Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 89 - Kecurigaan Deva


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Deva dan Agni pamit lalu berterima kasih kepada Gilang, polisi yang mengantarkan nya sampai rumah.


" Alhamdulillah nyampe rumah juga " ucap Agni.


" Hmm.. kamu pasti lelah " susul Deva.


Agni hanya mengangguk lalu ia menggandeng Deva masuk kedalam rumah.


Dilain tempat Dhena yang sudah berada di rumah merasa aneh dan heran ada mobil patroli polisi berhenti di depan rumahnya lalu ia melihat Kakak dan Kakak iparnya turun dari mobil polisi itu, berjalan masuk menuju rumah.


" Ada apa ya ? kok Mas Deva sama Mbak Agni turun dari mobil polisi sih ? " batin Dhena.


Ia pun bergegas menuju pintu utama rumah, saat Agni akan membuka pintu secara bersamaan Dhena pun membuka pintu rumah.


" Astagfirullah kamu ngagetin Dhen.. " ucap Agni.


" Sorry Mbak.. Mas.. oya kok Mbak sama Mas dianterin pake mobil polisi ada apa ? " tanya Dhena penasaran.


" Hmm.. masuk dulu yuk, nanti Mas cerita " ucap Deva masuk kedalam rumah.


Agni, Deva dan Dhena masuk kedalam rumah.


" Dhen, siapa yang datang ? " tanya Mama Nita sedikit meninggikan suaranya.


" Assalamu'alaikum Ma.. " ucap Deva dan Agni berbarengan.


" Oh kalian sudah pulang, kok Mama gak denger mobil kamu masuk garasi Dev " ucap Mama Nita.


Deva hanya tersenyum kecil lalu ia meminta Agni untuk duduk lebih dulu.


Dari gerak gerik Deva dan Agni yang tidak biasa membuat kecurigaan Mama Nita muncul.


" Kalian kenapa sih ? ada apa ? " tanya Mama Nita.


Deva kembali memposisikan tubuhnya, ia menghela nafas dalam, ia mulai menceritakan kronologi kejadian yang baru saja ia dan Agni alami.


" Ya Tuhan Dev.. " ucap Mama Nita kaget.


" Ya ampun Mas.. Mbak " ucap Dhena tak kalah kaget.


" Iya begitu ceritanya, tapi Alhamdulillah kita gak apa-apa, Deva dan Agni gak ada cedera apapun kandungan Agni juga baik-baik aja " ucap Deva.


" Benar kamu nggak apa-apa Gni ? " tanya Mama Nita terlihat khawatir.


" Nggak Mah Alhamdulillah aku sama janinku baik-baik aja " ucap Agni.


" Syukurlah kalo begitu "


" Syukurlah Mbak.. kok bisa ya Mas.. mobil Mas Deva kan keluaran baru, kok bisa sampe rem blong gitu " ucap Dhena.


" Namanya juga musibah Dhen, siapa yang tahu kan ? " balas Deva.

__ADS_1


Dhena hanya mengangguk ia pun menjadi penasaran, ia tidak begitu percaya jika ini murni kecelakaan, Deva belum menceritakan secara detail kecurigaan nya, juga ia tidak ingin Mama Nita menjadi khawatir.


" Ma.. Deva dan Agni ke kamar dulu ya mau bersih-bersih, lagi pula kasiah Agni pasti dia lelah " ucap Deva.


" Iya.. istirahat ya Agni.. " balas Mama Nita.


Agni hanya mengangguk tersenyum.


Mereka berdua berjalan meninggalkan Mama Nita dan Dhena menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Agni segera mencari baju di dalam lemari, lalu masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


" Mas aku mandi duluan "


" Hmm.. " Deva hanya mengangguk.


Selama Agni di dalam kamar mandi Deva pun duduk memikirkan siapa yang tega memotong kabel rem di mobilnya, yang hampir saja membuat dirinya dan istrinya juga anak yang dikandung istrinya celaka.


Aku rasa tidak mempunyai musuh, tapi aku yakin ini pasti ulah manusia yang ingin mencelakai ku bahkan keluarga kecilku, mobilku baru saja selesai maintenance tidak mungkin secara tiba-tiba kabel rem nya putus, siapa yaa.. apakah aku harus mencurigai Fahri ? mantan istriku atau........


Saat Deva menerawang jauh terdengar pintu kamar mandi terbuka.


Clek...


Deva menoleh ke arah Agni yang baru saja selesai mandi dengan rambut yang masih basah.


" Mas.. kamu mandi dulu sekarang " ucap Agni berjalan menuju meja rias, lalu ia duduk di depannya.


" Iya sayang .. " Deva beranjak dari duduknya dengan malas, lalu berjalan mengambil handuk, masuk kedalam kamar mandi.


Ya Tuhan.. kejadian tadi sangat diluar nalarku, walaupun musibah bisa datang kapan saja, tapi seperti ada yang janggal.. lindungilah keluarga kecilku Ya Tuhan...


Agni mengelus-elus perutnya yang sudah membesar.


Setelah menyelesaikan aktivitas nya Agni keluar kamar, ia berniat untuk membuat teh hangat untuk dirinya dan untuk Deva.


Agni berjalan menuju dapur, ia melihat ke sekeliling tidak ada Mama Nita dan Dhena, mungkin mereka berada di kamarnya masing-masing.


Agni mengambil dua cangkir, diisi oleh air teh yang masih panas, aroma khas teh dan bunga melati membuat Agni terasa rileks saat menghirupnya.


Lalu ia kembali ke kamar, tercium aroma sabun yang Deva pakai saat mandi.


" Sepertinya Mas Deva sudah selesai mandi " gumam Agni.


Benar saja ia melihat bayangan sedang duduk di balkon dekat kolam ikan, tempat favorit Deva, tempat dimana Agni dan Deva saling mencurahkan isi hati satu sama lain, tempat Deep Talk nya mereka berdua, Agni menghampiri Deva menuju balkon.


" Ehem.. Mas... "


" Hemm.. sini.. " Deva menoleh ke arah istrinya.


Agni berjalan menyimpan dua cangkir teh di atas meja lalu duduk tepat disamping suaminya.

__ADS_1


" Minum dulu Mas teh nya " ucap Agni.


Menjelang malam memang udara di tempat tinggal Deva sudah sangat dingin, lama-lama akan semakin dingin menusuk kulit.


" Terima kasih.. " Deva mengambil cangkir lalu menyeruput teh buatan istrinya.


" Mas.. apa sudah ada kabar dari polisi ? " tanya Agni.


" Belum, mungkin mereka masih menyelidiki " jawab Deva.


" Hmm.. " Agni mengangguk.


" Tapi Mas.. aku menjadi khawatir karena ini sangat janggal aku rasa "


Deva mendekat lalu mendekap tubuh Agni.


" Jangan kamu pikirkan kejadiannya tadi ya.. Aku pastikan semua akan baik-baik aja, jika memang ada yang berniat tidak baik terhadap kita, kita sudah serahkan semua ke pihak berwajib, tapi aku harap ini murni kecelakaan, agar aku selalu berhati-hati " ucap Deva menenangkan.


" Hmm.. iya Mas.. Aamiin "


Disaat yang bersamaan terdengar ketukan pintu dari balik kamar.


" Sebentar aku buka pintu dulu " ucap Deva.


" Iya Mas "


Deva berjalan menuju pintu kamar, Deva membukanya ternyata Pak Jefri sudah berada tepat dibalik pintu.


" Dev.. "


" Pah " Deva menyalami Papanya.


" Apa yang terjadi Dev ? katanya kamu kecelakaan ? kenapa tidak menghubungi Papa, Papa dikabari oleh Pak Sukri " ucap Pak Jefri.


Deva lalu mengajak Pak Jefri untuk berbicara di ruang keluarga.


" Maaf Pah tadi Deva agak kaget juga, pasca kejadian Deva langsung membuat laporan ke kantor polisi, ada seseorang yang baik hati yang mengantarkan Deva dan Agni ke kantor polisi "


" Bagaimana dengan Agni ? " tanya Pak Jefri.


" Alhamdulillah Agni baik-baik saja, kandungan nya juga baik-baik saja "


" Syukurlah.. Papa merasa khawatir sekali "


Disaat yang bersamaan Mama Nita menghampiri Pak Jefri sambil membawa teh hangat untuk suami nya.


" Mama juga baru dikabari saat Deva dan Agni sudah pulang ke rumah Pah, tadi juga kata Dhena, Deva dan Agni diantar pulang menggunakan mobil polisi " ucap Mama Nita.


" Ya syukurlah kalo kalian berdua tidak apa-apa, bagaimana perkembangan kasus nya sudah ada kabar ? "


" Belum Pah, yang terpenting semua sudah ditangani pihak kepolisian " ucap Deva.

__ADS_1


" Hmm... " Pak Jefri hanya mengangguk.


💐💐💐


__ADS_2