Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 56 - Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Hari demi hari berlalu Deva masih sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, Agni masih seperti biasa nya ia menghabiskan waktu di rumah menunggu Deva pulang kerja, terkadang ia hanya berdua bersama Mama Nita, karena Papa Jefri pun tak kalah sibuk seperti Deva.


Siang ini Deva berniat untuk mengajak Agni makan siang diluar, tinggal satu pasien lagi yang sedang Deva tangani.


" Selamat ya Pak, istri Bapak sedang mengandung menurut hitungan, usia kandungannya baru sekitar 4 minggu " ucap Deva kepada suami pasien di hadapannya.


" Ya Tuhan Dok.. Alhamdulillah.. penantian kami selama 8 tahun akhirnya Allah kabulkan.. Terima kasih Ya Allah.. Terima kasih Dokter " ucap suami pasien.


" Alhamdulillah Pak Bu.. semoga sehat selalu saya akan berikan vitamin untuk penguat kandungannya ya dan saya juga meminta do'a dari Bapak dan Ibu, semoga saya dan istri juga segera diberikan amanah seperti Bapak dan Ibu " ucap Deva.


" Aamiin Pak Dokter, Pak Dokter adalah dokter yang baik, banyak membantu orang, semoga Tuhan juga membalas kebaikan dokter dengan segera di berikan momongan ya Dok, semoga istri Pak Dokter juga segera hamil.. " ucap Pasiennya mendoakan.


" Terima kasih banyak Bu.. ini resepnya ya berikan kepada suster di depan " ucap Deva.


Memang Deva tidak pernah malu dan segan untuk meminta do'a kepada pasien-pasien nya terutama jika pasiennya yang sudah lama menanti seorang anak ternyata dinyatakan hamil, agar ia pun segera diberikan amanah oleh Tuhan YME.


Setelah pasien terakhir di poli, Deva langsung mengambil ponselnya, ia menghubungi Agni untuk mengajaknya makan siang diluar.


Deva mencari kontak istrinya langsung memencet tombol dial untuk menghubungi Agni. Lama terdengar nada sambung sampai akhir terdengar suara khas dari ujung telepon sana.


Agni : " Halo Mas "


Deva : " Gni.. siang ini aku mau ajak kamu makan diluar, kamu siap-siap ya aku jemput "


Agni : " Makan dimana Mas ? "


Deva : " Terserah kamu mau dimana ? "


Agni : " Kok balik nanya sih, kan kamu yang ngajak "


Deva : " Hmm.. dimana aja deh pokonya kamu siap-siap dulu aja ya "


Agni : " Oke, eh tapi Mas.. biar gak lama nunggu, aku dari rumah naik angkutan online aja, kita janjian dimana ? daripada kamu bolak-balik loh Mas "


Deva : " Boleh, aku tunggu di simpang tiga rumah sakit "


Agni : " Oke, aku siap-siap terus langsung berangkat "


Deva : " Oke sayang.. "


Klik telepon di tutup.


Agni bergegas mengganti pakaian, mengenakan jilbab memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan perona pipi agar tidak terlalu pucat, setelah siap ia langsung keluar kamar mencari keberadaan Mama Nita untuk pamit.


" Ma.. " ucap Agni memanggil mertuanya.


" Iya, Gni.. mau kemana kamu udah rapi " tanya Mama Nita.


" Ma, aku keluar dulu ya, sama Mas Deva kok " jawab Agni.


" Kamu janjian sama Deva gitu ? " tanya Mama Nita lagi.


" Iya Ma "

__ADS_1


" Oke deh hati-hati ya, jangan malem-malem pulangnya Mama sepi di rumah " ucap Mama Nita.


" Iya Ma, Agni pamit ya Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumusalam "


Agni sebelumnya sudah memesan angkutan online, tidak lama angkutan online tiba tepat di depan rumah Mertua Agni.


" Dengan Mbak Agni ? " tanya driver angkutan online.


" Betul "


" Oh ya baik silakan naik Mbak "


" Iya terima kasih "


Agni menaiki taxi yang ia pesan, lalu taxi melaju meninggalkan rumah menuju lokasi dimana Agni dan Deva bertemu, sekitar 20 menit perjalanan akhirnya Agni sampai di simpang tiga rumah sakit, ia turun tepat di halte pertigaan. Ia melihat kanan dan kiri belum ada mobil suaminya disana, sampai akhir nya satu buah mobil yang tidak asing baginya berhenti tepat di hadapannya.


Deva membuka kaca mobilnya, lalu melihat ke arah Agni.


" Dengan Mbak Agni " ucap Deva.


Agni yang melihat tingkah suaminya ingin tertawa sendiri, ia teringat saat dulu ia pertama kali diajak Deva naik kedalam mobilnya, saat hujan deras sepulang dinas di rumah sakit. Agni langsung membuka pintu mobil lalu naik tepat di kursi penumpang sebelah Deva.


" Sesuai aplikasi ya Mbak " ucap Deva lagi.


" Iihh Mas Deva apaan sih " Agni meraih tangan suaminya lalu mencium punggung tangannya.


Deva dan Agni telah sampai di restoran yang mereka tuju, seperti biasa Agni memilih tempat duduk yang nyaman, setelah itu mereka memilih makanan lalu memesannya.


Deva yang ternyata kebelet ia meminta ijin kepada istrinya untuk ke toilet terlebih dahulu.


" Aku ke toilet dulu ya " ucap Deva.


" Hmm.. iya Mas " balas Agni.


Deva berjalan menuju toilet, ia menyelesaikan hajatnya didalam toilet, setelah selesai ia keluar toilet untuk kembali ke meja dimana Agni sedang menunggu.


Saat Deva keluar toilet ia berpapasan dengan seorang wanita yang sangat ia kenali.


" Mas Deva ? " ucap wanita itu.


" Eh.. euu Tari.. " balas Deva.


" Kamu disini juga ? sama siapa ? sama Mama Nita ? " tanya Mentari celingak celinguk.


" Oh nggak kok Mama di rumah " jawab Deva.


" Hmm.. Mas katanya kamu udah nikah ya ? kenapa gak kabarin aku ? " ucap Mentari.


" Euh.. sorry aku pikir Mama yang sudah mengabari Mama kamu " balas Deva.


" Walaupun telat, selamat ya atas pernikahan kamu " ucap Mentari.

__ADS_1


" Ya, terima kasih, a..aku duluan ya permisi " Deva mengakhiri obrolannya dengan Mentari ia khawatir Agni melihat ia berbicara dengan Tari, pasti nanti banyak pertanyaan jika Agni mengetahui jika Dokter Kecantikan nya berbicara dengan suaminya.


Deva langsung pergi meninggalkan Mentari, Mentari yang masih diam pada posisinya tidak menyangka bisa bertemu Deva di restoran ini, ia penasaran dengan siapa Deva di restoran ini, Mentari perlahan mengikuti Deva, ia lihat dari kejauhan Deva duduk di salah satu meja bersama seorang wanita yang duduk membelakangi Mentari.


" Apa itu istrinya Mas Deva ya ? duh gak keliatan wajahnya lagi ck.. " Batin Mentari.


Karena penasaran Mentari berjalan menghampiri Deva dan Agni, seolah-olah meja yang ia pesan ada di dekat meja Deva dan Agni.


Saat Mentari sudah di dekat Agni, ia langsung mendekati Deva.


" Loh kamu duduk disini juga Mas Deva ? mejaku juga disebelah sana, ini istri kamu ?" tanya Mentari membuat Agni menoleh ke arah Mentari.


" Dokter Mentari ya.. " ucap Agni.


Deg..


Mentari yang melihat wajah Agni sedikit familiar.


Perasaan pernah liat dimana ya ? kok dia tahu nama aku ?


Batin mentari.


" Apa sebelumnya kita pernah ketemu ? " tanya Mentari kepada Agni, namun tatapan Mentari yang berbeda kepada Deva, membuat Agni sedikit heran.


" Saya beberapa minggu lalu, sempat ke klinik nya dokter " jawab Agni.


" Oh ya.. pantas perasaan kita pernah ketemu ternyata di klinik " ucap Mentari.


Agni hanya tersenyum. Deva yang menjadi kikuk dan canggung dihadapkan pada dua wanita masa lalu dan masa depannya.


" Mas.. Dokter Mentari ini temen kamu ? Kok kamu gak ngomong sih, kalo Dokter Mentari ini temen kamu, padahal aku sempet cerita loh Dok, aku treatment di klinik nya Dokter " ucap Agni polos.


Deva hanya tersenyum canggung.


" Kita itu bukan temen lagi.. tapi dulu itu kita .... " belum selesai Mentari berbicara sudah dipotong oleh Deva.


" Oh ya makanan kita kok belum selesai ya ? Yang.. aku dikabarin harus balik ke rumah sakit " ucap Deva berbohong kepada Agni .


Bener ternyata ini istrinya.. kenapa disaat Deva panggil sayang ke istrinya, aku jadi cemburu ... huft


Batin Mentari.


" Oh ya udah kalo gitu, aku bilang dulu aja kalo makanan kita bungkus untuk dibawa pulang " ucap Agni.


Deva hanya mengangguk.


" Dok, kami permisi duluan ya.. " ucap Agni.


" O.. oh ya silakan, sampai ketemu lagi ya " balas Mentari.


Deva hanya melihat Mentari sekilas, ia mengikuti Agni kemana pun ia melangkah, sebetulnya ia tidak ada jadwal lagi hari ini, tadi ia berbohong agar bisa pergi dari Mentari, khawatir Mentari akan berbicara yang aneh-aneh kepada Agni.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2