
Sudah 3 bulan Agni menikah dengan Deva, ia pun sudah memutuskan resign dari Rumah Sakit Husada. Selama 3 bulan ini juga Agni tinggal di rumah mertuanya bersama Deva. Mama Nita belum mengijinkan jika Deva dan Agni pindah dari rumah itu, ia merasa akan sangat kesepian jika Deva memutuskan untuk pindah rumah.
Setelah berbicara dari hati ke hati akhirnya Agni menyetujui untuk tinggal dulu bersama Mama Nita. Walaupun sesekali Agni merasa tidak enak kepada Mama Nita baik dari ucapan ataupun perbuatan, namun Agni tidak mempermasalahkan itu, ia sudah mulai terbiasa dengan sikap Mama mertuanya.
" Agni... " Mama Nita memanggil Agni.
" Iya Ma.. " Agni yang sedang merapikan piring di meja makan menoleh ke arah mertuanya.
" Mana suami kamu, ajak sarapan dulu " ucap Mama Nita.
" Oh iya Ma.. " Agni menghentikan pekerjaannya, ia berjalan untuk memanggil suaminya kedalam kamar.
Ceklek pintu kamar terbuka, Agni melihat suaminya sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
" Mas.. " panggil Agni.
" Hmm.. " Deva menoleh ke arah Agni.
" Ayo sarapan dulu, udah ditunggu Mama " ucap Agni.
" Oh ya oke " balas Deva.
Agni masih memperhatikan suaminya, Agni membantu Deva membawakan jas putih dan tas kerjanya.
" Aku bawain Mas " ucap Agni.
" Gak apa-apa sayang sama aku aja " balas Deva.
" Gak apa-apa Mas " Agni tersenyum.
" Makasih ya.. "
Agni hanya mengangguk, ia menatap jas putih yang ada ditangannya, 3 bulan ini ia sudah tidak bekerja, ia merasa rindu akan pekerjaan nya. Deva yang memperhatikan Agni lalu bertanya.
" Kamu kenapa ? " tanya Deva.
" Oh gak apa-apa Mas hehe " jawab Agni canggung.
" Hmm.. kalo ada apa-apa itu kamu cerita dong " balas Deva.
" Emmh.. Mas.. boleh gak aku kerja lagi ? " tanya Agni hati-hati.
" Kerja ? " Deva membalikkan badannya.
__ADS_1
Agni mengangguk.
Jujur ia pun ingin kembali bekerja, selama 24 jam dalam sehari di dalam rumah itu membuat dia sedikit bosan, belum lagi ia harus menghadapi mertuanya yang terkadang adakalanya tidak sepaham dengannya.
Lagipula belum ada tanda-tanda Agni hamil, jadi itu yang membuat ia semakin bosan di rumah.
Deva menghela nafas dalam.
" Memangnya mau kerja dimana ? di rumah sakit lagi ? atau dimana ? " tanya Deva.
" Di rumah sakit lagi juga gak apa-apa Mas " Agni antusias.
" Nanti aku cari info dulu ya, soalnya di rumah sakit ini belum ada lowongan untuk bidan " ucap Deva.
" Gak mesti satu Rumah Sakit sama kamu juga gak apa-apa Mas.. " Agni berbinar.
Deva langsung menyelidik.
" Apa ? kenapa ? kamu gak mau kerja satu atap sama aku ? " tanya Deva sedikit tidak suka dengan pernyataan Agni.
Agni yang melihat raut wajah suaminya langsung berubah membuat ia tidak enak.
Duh salah ngomong kayanya.
Batin Agni.
" Aku gak akan ijinin kalo di tempat lain " Deva berjalan keluar kamar meninggalkan Agni.
Mas Deva kenapa ya kok marah, apa aku salah ngomong,tapi salahnya dimana ? ckk..
Agni berjalan menyusul suaminya, ia khawatir raut wajah Deva yang tidak enak dipandang dibawa saat mereka sarapan nanti. Ia tidak ingin Mama Nita curiga, yang nanti ia akan di ceramahi oleh Mama Nita.
Saat Agni berjalan karena sedikit terburu menyusul suaminya, kaki nya tersandung ke sofa ruang.
Dug
" Ya Tuhan.. " Agni sedikit meringis melihat kaki nya tersandung.
Deva dan Mama Nita langsung melihat ke arah Agni.
" Kenapa kamu ? " Deva dengan sigap menghampiri istrinya.
" Kesandung Mas " ucap Agni.
__ADS_1
" Makanya jalan itu pelan-pelan " balas Deva.
Agni hanya terdiam.
" Udah Mas gak apa-apa kok " susul Agni.
Deva kembali berdiri, lalu melangkahkan kakinya menuju meja makan begitupun Agni.
" Gni.. kalau jalan itu hati-hati tidak usah buru-buru juga emang mau kemana ? " ucap Mama Nita.
" Hehe iya Ma " Agni berusaha menetralkan suasana hatinya, sesekali ia melihat Deva dengan ekor matanya, ia ingin melihat apakah raut wajah Deva masih dingin atau sudah berubah menjadi lebih hangat.
Agni mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, lalu ia mengisi nasi dan lauk ke piring nya sendiri.
Hening.. hanya terdengar suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring.
" Dev.. Gni gimana ? udah 3 bulan loh kalian nikah apa belum ada tanda-tanda ? " tanya Mama Nita memecah keheningan.
Deg..
Agni langsung menghentikan sarapannya, ia langsung merasa kenyang seketika. Ia mengerti arah tujuan Mama mertuanya berbicara ke arah mana.
" Hmm.. belum Mah tenang aja, lagipula kan baru 3 bulan masih terlalu cepat, aku masih pengen pacaran dulu sama Agni " balas Deva, ia mengerti apa yang dirasakan istrinya.
" Jangan lama-lama lah pacarannya, Mama udah pengen gendong cucu mumpung Mama masih kuat nih, dari siapa lagi kalo bukan dari kamu, Dhena masih jauh kayanya buat nikah " susul Mama Nita lagi yang membuat hati Agni semakin tidak karuan.
Kita usaha terus kok Ma.. Tapi ya kalau memang Tuhan belum ngasih mau gimana ?
Batin Agni.
Agni hanya sedikit menunduk lalu pura-pura tersenyum di hadapan suami dan Mama mertuanya, padahal hatinya sangat tidak karuan saat ini, Deva sesekali melihat ke arah istrinya.
Deva langsung menggenggam tangan istrinya, ia tahu mungkin perasaan Agni tidak enak saat ini, ia pun menyayangkan mengapa Mama berbicara seperti itu saat mereka sedang sarapan.
Tidak lama mereka menyelesaikan sarapannya. Deva pamit untuk pergi ke rumah sakit karena ia ada jadwal praktek poli pagi hari. Agni mengantarkan Deva sampai teras rumah.
" Jangan kamu masukin ke hati ya omongan Mama, tenang aja rumah tangga ini kita yang jalanin kok, masalah anak kita pasrahkan saja kepada sang pencipta, Dia yang maha memberi Dia yang tahu kapan Dia akan memberikan amanahnya ke kita, kamu jangan banyak pikiran, maafin aku tadi ya.. secepatnya aku akan cari info agar kamu bisa kembali kerja " Deva tersenyum.
Agni hanya mengangguk tersenyum.
" Aku berangkat ya, hati-hati di rumah, Assalamu'alaikum " ucap Deva menyodorkan tangan ke arah Agni.
" Wa'alaikumusalam " Agni meraih tangan suaminya.
__ADS_1
Mas.. mungkin bagi kamu tidak menjadi masalah, ini masalah besar buat aku Mas.. gimana kalo seandainya dalam waktu dekat ini aku belum hamil juga.. Mama Nita mau bilang apa lagi ke aku Mas..
💐💐💐