Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 40 - Rencana Ibu


__ADS_3

Agni, Deva dan kedua orangtua Agni sedang makan siang yang kesorean. Ini kali pertama mereka makan berempat di satu meja yang sama.


Terlihat Ayah dan Ibu Agni sudah berpakaian rapi.


" Ayah, Ibu mau kemana ? " tanya Agni.


" Oh ya, sore ini Ayah dan Ibu akan berkunjung ke atasan Ayah mu Gni.. ya itung-itung ucapan terima kasih juga karena dia sudah datang di acara pernikahan kalian " jawab Ibu.


Agni hanya mengangguk.


" Jangan ditunggu Ayah dan Ibu pulang, soalnya kita akan mampir dulu ke rumah Bude kamu yang di daerah Kota Sari, selesai berkunjung ke atasan Ayah mu " ucap Ibu lagi.


" Kok ngedadak Bu ? emang nya Ibu gak capek ? Ke kota Sari kan lumayan jauh Bu " tanya Agni lagi.


" Hmm.. nggak kok, Ibu dan Ayah juga ingin mengucapkan terima kasih, mereka juga sudah banyak membantu di pernikahan kamu, hanya mereka kan tidak menginap disini jadi dari acara resepsi mereka langsung pulang " jawab Ibu.


" Jadi.. aku cuma berdua di rumah sama Mas Deva " Agni sedikit gusar.


" Ya.. kan Mas Deva suami kamu sekarang, apa yang membuat kamu khawatir " ucap Ayah.


Agni tersadar, Deva tersenyum kecil.


" O..oh.. iya sih Yah.. ta..tapi kan besok aku udah pergi ke rumah Mas Deva Bu " susul Agni.


" Iya pokonya, sebelum pagi Ibu dan Ayah sudah kembali pulang "


Agni hanya bisa pasrah mengiyakan ucapan orangtuanya.


Mereka berempat menyelesaikan makan nya, setelah selesai Ayah dan Ibu pamit untuk pergi kepada Deva dan Agni.


" Ayah dan Ibu pergi dulu ya.. hati-hati di rumah, oya Ibu bawa kunci cadangan kok, jadi kalau Ayah dan Ibu pulang malam, tidak perlu membangunkan kalian " ucap Ibu.


" Iya Bu, Yah.. hati-hati dijalan juga "


Agni dan Deva menyalami Ayah dan Ibu.


" Nak Deva.. titip Agni ya.. walaupun sudah dewasa, terkadang dia masih suka manja, maklum anak satu-satunya " ucap Ayah kepada Deva.


" Siap Yah.. " Deva tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua melihat Ayah dan Ibu masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan halaman rumah, Deva berjalan untuk menutup pintu pagar rumah lalu menguncinya. Deva kembali menghampiri Agni yang masih menunggunya di teras rumah.


" Masuk Mas.. " ajak Agni.


Deva mengangguk, mereka masuk kedalam rumah, Deva kembali menutup pintu rumah lalu menguncinya.


Punya mertua pengertian banget sih...


Batin Deva, ia tersenyum kecil.


Agni berjalan menuju ruang keluarga, disana televisi masih menyala, ia melihat diatas meja masih banyak kue kering, kue pernikahannya pun juga masih ada, Agni mengambil satu buah toples ia berniat untuk membukanya, ia sudah beberapa kali mencoba membuka namun sulit.


" Susah banget sih, pabrikan mana nih sampe bikin tutup toples nempel gini, gak bisa dibuka " ucap Agni menggerutu.


Deva yang sudah berada di dekat Agni, mengambil toples dari tangan istrinya.


" Sini.. aku yang buka " ucap Deva.


Dengan sekali putaran, toples terlepas dari tutupnya.


Agni hanya melongo.


" Kamu, kalo emang gak bisa, kenapa gak minta tolong sih ? " ucap Deva duduk di sebelah istrinya.


" Terima kasih "


Ia merasa canggung berada di rumah berdua bersama Deva, biasanya jika kedua orangtuanya sedang keluar Agni di rumah sendiri tapi tidak secanggung ini, ia pura-pura fokus pada televisi di hadapannya.


Deva yang melihat Agni tidak seperti biasanya, malah semakin ingin menggoda istrinya.


" Hmm.. Gni... kalo kedua orangtua kamu lagi gak ada, kamu di rumah ini sendiri dong ? " tanya Deva mencairkan suasana.


" Iya Mas.. "


" Kenapa kamu gak bilang-bilang ? " ucap Deva.


" Dihh.. enak aja.. nanti kalo aku diapa-apain sama kamu gimana ? " balas Agni disusul tawa renyah dari Deva.


" Biasa nya kalo sendiri kamu ngapain aja di rumah ? " tanya Deva lagi.

__ADS_1


" Hmm biasanya tidur " jawab Agni santai.


" Kalo gitu ayo... " ajak Deva meraih tangan istrinya.


" Maksud nya Mas .. "


" Ya.. sesuai kebiasaan kamu... tidur " ucap Deva menarik Agni.


Agni pun tidak bisa menolak, mau bagaimana pun sekarang ia sudah menjadi seorang istri dari Deva Rayendra, sebagai laki-laki dewasa yang normal, Deva sudah pasti akan meminta hak nya kepada Agni, Agni mengerti itu, walaupun sebetulnya ia merasa tidak tenang jika Deva sudah mulai memberikan kode untuk meminta hak nya.


Ia berusaha untuk menetralkan suasana hatinya, Deva mengajak Agni masuk kedalam kamar. Ia melepaskan genggaman tangannya. Agni semakin canggung dibuatnya.


" Boleh aku meminta hak ku sekarang ? " bisik Deva yang membuat bulu kuduk Agni merinding.


Agni hanya terdiam, ia bingung menjawab antara siap atau belum.


Deva masih memperhatikan wajah istrinya, Deva menunggu jawaban dari dirinya, suasana rumah sudah sangat mendukung mereka berdua.


Diam berarti menyetujui itu pikir Deva, ia mendekatkan tubuhnya ke Agni, tidak biasanya jantung Agni berdegup kencang, saat wajah mereka sudah sangat dekat terdengar suara petir menggelegar pertanda akan turun hujan.


Sontak Agni menjadi kaget, ia langsung memeluk suaminya dengan reflek.


" Mas Deva..... "


Bugggggg..


Karena posisi Deva sedang tidak siap, saat dipeluk oleh Agni, ia sedikit terdorong ke belakang dan mereka berdua terjatuh ke atas kasur.


Dewi Fortuna berpihak kepada Deva, tidak akan ia sia-siakan kesempatan ini...


Skip..


Skip...


Skip...


Ditemani rintik hujan yang turun, akhirnya Agni sudah menjadi istri yang seutuhnya bagi Deva. Mereka berdua masih berada di balik selimut, cuaca semakin dingin karena hujan turun cukup deras, itu membuat Agni dan Deva semakin enggan untuk beranjak dan semakin mempererat pelukannya.


" Terima kasih " ucap Deva mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Agni hanya mengangguk mengeratkan pelukannya.


💐💐💐


__ADS_2