Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 76 - Praktek Klinik


__ADS_3

Deva dijadwalkan sudah mulai bekerja di klinik hari ini, seharusnya jadwal ia hanya di poli Rumah Sakit Kasih Ibu sampai siang, lalu ia biasanya pulang ke rumah untuk menghabiskan waktu sore nya bersama Agni, namun karena ia sudah mulai praktek di Klinik yang tidak jauh dari rumahnya, Agni sudah mulai harus terbiasa jika Deva akan lebih telat pulang ke rumah dibandingkan biasanya.


Deva memarkirkan mobil tepat di parkiran klinik, ia melihat sudah banyak pasien ibu hamil yang menunggu sampai ke kursi tunggu yang berada di luar klinik.


" Banyak sekali " gumam Deva.


Antusias para ibu hamil yang ingin di periksa kandungan oleh Dokter Deva sangat banyak, belum lagi klinik menggratiskan selama 3 hari bagi siapa saja ibu hamil yang ingin diperiksa kandungannya oleh Deva, dalam rangka praktek perdana Deva di Klinik.


Deva mengambil jas nya lalu memakai masker medis, lalu ia turun dari mobil, berjalan masuk kedalam klinik melalui pintu samping, ia menyusuri beberapa ruangan periksa, ia menghampiri perawat yang sudah menunggunya.


" Sore sus " ucap Deva.


" Dokter Deva ? " tanya perawat itu.


Deva hanya mengangguk.


" Silakan Dok " Perawat membukakan pintu ruang praktek yang akan Deva gunakan untuk memeriksa pasien.


Deva masuk kedalam ruangan periksa, lalu duduk di kursi kerjanya.


" Bisa dimulai Dok ? " tanya perawat.


" Silakan " jawab Deva.


Salah satu perawat lainnya masuk membawa tumpukan status pasien.


" Permisi Dok " ucap perawat menyimpan tumpukan status pasien dan buku Kesehatan Ibu Anak di meja dekat Deva.


" Wah banyak banget " celetuk Deva.


" Hmm.. iya dok, baru kali ini klinik ramai, mungkin karena Dokter Deva mulai praktek disini " ucap perawat.


" Hmm.. " Deva hanya mengangguk.


" Semoga menjadi awal yang baik untuk kemajuan klinik Dok " balas perawat.


" Aamiin "


Tidak lama perawat mulai memanggil pasien pertama untuk diperiksa oleh Deva, begitu seterusnya hingga pasien-pasien yang lain secara bergiliran.


Dilain tempat Agni menunggu Deva di rumah jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.


" Kemana ya Mas Deva kok belum pulang, tumben banget bukannya jadwal hari ini cuma di Rumah Sakit ya.. " gumam Agni.


Ia lalu mengambil ponselnya, untuk menghubungi suaminya. Agni belum menyadari jika hari ini Deva sudah mulai praktek di klinik, padahal sebelumnya Deva sudah memberitahu Agni hal ini.


Lama tidak diangkat, Agni lalu mengirimkan pesan kepada suaminya.


" Mas Deva gak bilang hari ini ada jadwal operasi atau memang masih ada kegiatan lain ? " Gumam Agni bertanya-tanya.


Ia kembali duduk di sofa kamar, memainkan ponselnya seperti biasa ia mencari beberapa makanan di beberapa aplikasi, ia berniat untuk mengajak suaminya jika ia sudah menemukan makanan yang ia inginkan, karena ia tahu biasanya sore hari Deva pasti sudah sampai rumah.


Saat Agni sedang asyik mencari-cari makanan melalui aplikasi, layar ponsel nya berubah, ternyata Deva menghubunginya balik.

__ADS_1


Agni : " Ya halo Mas "


Deva : " Ya.. aku lagi di klinik "


Agni : " Kegiatan apa di klinik ? "


Deva : " Kan aku udah mulai praktek disini "


Agni : " Oh ya aku baru inget "


Deva : " Gimana ? ada apa ? "


Agni : " Mmh.. itu loh Mas yang tadi aku kirim pesan "


Deva : " Oh ya udah kamu bisa ke klinik ? nanti setelah ini kita makan bareng ya "


Agni : " Oke Mas "


Deva : " Aku lanjut lagi ya, masih lumayan banyak soalnya "


Klik telepon ditutup.


Agni beranjak dari duduk nya, ia membuka lemari pakaian untuk mencari baju yang akan ia gunakan, setelah mengeluarkan baju nya, Agni menyimpan di atas kasur lalu ia berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sore terlebih dahulu.


Setelah mandi Agni berganti pakaian, dandan lalu memoles wajahnya tipis dengan make up agar tidak terlihat pucat, setelah siap Agni keluar kamar untuk pamit kepada Mama Nita.


Mama Nita terlihat sedang berada di ruang televisi.


" Ma " Panggil Agni.


" Mau kemana kamu Gni udah rapi ? " tanya Mama Nita.


" Mmh.. Agni mau keluar dulu ya Ma sebentar kok " jawab Agni.


" Sama siapa ? sendiri ? " tanya Mama Nita lagi.


" Nggak kok Ma, aku janjian sama Mas Deva " jawab Agni.


" Oh gitu.. iya deh hati-hati ya " balas Mama Nita.


" Iya Ma.. Agni berangkat dulu, oya Mama mau titip apa ? " tanya Agni.


" Ga usah deh Gni, lagian Mama udah makan juga " jawab Mama Nita.


Agni menyalami Ibu Mertuanya lalu berjalan keluar rumah setelah mengucapkan salam.


Sebelum nya Agni sudah memesan kendaraan online untuk sampai ke klinik dimana tempat Deva bekerja sekarang.


Sekitar 10 menit, Agni sudah sampai di parkiran klinik.


" Sudah sampai Bu " ucap supir taxi online.


" Oh ya, Pak ini ongkos nya terima kasih " balas Agni.

__ADS_1


" Sama-sama Bu, hati-hati turunnya "


Agni turun lalu berjalan menuju lobby klinik.


" Banyak banget yang hamil, mereka pasti yang mau diperiksa Mas Deva " batin Agni.


Saat Agni berjalan masuk, ia melewati meja pendaftaran, Agni disambut baik, karyawan menanyakan apa yang Agni butuhkan, mereka tidak tahu jika Agni adalah istri dari Deva yang sekarang praktek di klinik itu.


" Sore Bu, mohon maaf untuk pendaftaran sudah tutup " ucap karyawan di meja pendaftaran itu, karena ia melihat Agni sedang hamil, karyawan berkesimpulan Agni pun akan di periksa oleh Deva.


" Oh sudah tutup ya " balas Agni.


" Iya Bu,karena hari ini pasien lumayan banyak, untuk 20 pasien terakhir sepertinya akan di alihkan ke besok, jadi hari ini sekitar 10 pasien lagi yang belum ditangani atau Ibu akan daftar hari ini untuk diperiksa besok ? atau Ibu bisa ke rumah sakit Kasih Ibu, disana dokter Deva juga praktek pagi " susul karyawan.


Bener kata Mas Deva, pasiennya banyak..


Batin Agni.


" Hmm.. nanti saja ya, terima kasih informasinya nya " ucap Agni, karena memang niat ia ke klinik bukan untuk diperiksa melainkan untuk bertemu suaminya.


" Baik sama-sama Bu "


Agni berjalan menyusuri lorong-lorong klinik, ia belok ke arah ruangan yang banyak dipenuhi oleh ibu-ibu hamil.


Sepertinya ini ruangan nya..


Batin Agni, ia duduk di sela-sela kursi tunggu.


Sekitar 30 menit Agni menunggu, Agni melihat pintu ruangan praktek Deva terbuka, ia melihat suaminya keluar di temani 2 orang perawat, seperti sedang buru-buru.


" Ibu-ibu mohon maaf, dari nomor antrian 40 sampai akhir, dialihkan besok ya, karena dokter Deva harus menolong persalinan saat ini " ucap perawat menjelaskan.


Deva melihat sekilas ke arah Agni, Agni sudah melebarkan senyumnya karena melihat suaminya keluar ruangan, namun Deva hanya tersenyum sekilas lalu melewati istrinya.


Agni merasa diacuhkan.


" Hah.. itu Mas Deva kan ? Kok maen pergi aja, gak liat aku ada disini ? " gumam Agni sedikit merubah raut wajahnya.


Ia lalu mendengar bisik-bisik dari ibu hamil di sebelahnya.


" Yah.. besok deh, dokter Deva nya mau ada yang lahiran ck.. " ucap ibu hamil itu.


" Bu maaf, ada yang mau lahiran bu ? " tanya Agni memberanikan diri.


" Iya Bu, barusan kata perawat nya ngasih tau " jawab Ibu hamil itu.


" Oh ya terima kasih "


Agni beranjak dari duduknya, ia berjalan menyusuri lorong klinik dan entah akan kemana, ia pastikan jika Deva menolong persalinan pasti tidak akan sebentar.


" Jadi kita harus kemana dek ? " gumam Agni memegang perutnya.


Saat ia melihat ke arah samping, ia melihat tulisan Kantin, ia berinisiatif untuk ke kantin terlebih dahulu, sambil menunggu siapa tahu Deva menghubunginya.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2