Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 105 - Welcome My Baby.. !


__ADS_3

" Aduhh.. udah gak kuat.. " Agni berucap sambil meringis.


Deva yang sedang gelisah duduk di temani Dokter Ramzie semakin tidak tenang.


" Dok sepertinya akan segera lahir " ucap Deva kepada Dokter Ramzie.


Dokter Ramzie beranjak dari duduk nya berjalan menyusul Deva yang secepat kilat sudah sampai disamping Agni.


 " Dekatkan semua peralatan " ucap Dokter Ramzie kepada Bidan yang sedang berjaga malam itu.


Deva menjadi gusar sendiri, ia tidak tega melihat Agni, namun bagaimana ini adalah proses yang dinantikan oleh mereka berdua untuk bertemu malaikat kecil buah hati mereka.


Bukannya menenangkan istrinya Deva hanya mondar-mandir di belakang Dokter Ramzie yang sudah siap setelah melihat tanda-tanda melahirkan yang terlihat pada Agni.


Dokter Ramzie merasa terganggu dengan sikap juniornya ini.


" Bisa diam dokter Deva ! " ucap Dokter Ramzie.


" Si..siap Dok " Deva menghentikan aktifitas nya dengan sedikit gugup.


Dokter Ramzie melihat wajah Deva ingin ketawa sendiri lalu ia menarik tangan Deva untuk mendekat kepadanya.


" Setidaknya kamu beri dukungan dan semangat untuk istrimu " ucap Dokter Ramzie.


Agni yang mendengar perdebatan antara suaminya dan Dokter Ramzie tidak ingin menggubris, dengan kontraksi yang sudah menjadi-jadi saja itu sudah membuat Agni tidak ingin memikirkan apa-apa lagi selain ingin segera melahirkan bayinya.


" Oke Agni bisa mulai ya.. Kalau ada kontraksi kuat kamu bisa langsung mengejan, sudah faham kan cara mengejan yang baik " ucap Dokter Ramzie.


Agni hanya mengangguk.


Deva menuruti perintah Dokter Ramzie ia sekarang berada di sebelah Agni.


" Yang.. Kamu bisa.. Semangat ya.. " bisik Deva.


Agni hanya mengangguk dengan keringat yang sudah bercucuran.


Agni mulai mengejan dengan intruksi dari Dokter Ramzie.


" Dev pindah sini " ucap Dokter Ramzie.

__ADS_1


Benar saja sudah sedikit terlihat rambut dari kepala bayi Agni. Itu membuat Deva menjadi bersemangat.


" Dok biar saya saja " ucap Deva.


" Oke silakan, memang itu maksud ku Dev " balas Dokter Ramzie.


Setelah sekitar 30 menit Agni berjuang untuk mengeluarkan bayinya, akhirnya lahir ke dunia buah hati Deva dan Agni berjenis kelamin perempuan.


Oe.. Oe..oe..


" Alhamdulillah ya Allah.. " ucap Deva.


Deva lah orang pertama yang menggendong anaknya.


" Alhamdulillah " ucap Dokter Ramzie dan Bu Elma juga Bidan Intan yang berada disitu berbarengan.


" Selamat Dokter Deva, selamat Bidan Agni "


Agni yang masih belum sadar jika bayinya sudah lahir menjadi bingung sendiri.


" Bayinya sudah lahir ? " tanya Agni tidak percaya.


" Mas aku pengen liat " ucap Agni menjadi antusias.


Deva menghampiri istrinya lalu bayinya ia simpan di dada Agni.


Agni merasa bahagia setelah melihat bayinya lahir sempurna tanpa kekurangan suatu apapun. Rasa sakit yang ia rasakan sesaat sebelum melahirkan tadi seketika hilang berganti dengan kebahagiaan yang ia rasakan Deva pun sama ia tidak henti-hentinya berucap syukur atas kelahiran putri pertamanya.


Setelah melahirkan plasenta, Agni segera dibersihkan dan dirapikan oleh Bidan Intan, Dokter Ramzie setelah memberikan ucapan selamat ia pun memeriksa keadaan Agni yang sudah stabil. Lalu Dokter Ramzie meresepkan obat setelah itu pamit untuk beristirahat sejenak, karena esok pagi ia harus kembali beraktivitas di poli kebidanan dan kandungan rumah sakit Husada.


Deva teringat jika ia belum memberitahu kedua mertuanya dan juga kedua orangtuanya di kota Metro.


Disaat yang bersamaan perawat dari ruang bayi menghampiri Deva dan Agni.


" Permisi Dok, bidan Agni, bayinya saya bersihkan dulu ya, saya akan bawa ke ruangan perinatologi terlebih dahulu " ucap perawat bernama Gina.


" Oh ya silakan " ucap Deva.


Agni diminta untuk beristirahat dulu oleh Deva, sedangkan ia meminta ijin untuk memberitahu kedua orang tua Agni juga kedua orangtuanya.

__ADS_1


Deva keluar ruangan bersalin saat ia membuka pintu, benar saja kedua orang tua Agni sudah menunggu di kursi tunggu di depan ruangan.


" Nak Deva bagaimana ? " tanya Ibu.


" Alhamdulillah Yah, Bu, Agni sudah melahirkan, anak kami perempuan Bu " jawab Deva.


" Alhamdulillah " ucap Ayah dan Ibu berbarengan.


" Selamat ya Nak Deva.. " ucap Ibu memeluk menantu semata wayangnya.


" Selamat Dev " disusul pelukan dari Ayah.


" Bolehkan ibu melihat Agni ? " tanya Ibu.


" Di ruangan ini, belum boleh masuk bu, tunggu 2 jam nanti Agni akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa " ucap Deva.


" Kalau begitu, Ibu bisa melihat cucu Ibu ? " tanya Ibu kepada Deva.


" Boleh Bu, tadi bayinya dipindahkan dulu ke ruang bayi, mari kita kesana Bu " ajak Deva.


Deva lali mengajak Ayah dan Ibu mertuanya menuju ruang perinatologi atau ruang bayi yang jaraknya bersebalahan dengan ruang bersalin.


Deva memencet bel setelah sampai di ruangan bayi, salah satu perawat membuka jendela.


" Boleh saya lihat bayi Ny. Agni " ucap Deva.


" Oh ya silakan, di kaca sebelah kanan ya Pak " ucap seorang perawat jaga yang tidak tahu jika Deva adalah seorang dokter.


" Ya terima kasih " Deva dan kedua mertuanya beralih ke kaca besar.


Bayi Agni dan Deva didekatkan ke kaca besar sehingga Deva dan kedua mertuanya bisa melihat dengan jelas.


" Ya Tuhan cucuku.. cantik sekali kamu nak " gumam Ibu yang terdengar oleh Ayah.


" Cucu Ayah juga Bu " susul Ayah.


" Iya cucu kita Yah " Ibu kembali memandang cucu pertama dari anak semata wayangnya.


Deva hanya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan kedua mertuanya, setelah cukup ia dan kedua mertuanya kembali duduk di ruang tunggu, ia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi kedua orangtuanya, kedua orangtua Deva sangat berbahagia dengan kelahiran cucu pertamanya, mereka akan segera bertolak ke Kota Metro untuk melihat cucu baru mereka.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2