Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 53 - Klinik Kecantikan


__ADS_3

Hari ini Agni melihat beberapa bumbu di dapur sudah habis, biasanya Mama Nita akan mengajak Agni untuk belanja bulanan, namun karena akhir-akhir ini Mama Nita sibuk menghadiri arisan bersama teman-teman nya sehingga ia mungkin lupa jika keperluan dapur sudah hampir habis.


Deva sudah bersiap untuk praktek setelah sempat sakit kemarin, namun keesokan harinya Deva sudah kembali bekerja, karena Deva benar-benar beristirahat di rumah, sehingga kondisi tubuhnya kembali pulih.


Agni pun sudah bersiap membuat Deva sedikit heran.


" Mau kemana kamu ? " tanya Deva.


" Hmm.. aku ? " tanya Agni balik.


Deva hanya mengangguk.


" Aku mau ke swalayan ya Mas, keperluan dapur sudah menipis " ucap Agni.


" Oh gitu, ya udah " balas Deva.


Agni mengangguk tersenyum.


" Kamu pergi sama siapa ? Mama ? " tanya Deva.


" Hmm.. belum tahu Mas, Mama kayanya lagi sibuk, gak apa-apa aku sendiri aja " jawab Agni.


" Oke, nanti kalo kamu udah selesai hubungi aku ya, aku jemput mudah-mudahan praktek poli cepat selesai dan pasien tidak terlalu banyak " ucap Deva.


" Iya Mas.. "


Deva pun tahu semenjak menikah, Agni hanya keluar rumah untuk membeli perlengkapan rumah atau kebutuhan dapur, itu pun pergi pasti dengan Mama Nita atau ia akan pergi bersama Deva jika Deva libur praktek.


Sangat jarang Agni pergi keluar untuk kepentingan nya sendiri, lagipula di tempat tinggal Deva ini ia tidak memiliki sahabat yang dekat, ia hanya kenal dengan beberapa rekan kerja Deva atau istri dari rekan-rekan kerja nya. Sehingga Agni sangat jarang menggunakan kartu debet yang sudah Deva berikan semenjak ia menikah dulu, kartu yang Deva berikan untuk keperluan pribadi Agni.


...****************...


" Aku berangkat ya " ucap Deva mengecup kening istrinya.


" Iya Mas hati-hati " balas Agni.


Mama Nita pun sudah siap ia akan pergi bersama teman-teman nya.


Saat Deva akan berangkat, Mama Nita datang menghampiri mereka berdua.


" Dev berangkat ? Mama Ikut ya sampe simpang tiga aja, Mama udah janjian sama temen Mama " ucap Mama Nita.


" Mama mau kemana ? " tanya Deva.

__ADS_1


" Mama mau ke rumah Bu Lusi, temen Mama itu anaknya baru selesai melahirkan, Mama mau nengok cucu nya sekalian sama temen Mama yang lain bareng-bareng " ucap Mama Nita.


Deg...


Jantung Agni berdegup kencang, mendengar kata 'cucu' membuat hati Agni tidak karuan, ia khawatir Mama Nita akan kembali menyinggung masalah anak kepada Deva dan Agni, walaupun Agni sudah terbiasa dan sudah mulai cuek dengan anggapan dan ucapan apapun itu, namun tetap saja perasaan khawatir di hatinya tidak dapat dipungkiri.


Ia terdiam.


" Coba kalian... " belum selesai Mama Nita berbicara sudah di potong oleh Deva, Deva mengerti dan paham ia tidak ingin Agni kembali bersedih karena ucapan Mama Nita.


" Ma.. ayo Deva udah telat " ucap Deva, menoleh ke arah Agni, Agni mengerti.


" Oh oke, Gni.. kamu hati-hati di rumah ya " ucap Mama Nita.


" Euh.. Ma.. nanti agak siang Agni mau ke swalayan, kebutuhan dapur sudah hampir habis " balas Agni.


" Mama gak anter kamu gak apa-apa ? " tanya Mama Nita.


" Gak apa-apa Ma, aku sendiri aja " jawab Agni.


" Oke deh.. hati-hati ya .. Oya Mama titip suplemen tulang yang biasa Mama konsumsi ya, biasa nih kalo udah pergi-pergi suka agak kerasa pegal-pegal " ucap Mama Nita.


" Iya Ma.. nanti Agni beliin " balas Agni tersenyum.


Agni masuk kembali kedalam rumah, ia menuju kamar untuk mengambil tasnya, lalu ia kembali memeriksa beberapa pintu dan jendela juga kompor di dapur, karena ia akan keluar rumah, sehingga di rumah tidak ada orang.


Tepat pukul 9 pagi Agni pergi menggunakan angkutan online menuju Mall yang ia tuju. Sesampainya di Mall Agni seperti biasa ia akan jalan-jalan terlebih dulu melihat beberapa outlet pakaian, peralatan rumah tangga dan yang lainnya hingga akhirnya ia tertuju pada satu klinik kecantikan yang berada di Mall tersebut.


" Klinik Kecantikan ? Hmm.. kesini dulu deh terakhir aku ke klinik kecantikan waktu masih di Kota Metro " Agni masuk kedalam Klinik ia langsung disambut oleh resepsionis yang sedang berjaga.


" Selamat Pagi menjelang siang Kak, ada yang bisa kami bantu ? " ucap resepsionis.


" Pagi, oya saya mau treatment Kak " ucap Agni.


" Kakak baru atau sudah pernah kesini ? " tanya resepsionis lagi.


" Baru kali ini "


" Kalau baru, saya arahkan untuk konsultasi dulu dengan dokter kecantikan nya ya Kak, agar produk yang digunakan sesuai dengan keluhan yang Kakak alami " ucap resepsionis.


" Oke "


" Baik, saya jadwalkan karena Kakak datang lebih awal sehingga Kakak tidak perlu menunggu, kakak bisa langsung masuk ke ruangan di pojok sana, disana ruang pemeriksaan nya " ucap resepsionis.

__ADS_1


" Oke baik terima kasih "


" Sama-sama Kak "


Agni berjalan menuju ruangan dokter, setelah mengetuk pintu Agni di persilahkan masuk.


" Pagi Dok " ucap Agni.


" Pagi, silakan duduk, ada keluhan apa ? " tanya Dokter itu.


Agni melihat papan nama yang tertera di meja dokter itu bertuliskan nama dokter Mentari. Agni menjelaskan keluhan yang ia alami sekarang, Dokter mentari memeriksa wajah Agni lalu menuliskan resep dan beberapa treatment yang harus ia lakukan.


Agni langsung diarahkan ke ruang treatment, sekitar 3 jam Agni menjalani treatment, ia lupa jika tujuan utamanya ia Mall untuk pergi ke swalayan yang berada di bagian lantai dasar Mall.


Agni telah selesai menjalani treatment, ia melihat wajahnya terlihat lebih segar dan cerah. Agni tersenyum senang, beberapa bulan ini memang ia tidak begitu memperhatikan penampilannya, bukan tanpa alasan, pikiran Agni terganggu karena ia selalu memikirkan kapan ia akan segera hamil.


Agni segera membayar treatment yang ia lakukan menggunakan kartu debet yang dulu sempat Deva berikan kepadanya untuk keperluan pribadi Agni.


" Terima kasih Kak, untuk treatment berikutnya sekitar 3-4 minggu kemudian ya " ucap pegawai klinik.


" Oya, kembali kasih, saya permisi ya " balas Agni berlalu meninggalkan klinik.


Ia kembali berjalan menyusuri Mall, ia melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 12.30 siang.


" Ya ampun udah siang banget, mana belum belanja, duh Agni gini kan, kalo yang jarang keluar sekalinya keluar ya gini " gumam Agni.


Agni segera menuju lift untuk turun ke lantai dasar Mall menuju swalayan.


Ia segera ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur yang sudah habis. Setelah selesai ia segera membayar belanjaannya, ia sesekali melihat jam di pergelangan tangannya, ia belum melaksanakan shalat duhur. Ia menitipkan dahulu barang belanjaannya lalu ia bergegas menuju mushola yang berada di swalayan untuk melaksanakan shalat duhur.


Dilain tempat Deva sudah selesai dengan pasien-pasien nya, ia teringat jika ia sudah janji untuk menjemput Agni di swalayan, saat Deva akan menghubungi istrinya terlihat pada layar ponsel notifikasi dari email yang masuk.


" Ada email apa nih ? " gumam Deva.


Deva langsung membuka email itu, ternyata laporan penarikan dari kartu debit Deva yang diberikan kepada Agni.


" Tumben banget Agni pake kartu Debitnya, beli apa ya ? " batin Deva, ia penasaran lalu membaca lebih detail laporan penarikannya.


Penarikan menggunakan kartu dengan nomor xxxx senilai Rp 4.750.000,00 di Klinik Kecantikan Amora


Setelah membaca dengan detail Deva hanya tersenyum kecil, ia penasaran treatment apa yang istrinya lakukan di klinik Amora.


Ia langsung menghubungi Agni, Agni baru selesai melaksanakan shalat duhur, ia memberitahu jika dirinya akan menunggu Deva di ruang tunggu swalayan, karena belanjaan Agni lumayan banyak, ia akan menunggu Deva datang menjemputnya.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2