
Agni sudah bersiap kali ini ia akan kembali ke Klinik Amora untuk melanjutkan treatment yang sebelumnya pernah ia lakukan. Deva masih santai di kursi favorit nya sambil memberi makan ikan-ikan koi peliharaan nya, karena memang hari ini Deva sedang libur praktek.
Agni menghampiri suaminya.
" Mas.. jadi anter aku gak ? " tanya Agni.
" Iya aku anter " jawab Deva singkat.
" Oke.. makasih.. " Agni berjalan kembali ke kamar untuk mengambil tasnya, Agni masih melihat Deva di posisinya.
Agni kembali keluar balkon untuk memanggil suaminya.
" Mas ayo.. kamu masih diem aja sih ? " ucap Agni.
Deva menghela nafas dalam.
" Iya ayo " ia beranjak dari duduknya berjalan mengekori Agni.
Mereka berdua keluar kamar, mencari kedua orangtuanya untuk pamit, setelah pamit, Deva dan Agni masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan rumah menuju Mall Kota Bunga dimana Klinik Amora berada.
" Gni.. aku antar sampai lobby ya, hari ini Koas menghubungi ku, jadi aku harus ke rumah sakit " ucap Deva.
" Iya Mas gak apa-apa " balas Agni.
Setelah sampai lobby Mall, Agni turun dari mobil, ia bergegas masuk kedalam Mall berjalan menuju Klinik Amora.
Sesampainya di klinik Agni kembali disambut oleh resepsionis, lalu menanyakan treatment apa yang akan Agni lakukan, setelah menjelaskan apa yang akan dilakukan, resepsionis meminta Agni untuk langsung ke ruang tindakan.
Di ruang tindakan sudah ada terapis yang menunggu.
" Mbak Agni selamat siang " ucap terapis.
" Siang " Agni tersenyum disambut oleh terapis.
" Mbak siap-siap dulu ya, untuk treatment ini akan dilakukan oleh Dokter Mentari, mohon tunggu sebentar " ucap terapis.
" Oke " Agni mengangguk.
Tidak lama Mentari datang menghampiri Agni.
" Hai Agni, apa kabar ? " ucap Mentari.
__ADS_1
" Eh Dok.. Alhamdulillah baik " balas Agni.
" Sendiri aja ? suamimu ? " tanya Mentari.
" Dia ada kegiatan di rumah sakit Dok " jawab Agni seadanya.
" Hm.. ya " Mentari manggut-manggut.
Agni langsung dilakukan terapi oleh Mentari, Mentari banyak berbicara kepada Agni, kadang Agni sendiri kewalahan untuk menjawab pertanyaan dari Mentari.
" Seneng ya kamu punya suami yang baik " ucap Mentari.
" Hmm.. " Agni hanya tersenyum.
" Aku juga dulu sempat dijodohkan oleh Mama ku dengan seorang dokter juga, padahal aku udah deket banget sama keluarganya, udah mau nikah juga, tapi ya mungkin belum jodoh ya dan sekarang aku baru tahu jika pria yang sempat dijodohkan kepadaku dia sudah menikah dengan seorang Bidan " ucap Mentari.
Jaagggg..
Agni terhenyak mendengar ucapan Mentari.
Apa benar dugaanku.. yang dimaksud pria yang dijodohkan dengan dokter Mentari itu adalah Mas Deva, dan Bidan yang dimaksud adalah aku ? Apa mungkin hanya kebetulan aja..
" Eh.. kok malah jadi curhat.. maaf ya Gni.. " Mentari kembali fokus pada wajah Agni.
" Hmm.. gak apa-apa dok " ucap Agni singkat.
Jujur hati Agni menjadi tidak karuan setelah mendengar ucapan Mentari tadi, banyak spekulasi yang bermunculan di benak Agni. Ia kembali mengingat ucapan-ucapan Mama mertuanya dulu kepada Deva.
Apakah yang dimaksud Mama Nita, anak temen Mama yang dikenalkan ke Mas Deva itu adalah Dokter Mentari.. Wajar jika Mama Nita menyukai Dokter Mentari, dia cerdas, pintar, cantik, lemah lembut.. kalau dibandingkan dengan aku, apalah aku ini... aargghhhh kenapa pikiran aku kemana-mana sih ?
Agni kembali teringat akan pernikahan nya, sudah lebih dari satu tahun ia menikah dengan Deva, permasalahan utama rumah tangga mereka adalah karena Agni belum kunjung hamil, Deva tidak mempermasalahkan itu, namun Mama Nita, sampai detik ini pun Mama Nita terkadang masih selalu menanyakan perihal kehamilan Agni.
Mood Agni seketika berubah, ia menjadi tidak bersemangat menjalani perawatan nya kali ini. Agni memejamkan matanya ia pura-pura tidur agar Mentari tidak banyak bicara lagi kepadanya.
Setelah selesai Mentari memanggil asistennya untuk membersihkan wajah Agni. Terapis menghampiri Agni, ia mulai membersihkan wajah Agni, setelah selesai Agni dibangunkan oleh terapis jika perawatan nya kali ini sudah selesai.
" Mbak Agni, sudah selesai ya " ucap terapis.
" Oh ya.. terima kasih " Agni bangun lalu merapikan pakaian dan jilbab nya, setelah rapi ia bergegas keluar ruangan tindakan menuju kasir untuk membayar biaya perawatan nya kali ini.
...****************...
__ADS_1
Selepas perawatan dari Klinik Amora, Agni tidak langsung pulang ke rumah, ia memutuskan untuk ke coffe shop terlebih dahulu, ia ingin sedikit menenangkan pikirannya.
Ia memesan Ice Coffe Latte, ia memilih duduk di roof top sambil menikmati Kota Bunga yang terlihat jelas dari roof top Coffe Shop.
Ia duduk sendiri, kembali teringat kata-kata Mentari, teringat kembali kata-kata Mama Nita yang hampir membuatnya memutuskan hubungan dengan Deva, ia teringat dengan sikap Deva saat mendengar kata Mentari dan sikap Mentari pun yang berbeda saat bertemu dengan Deva.
Sepertinya memang benar dugaanku.. Argghh biarlah itu masa lalu yang terpenting sekarang aku istrinya Mas Deva, aku yang dinikahi oleh Mas Deva..
Agni menepis segala pikiran-pikiran buruknya, ia mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran. Sesekali ia menyeruput es kopi yang ia pesan. Tanpa ia sadari Deva sudah beberapa kali menghubunginya. Ia mengambil ponsel lalu menelepon balik suaminya.
Agni : " Ya Mas, maaf tadi ponselku disimpan di dalam tas "
Deva : " Kamu kemana aja sih ? aku puluhan kali hubungi kamu "
Agni : " Maaf Mas "
Deva : " Sudah selesai ? aku sudah parkir di besment "
Agni : " Su..sudah Mas.. aku ke bawah ya.. "
Deva : " Ya .. "
Klik telepon ditutup.
Agni bergegas keluar coffe shop, menuju besment menggunakan lift, sesampainya di besment ia mencari mobil suaminya yang terparkir disana, Deva yang melihat istrinya celingak-celinguk mencari mobil dirinya, merasa kasihan Deva turun dari mobil lalu menghampiri Agni.
" Yang.. " ucap Deva tepat di belakang Agni.
" Astagfirullah.. " Agni terperanjat kaget.
" Ini aku " ucap Deva.
" Kamu Mas, ngagetin aja " Agni memajukan sedikit bibirnya.
" Ya udah ayo " Deva mengajak Agni menuju mobil.
Mereka berdua menaiki mobil, lalu pulang menuju rumah, hening didalam perjalanan, Agni masih terngiang dengan ucapan Mentari, Deva pun tidak banyak bertanya kepada istrinya, biasanya Deva sedikit cerewet ia akan menanyakan apapun kepada istrinya, namun kali ini tidak, entah apa yang ada dipikiran Deva dan Agni kali ini, biarkanlah mereka dengan pemikirannya masing-masing.
💐💐💐
__ADS_1