mega tuh.. " ucap Roy
" Oh ya Mega apa kabar masuk-masuk " Deva menyambut sepupunya begitupun Agni.
" Hai... apa kabar semua " ucap Mega menyalami semuanya.
" Baik dong kita " ucap Roy.
" Hai.. adik bayi lucunya " ucap Agni.
" Mbak Agni, apa kabar ? " tanya Mega.
" Alhamdulillah kabar baik " jawab Agni.
" Mas Deva anak ku mau di gendong nih sama Pak Dokter, siapa tahu kan rejekinya juga kaya Dokter Deva " ucap Mega.
" Aamiin.. " semua mengamini ucapan Mega.
" Wah.. sini-sini " Deva menggendong anak Mega.
" Tadinya Mbak Agni aku pengen lahiran di sini sama Mas Deva atau Mbak Agni, eh tau nya sebelum waktunya ketuban udah pecah aja, jadi aku lahiran di tempat tinggal suami deh " ucap Mega.
" Ya gak apa-apa Mbak Mega, yang penting kan udah lahir sehat selamat iya kan ? " balas Agni.
" Hehe iya sih Alhamdulillah " susul Mega.
Mereka bercengkrama, Deva masih anteng dengan anak sepupunya, Agni yang memperhatikan Deva sedikit tersentuh hatinya.
Semoga kamu segera hadir di perut Mama ya Nak.. Papa kamu pasti seneng banget...
Batin Agni.
__ADS_1
💐💐💐