
Deva mengetuk pintu ruangan yang bertuliskan Direktur Rumah Sakit. Agni hanya tahu jika calon mertuanya adalah seorang dokter bedah, namun ia tidak tahu jika selain seorang dokter, Pak Jefri menjabat sebagai direktur di rumah sakit di tempat Deva bekerja.
Tok.. Tok..Tok..
" Masuk " ucap Pak Jefri.
Ceklek, pintu ruangan terbuka.
" Siang Pah " ucap Deva.
" Siang Dev " Pak Jefri berdiri lalu menghampiri Deva dan Agni.
Deg.. jantung Agni berdegup kencang. Pak Jefri memperhatikan Agni.
Tuhan .. bukankah ini dokter yang tadi sempat berpapasan denganku.. jadi ini orangtua Mas Deva.. pantas tidak asing, mungkin aku pernah melihat foto beliau di rumah Mas Deva waktu aku pertama kali ke rumahnya.
" Ini ? Agni ? " tanya Pak Jefri. Ia sudah pernah melihat profil Agni saat Deva memberi tahu siapa Agni.
" Iya betul Pak " jawab Agni menyalami calon Papa mertuanya.
" Hmm.. ya.. pantas perasaan saya familiar dengan wajah nya padahal tadi kita papasan ya " ucap Pak Jefri disusul tawa oleh Deva.
Agni hanya tersenyum canggung.
" Maaf Pak, saya tadi belum mengenali bapak " ucap Agni.
" Oh.. tidak masalah, silakan duduk Gni.. " ucap Pak Jefri.
" Terima kasih " jawab Agni lalu duduk disusul oleh Deva.
" Hmm.. memang kamu rencana untuk kesini ? " tanya Pak Jefri kepada Agni.
" Euh... " Agni bingung menjawab ia tidak mungkin menjelaskan yang sebenarnya.
" Deva yang minta Agni kesini Pah " ucap Deva membela Agni.
" Kamu ? Jangan begitu, masa Agni disuruh kesini sendiri " balas Pak Jefri kepada anak lelakinya.
" Deva belum ada libur Pah, lagi pula Mama ingin bertemu Agni kan ? Ya sudah Deva minta Agni kesini " ucap Deva.
" Hmm.. ya sudah.. maafkan ya Nak Agni, oya kamu bidan kan ? apa kamu sedang libur juga ? " tanya Pak Jefri basa basi.
" Iya betul Pak, saya sedang libur " jawab Agni canggung.
Pak Jefri banyak bertanya kepada Agni, tentang pekerjaan dan banyak lagi. Deva memperhatikan keduanya.
Cepet akrab juga ya.. Agni sama Papa..
Batin Deva.
__ADS_1
" Oke Dev.. gimana Mama kamu sudah dikabari ? " tanya Pak Jefri.
" Sudah Pah " jawab Deva.
" Ya.. maafkan Mama Deva tempo hari ya Gni.. " ucap Pak Jefri.
" Tidak apa-apa Pak " balas Agni tersenyum canggung.
" Kalau begitu, kalian duluan saja ke restoran, nanti Papa menyusul.. masih ada satu kegiatan lagi yang harus Papa selesaikan ya.. " ucap Pak Jafri.
" Oke Pah kalau gitu, Deva dan Agni duluan " balas Deva.
Deva dan Agni pamit, mereka berdua keluar ruangan Pak Jefri. Mereka berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit. Deva banyak berpapasan dengan beberapa dokter dan perawat disana, mereka pun tidak sedikit yang menyimpan tanya kepada Agni.
" Siang dok " ucap salah satu perawat.
" Siang " Deva berlalu dengan Agni disampingnya, Agni hanya tersenyum menganggukan kepalanya.
" Eh.. itu siapa ? istri dokter Deva ? " tanya salah satu perawat.
" Masa sih ? Bukannya dokter deva belum nikah ya ? " jawab temannya.
" Hmm.. gak tau deh, tapi baru liat aja gitu " balas perawat yang lain.
" Kalo emang itu istrinya, pupus sudah harapanku.. "
" Yeee.... berat berat, harus di seleksi dulu sama Dokter Jefri.. " ucap salah satu perawat.
...****************...
Didalam perjalan Agni kembali tidak tenang, ia akan kembali bertemu dengan Mama Nita.
Apa benar Mama Nita ingin bertemu denganku ? Apa aku sudah siap bertemu Mama Nita kembali ?
Mobil berhenti di parkiran sebuah restoran, restoran bambu yang terlihat sangat asri, gemericik air kolam sangat jarang ditemui di daerah tempat tinggal Agni yang sudah dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi.
" Gni... " panggil Deva.
Agni sedikit terperanjat, Deva membuyarkan lamunannya.
" Oh ya.. " Agni menoleh ke arah Deva.
" Sudah sampai, ayo turun " ajak Deva.
Agni mengangguk, ia membuka pintu mobil lalu berjalan mendekati pintu masuk restoran.
" Selamat sore Kak.. sudah reservasi atau belum ? untuk berapa orang ? " tanya pelayan yang menyambut Agni.
" Euhh sebentar.. " Agni menoleh ke arah Deva, Deva dengan cepat menyusul Agni.
__ADS_1
" Gimana ? " tanya Deva.
" Sudah reservasi Pak ? " tanya pelayan restoran.
" Oh sudah atas nama Deva Rayendra "
" Oke baik.. silakan Kak.. di Gazebo yang vip mari saya antar " ucap pelayan, disusul oleh Deva dan Agni.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang sedang duduk sendiri di Gazebo yang sudah di reservasi oleh Deva.
" Sepertinya Mama sudah tiba " bisik Deva kepada Agni.
" Hmm.. " Agni menoleh ke arah Deva lalu menganggukan kepalanya.
" Mah.. " Deva menyalami mamanya begitupun Agni, walaupun ia merasa canggung.
" Agni.. sehat Nak ? " tanya Mama Nita.
" Alhamdulillah sehat Bu " Agni tersenyum canggung.
" Ayo duduk " ucap Mama Nita.
Mama Nita banyak bertanya kepada Agni, ia ingin mencairkan suasana dengan Agni, bagaimana pun ia pernah membuat Agni kecewa karena ucapannya, ia sudah bertekad dalam hati untuk menerima Agni karena Agni adalah wanita pilihan anaknya.
" Gni... mungkin kamu sudah tahu dari Deva, kenapa Mama meminta untuk bertemu dengan kamu, Mama ingin meminta maaf jika ada perkataan dari Mama yang membuat kamu tersinggung, Mama tidak bermaksud mungkin itu hanya kekhawatiran Mama saja yang berlebihan " ucap Mama Nita.
" Hmm.. iya tidak apa-apa Bu, Agni pun sudah melupakan itu.. " balas Agni.
" Terima kasih, terima kasih kamu masih mau bertemu dengan Mama " ucap Mama Nita.
Agni hanya mengangguk tersenyum, tidak lama terdengar suara sedikit berat dari belakang posisi duduk Deva dan Agni.
" Belum makan nih ? " tanya Pak Jefri.
" Pah.. udah dateng ? " tanya Mama Nita.
" Iya, kirain Papa udah ditinggalin makan " ucap Pak Jefri disusul tawa Deva dan Mama Nita.
" Kita nunggu Papa kok " ucap Deva.
" Ya sudah ayo pesan, Papa mau sup ikan ya.. " ucap Pak Jefri.
" Oke "
" Gni kamu makan apa ? " tanya Mama Nita.
" Saya ikut aja " jawab Agni.
Pertemuan kali ini berjalan lancar, Pak Jefri pun mulai mengatur waktu untuk berkunjung ke rumah Agni sebelum acara lamaran.
__ADS_1
💐💐💐