
Deva sudah selesai menjalani pendidikan dokter spesialis nya, ia tinggal menjalani ujian agar mendapatkan sertifikat spesialis dan diakui sebagai dokter spesialis.
Rencana Deva untuk bekerja dan praktek di rumah sakit dimana Agni pun bekerja disana, sepertinya tidak akan terwujud, ia harus kembali ke kota kelahirannya, Ayah nya sudah meminta ia untuk praktek di salah satu rumah sakit bersama dirinya, Ayah Deva seorang dokter juga, ia Dokter Spesialis Bedah yang terkenal di kotanya selain itu ia pun menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit disana.
Deva berniat untuk membicarakan ini kepada Agni, Agni belum tahu jika Deva setelah ini akan kembali ke kota kelahirannya. Yang mengharuskan mereka menjalani hubungan jarak jauh, karena Agni dan Deva akan tinggal di kota yang berbeda.
Hubungan Deva dan Agni semakin hari semakin dekat, walaupun jika di lingkungan rumah sakit mereka tetap seperti karyawan pada umumnya dan tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka kecuali Meysa dan Imel, kedua sahabat Agni memang bisa menyimpan rahasia, buktinya sampai saat ini tidak ada berita bocor tentang Agni dan Deva.
Seperti biasa Agni sedang sibuk dengan aktifitas nya di ruang bersalin, saat ia sedang santai sejenak ia merasakan ponselnya bergetar, ia merogoh saku baju dinasnya lalu mengambil ponsel untuk melihat ada notifikasi apa dari ponselnya.
Satu pesan masuk, Agni langsung membukanya.
Dokter Deva
" Gni.. nanti pulang dinas aku jemput ya.. "
Setelah membaca pesan dari Deva, ia langsung membalasnya.
" Oke Mas.. "
Setelah itu ia kembali menyimpan kembali ponselnya, kembali bekerja seperti biasanya.
...****************...
Waktu pulang tiba, Agni memang tidak menggunakan motor kali ini karena tadi pagi hujan dari semalam, ia memutuskan untuk ikut dengan Ayah nya sekalian Ayah nya pun berangkat kerja.
Setelah pamit kepada kedua sahabat nya, Agni berjalan berbeda arah, karena Meysa dan Imel berjalan ke arah parkiran sedangkan Agni berjalan menuju pintu keluar rumah sakit seperti biasa, karena Deva akan menunggu nya tepat di lobby rumah sakit.
Agni sedang asyik berjalan menyusuri koridor-koridor rumah sakit, saat ia akan membelokkan tubuhnya, ia dipanggil dari arah samping sehingga ia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Agni... " Fahri menghampiri Agni.
" Kak Fahri.. "
" Gni.. mau pulang ? bareng yuk ? " ajak Fahri.
" Makasih Kak aku udah ditunggu " jawab Agni singkat.
" Ditunggu siapa ? " Fahri kepo.
" Kok kepo ya.. " Jawab Agni ketus.
" Gni.. jangan gitu dong, kamu kok jutek banget sih kalo ketemu aku, aku kan udah minta maaf, oke gak apa-apa kamu gak buka blokiran aku, tapi tolong kamu jangan ketus gitu dong.. " ucap Fahri.
" Kak.. udah ya aku mau pulang " balas Agni.
" Gni.. tunggu dulu, aku mau bicara sama kamu boleh ya " Fahri meraih tangan Agni.
" Aku gak bakal lepasin, nanti kamu kabur " ucap Fahri sekenanya.
" Oke,lepasin dulu, kamu mau ngomong apa ? " Agni sudah sedikit kesal.
" Duduk disana yuk " Fahri mengajak Agni.
Agni menuruti, ia berniat untuk memberikan ketegasan kepada Fahri, jika ia tidak perlu mengharapkan nya lagi, karena sekarang ia sudah menjalin hubungan dengan Deva.
Agni duduk disusul oleh Fahri, Fahri merasa ia harus kembali mengambil hati Agni, ia ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu kepada Agni.
" Mau ngomong apa ? cepet aku mau pulang " ucap Agni tidak sabar.
__ADS_1
" Gni.. aku minta tolong sama kamu.. bisa ya kita kaya dulu lagi, aku mau menebus kesalahanku Gni.. aku tahu aku salah sama kamu, aku mohon kasih aku kesempatan, kamu mau ya terima aku lagi.. " ucap Fahri.
Disudut lainnya, seorang pria tinggi tegap sedang menyaksikan kekasihnya sedang berbicara dengan seseorang yang membuat ia cemburu tempo hari. Dia Deva, Deva sudah menunggu Agni sekitar 20 menit di lobby namun Agni tidak kunjung datang, akhirnya ia berniat menyusul Agni ke ruangannya, namun saat ia memasuki area rumah sakit bagian dalam, ia melihat pemandangan yang membuat mata dan hatinya menjadi panas.
Ia mendengar semuanya, semua yang diucapkan oleh Fahri kepada Agni. Deva mengepalkan tangannya ingin rasanya ia meninju mulut Fahri saat ia berkata ingin kembali kepada Agni.
Tidak menunggu lama Deva menghampiri Agni dan Fahri.
" Ehem... " Deva berdehem berdiri tepat di sebelah Agni.
Agni menoleh, ia sontak kaget karena pria di sampingnya adalah Deva.
Mas Deva .. Ya Tuhan...
Agni segera berdiri dari duduknya.
" Oh Dokter Deva ? ada yang bisa kami bantu Dok ? " ucap Fahri seakan tak bersalah.
" Hmm.. tidak saya hanya akan membawa pulang calon istri saya " ucap Deva, langsung menggenggam tangan Agni.
Agni kembali kaget, ia membulatkan matanya, tidak menyangka dengan perlakuan Deva kepadanya dihadapan Fahri.
" Apa ? calon istri ? Gni.. ini serius ? " tanya Fahri tidak percaya.
Agni hanya mengangguk.
" Oya satu hal lagi, tolong untuk tidak mengganggu calon istri saya, karena sekali anda terlihat menganggu calon istri saya, anda berurusan dengan saya ! " jawab Deva mengajak Agni untuk pergi meninggalkan Fahri.
Fahri melihat Deva dan Agni berlalu meninggalkannya. Fahri ingin meluapkan emosi yang tidak tersalurkan. Ia langsung meninju kursi besi dihadapan nya sehingga membuat punggung tangannya terluka.
__ADS_1
" Shhiittttt.... jadi bener kecurigaan gue, gak salah gue liat Agni sama Dokter itu di kantin tempo hari, hah... sebelum janur kuning melengkung, semua masih ada kesempatan.. kita liat siapa yang menang Dokter Deva ! " gumam Fahri menyunggingkan senyum licik nya.
💐💐💐