Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 36 - Persiapan 100 %


__ADS_3

Agni baru saja merebahkan tubuhnya ke atas kasur, besok hari terakhir ia berdinas sebelum ia cuti menikah. Saat Agni akan menutup matanya terdengar dering ponsel yang membuat ia terperanjat.


" Astagfirullah.. ngagetin " ucap Agni bangun dari tidurnya berjalan menuju meja belajar untuk mengambil ponselnya.


Terlihat pada layar ponsel, Deva meneleponnya.


Agni : " Halo Mas.. "


Deva : " Assalamu'alaikum "


Agni : " Wa'alaikumusalam "


Deva : " Sedang apa kamu ? gimana semua sudah selesai disana ? "


Agni : " Alhamdulillah sudah Mas, undangan semua sudah disebar, ke rumah sakit juga sudah, tadi aku selesai fitting baju, tp semua udah fix selesai "


Deva : " Oke.. untuk baju yang aku pakai sudah tidak ada masalah kan ? "


Agni : " Semua sudah aman "


Deva : " Oke.. kamu jaga diri dan sehat-sehat ya disana sampai ketemu di hari pernikahan kita "


Agni : " Ya Mas.. sehat-sehat juga kamu disana "


Klik telepon ditutup.


Agni kembali naik keatas kasur. Ia teringat kejadiannya dengan Fahri tadi.


Ya Tuhan.. kenapa aku jadi gak tenang menjelang pernikahan seperti ini, bukan karena pernikahan nya, tapi aku khawatir jika Fahri akan nekat dan mencoba mengacaukan semua.. aargghhhhh.. harus gimana lagi aku berbicara kepada Fahri... sepertinya memang Dokter Andre tidak memberitahu kejadian tadi kepada Mas Deva.. buktinya dia tadi membicarakan masalah itu..


Batin Agni.


Ia masih memikirkan hingga akhirnya kantuk datang, ia memejamkan matanya lalu terlelap tidur.


Keesokan harinya, seperti biasa Agni melakukan aktifitas paginya sebelum berangkat ke rumah sakit.


Ia sudah siap menggunakan pakaian dinasnya, ia keluar kamar berjalan menuju ruang tengah, namun ia heran rumah terasa ramai banyak sekali makanan disana. Agni mencari-cari Ibu nya.


Ibu sedang berada di dapur sedang bersama beberapa orang disana, Agni menyelidik ternyata kerabat dan saudara dari keluarga Ibu Agni sudah berdatangan.


" Bu... " panggil Agni.


" Ya.. " Ibu menoleh dan beberapa orang disana pun ikut menoleh ke arah Agni.


" Ya ampun calon pengantin, mau kemana ? kok udah rapi ? " tanya tante Agni adik Ibunya.


" Tante.. apa kabar ? " tanya Agni menyalami.


" Alhamdulillah kabar baik, kamu mau kemana ? " tanya tantenya lagi.


" Mau kerja Tan, masih satu hari lagi sebelum cuti " jawab Agni.


" Kok masih kerja padahal tiga hari lagi loh kamu akan menikah " balas Tante Agni.

__ADS_1


" Gak akan lama kok hari ini, sekalian mengambil surat cuti " balas Agni.


" Ya udh hati-hati kalo gitu "


Agni pamit kepada Ibu dan Ayahnya, juga kepada tante dan keluarga yang lain yang sudah berada di rumah Agni.


Agni pergi ke rumah sakit tidak menggunakan motor sendiri, ia diantarkan oleh sepupunya bernama Ibnu, Ibu yang meminta karena khawatir mendekati hari pernikahan jika Agni kemana-mana sendiri. Agni dan Ibnu adalah sepupu yang cukup dekat sama seperti dengan Naysa, namun setelah dewasa karena tinggal di kota yang berbeda, mereka kadang hanya bertemu saat Lebaran tiba.


Ibnu adalah teman satu SMA dengan Fahri, ia tahu hubungannya Agni dengan Fahri saat masih kuliah dulu karena Agni selalu bercerita kepada Ibnu sepupunya.


" Gni... kamu satu kerjaan sama Fahri ? " tanya Ibnu.


" Iya Mas Ibnu.. " jawab Agni.


" Kok Bisa ? " tanya Ibnu lagi.


" Mana aku tahu, aku kan udah lama gak komunikasi sama dia.. kontaknya juga udah aku blok semua " jawab Agni.


" Hmm.. jodoh kali tuh hahaha " ucap Ibnu sekenanya.


" Enak aja.. orang aku udah mau nikah " balas Agni sewot.


" Oh iya lupa hehehe "


" Tapi aku khawatir dia nekat Mas, dia masih ngejar-ngejar aku aja, padahal udah aku jelasin, tapi dia gak ngerti-ngerti " ucap Agni.


" Berarti dia cinta mati sama kamu " balas Ibnu santai.


" Hahaha ya jelas lah.. udah tenang aja Fahri urusan aku, kalau masih macem-macem juga, bilang aja " ucap Ibnu.


" Makasih ya Mas.. "


" Hmm.. calon penganten jangan banyak pikiran " ucap Ibnu kembali fokus mengemudi.


Agni hanya tersenyum sekilas.


Mereka sudah sampai parkiran rumah sakit.


" Mas aku turun dulu ya " ucap Agni.


" Iya, mau ditunggin apa gimana ? tapi ibu minta kamu buat balik lagi sama aku " balas Ibnu.


" Ya udah tunggu aja "


" Oke, tapi jangan lama-lama jamuran nunggu disini, kecuali kalo ada yang bening-bening sih gak masalah cuci mata hahaha " ucap Ibnu sedikit sengklek.


" Dihh.... " Agni langsung keluar menutup pintu mobil.


Ia berjalan sedikit cepat menuju ruangan nya selain pamit untuk cuti ia pun akan mengambil surat cuti untuk diserahkan kebagian kepegawaian.


Agni pamit ke teman-teman satu tim nya dan sekalian mengingatkan kembali untuk hadir di acara pernikahan nya yang akan dilaksanakan 3 hari mendatang.


Setelah urusan selesai, Agni kembali berjalan menuju parkiran mobil, saat ia akan mendekati mobil dimana sepupunya menunggu, ia melihat Fahri sedang berbicara dengan Ibnu.

__ADS_1


Kenapa sih ? Fahri lagi.. mungkin Mas Ibu sedang berbicara dengannya.


Agni tidak menghampiri ia berbelok ke arah coffe shop dekat rumah sakit. Ia memesan dua coffe untuknya dan Ibnu.


" Eh Bu Bidan, tumben belum jam istirahat udah kesini " ucap pelayan es Coffe.


" heheheh iya haus.. " jawab Agni sekenanya.


" Bu Bidan mau nikah ya.. selamat yaa.. " ucap pelayan lagi.


" Oh iya makasih ya .. jangan lupa nanti datang ya.. "


" Siap.. makasih loh undangan nya.. "


Agni tersenyum, sambil sesekali melihat ke arah mobil, ia melihat Fahri masih berbicara dengan Ibnu.


Lama banget sih.. ngobrolin apa mereka ?


" Bu Bidan.. pesen apa nih ? " tanya pelayan.


Agni baru tersadar ia belum memesan coffe apa yang akan dibelinya.


" Ya ampun sampe lupa, Vanilla Latte sama Moccachino aja, take away ya " ucap Agni.


" Siap, mohon ditunggu ya "


Agni duduk di kursi tunggu, sekitar 15 menit menunggu coffe pesanan nya sudah jadi. Agni melihat ke arah mobil sudah tidak ada Fahri disana,ia bergegas menuju mobil, lalu membuka pintu duduk tepat di kursi penumpang sebelah Ibnu.


" Lama banget Nyonya " ucap Ibnu.


" Nih minum dulu.. " Agni menyerahkan Moccachino keada Ibnu.


" Wah ngerti aja, aku lagi kehausan " ucap Ibnu ia langsung menyeruput es coffe yang Agni bawa.


" Aku udah daritadi selesai, tapi males sih Mas Ibnu lagi ngobrol sama Fahri " balas Agni.


" Oh jadi kamu tahu ? "


Agni mengangguk.


" Ya aku bilang ke dia gak usah ngarepin dan ganggu kamu, kamu udah mau nikah " ucap Ibnu.


" Terus gimana ? " Agni antusias.


" Ya udah aman, aku bilang kalo masih ganggu kamu urusan nya sama aku "


" Hmm.. makasih ya Mas.. gitu dong aku punya sepupu itu ada manfaat nya sekali-kali, aku doain Mas Ibnu juga cepet nikah " balas Agni tertawa.


" Sialan... ahhahahahha " Ibnu pun tertawa.


Mereka kembali pulang ke rumah, karena Agni sudah ditunggu di rumah, untuk kembali mempersiapkan semua.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2