
3 Bulan berlalu semenjak Agni dinyatakan hamil oleh suaminya sendiri berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan suaminya beberapa waktu lalu.
Agni menjalani kehamilan dengan suka cita, sampai saat ini ia tidak begitu merasakan mual dan muntah yang berlebihan malah ia semakin banyak makan, apapun makanannya ia tidak pernah menolak, walaupun terkadang untuk indera penciumannya masih amat sangat sensitif, tapi tidak terlalu terganggu, berbanding terbalik dengan Deva, ia sesekali harus merasakan pusing dan mual jika mencium sesuatu yang tidak enak menurutnya.
Agni pun terkadang kasian melihat suaminya, walaupun ia mengerti apa yang sedang dirasakan suaminya sekarang.
Agni sedang berada di ruang keluarga kediaman Mama Nita, Agni dan Deva masih tinggal bersama Mama Nita dan Pak Jefri. Mama Nita merasa khawatir jika Agni buru-buru pindah ke rumah yang Deva beli, apalagi sekarang Agni sedang hamil, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Agni dan Deva menyetujui kembali untuk tinggal bersama Mama Nita terlebih dahulu, lagipula perubahan besar dalam diri Mama Nita yang Agni rasakan, walaupun dalam sikap Mama Nita memang baik tapi dari segi ucapan sekarang Mama Nita lebih terkontrol tidak seperti biasanya yang ceplas-ceplos terkadang membuat Agni atau pun Deva tersinggung.
" Gni... " ucap Mama Nita menghampiri Agni.
" Iya Ma.. " Agni menoleh ke arah Mama Mertuanya.
" Ini loh Deva nelpon Mama, katanya kamu di hubungi kok gak diangkat " susul Mama Nita.
" Oh ya Ma.. ponsel Agni di kamar " balas nya.
" Nih.. masih tersambung kok teleponya " Mama Nita menyerahkan ponselnya ke Agni.
" Terima kasih Ma " Agni meraih ponsel itu.
Agni : " Ya Mas .. "
Deva : " Kamu kemana aja sih Yang.. "
Agni : " Hehe maaf Mas, ponselku dikamar, aku lagi di ruang tv "
Deva : " Hmm...oke.. oya nanti sore aku ada praktek, aku kan belum periksa kamu lagi, nanti aku jemput ya, kita usg sekalian "
Agni : " Iya Mas.. nanti kabarin ya kalo udah jalan ke rumah "
Deva : " Oke.. "
Klik telepon di tutup.
" Ini Ma " Agni menyerahkan ponselnya kepada Mama Nita, karena semenjak Agni berbicara dengan Deva, Mama Nita duduk disamping Agni.
" Oh ya, ada apa Gni ? " tanya Mama Nita.
" Itu Ma.. nanti sore aku mau usg lagi sama Mas Deva, mau liat perkembangan anak aku " jawab Agni.
" Oh.. iya.. sehat-sehat ya kamu cucu Oma " Mama Nita mengelus-elus perut Agni yang sudah agak terlihat lebih menonjol dari biasanya.
" Aamiin.. " Agni tersenyum.
...****************...
Deva sudah berada di depan rumah, ia menghubungi Agni agar ia segera keluar, Deva tidak turun dulu karena membutuhkan waktu lagi jika ia harus membuka pintu pagar rumah dan memarkirkan mobil.
Tidak lama Agni sudah terlihat, ia keluar lalu menutup pintu pagar rumah. Deva tersenyum kecil melihat istrinya menghampiri mobil Deva.
Agni membuka pintu mobil, lalu tersenyum saat melihat suaminya yang berada di kursi kemudi.
__ADS_1
" Sore Mas Deva " ucap Agni menggoda suaminya.
" Sore Mbak Agni, sesuai aplikasi ya.. " balas Deva kembali menggoda istrinya.
" Ihh Mas Deva "
Deva hanya tertawa, Deva kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sekitar 20 menit perjalanan mereka telah sampai di rumah sakit.
Semua orang yang berpapasan dengan Deva dan Agni sedikit menganggukkan kepalanya.
Beberapa karyawan ada yang baru tahu jika Agni adalah istri dari Deva, kebanyakan perawat dan bidan di poli kebidanan dan kandungan yang sudah hafal jika Agni adalah istri Deva.
" Sore Dokter Deva "
" Sore.. "
" Jadwal Poli Dok ? " tanya salah satu perawat.
" Ya.. "
Deva kembali berjalan yang diikuti oleh Agni, mereka menuju ruangan poli kandungan dan kebidanan, disana sudah banyak para ibu hamil yang menunggu untuk diperiksa oleh Deva.
" Mas.. aku terakhir aja deh gak apa-apa " ucap Agni.
" Beneran kamu mau nunggu ? " tanya Deva.
" Iya aku tunggu aja gak apa-apa " jawab Agni.
Agni duduk di kursi tunggu sedangkan Deva berjalan menuju stasiun perawat.
" Sore "
Perawat yang melihat Deva sudah datang segera bersiap.
" Dimulai dok untuk antrian pertama ? " tanya Perawat.
" Ya " Deva mengangguk masuk kedalam ruangan poli.
Perawat langsung memanggil pasien dengan antrian nomor satu. Agni memperhatikan setiap pasien yang masuk ke ruangan poli untuk diperiksa oleh suaminya.
Dengan setia Agni tetap menunggu, sampai urutan terakhir. Tinggal sekitar 5 orang pasien lagi termasuk Agni, salah satu perawat yang berada di stasiun perawat ada yang mengenali Agni.
Lalu perawat itu menghampiri Agni yang sedang duduk tidak jauh dari stasiun perawat.
" Permisi Bu Agni ? " tanya perawat.
" Oh ya " Agni mendongakkan wajahnya.
" Mau ke dokter Deva Bu ? " tanya perawat.
" Iya saya mau periksa " jawab Agni.
__ADS_1
" Sepertinya Ibu sudah menunggu lama ya, bagaimana kalo sudah pasien yang ini, giliran Ibu " perawat menawarkan.
" Oh tidak usah, saya sudah minta untuk antrian terakhir saja " ucap Agni.
" Oh baiklah Bu, kalau begitu saya permisi "
" Ya silakan " ucap Agni tersenyum.
Walaupun Agni sudah merasa sedikit pegal karena sudah berjam-jam duduk menunggu suaminya, tiba-tiba ponselnya bergetar, ia lihat pada layar ponsel ada satu notifikasi pesan dari suami nya.
Yang.. sebentar ya.. dua pasien lagi
Pesan Deva kepada Agni.
Ya Mas.. gak apa-apa, aku masih nunggu
Agni membalas pesan dari suaminya.
Sampai akhirnya giliran Agni dipanggil untuk diperiksa oleh Deva.
" Permisi Dok, pasien terakhir " ucap perawat.
" Ya silakan Bu Agni " balas Deva.
Agni tersenyum, tanpa aba-aba Deva langsung mengarahkan Agni ke bed pemeriksaan. Perawat membantu Agni memposisikan tubuhnya untuk di periksa menggunakan alat usg.
Deva mulai memeriksa kandungan istrinya, terlihat janin yang sudah mulai berbentuk hanya saja ukurannya masih kecil, Deva menggerakkan kembali alat usg nya sangat detail ia melihat beberapa organ tubuh calon anak nya.
Sehat selalu anakku..
Batin Deva.
Ia tersenyum kecil, Agni yang heran Deva seperti asyik sendiri, tidak menjelaskan apapun pada Agni.
" Oke selesai " ucap Deva kembali menyimpan alat usg nya.
" Hah.. Mas.. gimana keadaan nya ? " tanya Agni.
Agni dibantu oleh perawat kembali.
Deva hanya tersenyum membuat Agni tidak puas.
" Mas keadaanya gimana ? " tanya Agni mengulangi.
" Nanti aku jelasin di rumah ya " jawab Deva.
Agni mengernyitkan dahinya.
" Ya ampun jelasin keadaan anaknya aja susah banget, kan aku juga pengen tahu " gerutu Agni yang di dengar oleh perawat.
Perawat yang mendengar gumaman Agni hanya menggeleng tersenyum.
__ADS_1
💐💐💐