Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 42 - Sup Ayam


__ADS_3

Setelah menyelesaikan aktivitas subuh nya Agni membuka pintu kaca kamar yang mengarah ke taman belakang, ia sangat menyenangi udara pagi di Kota Bunga ini.


Sesuai dengan namanya kota tempat tumbuh berbagai bunga dan tanaman lainnya.


Semilir udara pagi masuk kedalam kamar Deva, Agni menghirup udara sedalam-dalamnya karena amat sangat segar.


" Yaaang... jangan dulu dibuka pintunya, dingin banget " ucap Deva yang semakin menarik selimut sampai kepalanya.


Selepas shalat subuh tadi Deva kembali tidur di atas kasur, sedangkan Agni ia ingin menghirup udara pagi di kota kelahiran suaminya ini, yang mungkin akan menjadi kota tempat tinggalnya bersama Deva membangun rumah tangga, membesarkan anak-anak nya kelak.


" Seger loh Mas udaranya " ucap Agni.


" Iya aku tahu, tapi masih terlalu dingin " balas Deva dari balik selimut.


Agni hanya tersenyum kecil, ia pun sebetulnya ingin sekali menemani Deva kembali ke atas kasur, namun ia teringat, ia sekarang berada dimana, ia tidak ingin terkesan pemalas oleh Mama mertuanya.


Agni menoleh sekilas ke arah suaminya, masih dengan posisi yang sama menutupi tubuhnya sampai kepala dengan selimut. Agni berjalan perlahan membuka pintu kamar, ia berniat untuk membantu Mama mertuanya membereskan rumah atau mungkin pekerjaan yang lainnya.


Agni keluar, kembali menutup pintu kamar ia berjalan entah kemana tujuannya. Rumah terasa sangat sepi karena adik Deva, Dhena sudah kembali ke kota tempat dia menuntut ilmu. Sayup-sayup terdengar suara dari dapur, Agni berjalan menuju dapur terlihat Mama mertuanya sedang memasak untuk sarapan sepertinya.


" Ehem.. Mah.. " panggil Agni.


" Eh sudah bangun ? " Mama Nita menoleh.


" Iya Mah, Mama sedang apa ? " tanya Agni.


" Ini Mama lagi kupas bawang, mau bikin sarapan " jawab Mama Nita.


" Agni bantu Mah .. " ia mengambil alih pekerjaan Mama nya.


" Oh ya sini "


Tanpa mereka sadari mereka banyak ngobrol, sehingga timbul keakraban antara mereka berdua.


" Gni.. kamu bisa masak ? " tanya Mama Nita.


" Bisa banget sih nggak Mah, tapi Agni suka bantu-bantu Ibu di rumah " jawab Agni.


" Hmm.. " Mama Nita manggut-manggut.


" Ini mau dibuat apa Ma ? " Agni menunjuk ke ayam mentah yang sedang di marinasi dengan jeruk nipis agar tidak bau amis.


" Oh itu Mau dibuat Sup Ayam, Deva itu kalo sarapan pagi senengnya sama yang berkuah Gni.. Mama kasih tahu ya.. biar nanti kalo kamu mau masakin Deva gak bingung lagi " ucap Mama Nita.


" Oh iya Mah.. "


" Kamu bikin aja sup nya, Deva pasti seneng kalo kamu yang bikin " ucap Mama Nita lagi.

__ADS_1


Agni hanya mengangguk. Ia mulai memotong-motong sayuran, merebus Ayam terlebih dahulu untuk diambil kaldunya. Mama Nita memperhatikan Agni memasak, cukup cekatan.


Sepertinya memang ia terbiasa untuk membantu Ibunya memasak, semoga saja kamu memang yang terbaik untuk Deva ya Gni....


Sekitar 30 menit berjibaku, Sup Ayam selesai.


" Mah.. udah selesai sup nya ada lagi ? " tanya Agni antusias, ia merasa senang Ibu mertuanya mempercayakan memasak kepadanya.


" Hmm.. udah sih, nasi Mama tadi udah bikin, tinggal apa ya.. oya ini " Mama Nita mengambil satu buah plastik dari dalam lemari dapur.


" Apa itu ? " tanya Agni.


" Ini kerupuk, kamu goreng dulu ya " jawab Mama Nita.


" Oh ya siap Mah " Agni langsung menyalakan kompor untuk menggoreng kerupuk perintah Mama Nita.


Setelah semua siap Agni merapikan masakan nya ditata diatas meja makan, tidak lupa piring untuk makan pun ia tata rapi. Disaat yang bersamaan karena Deva merasa tidak ada Agni dikamar saat ia kembali bangun dari tidur nya, Deva langsung keluar kamar, ia mencium aroma masakan yang wangi.


Saat ia menuju meja makan ia melihat Mama dan Istrinya sedang asyik menyiapkan sarapan.


Mama Nita tersadar saat ada langkah anak nya menuju ruang makan.


" Dev sudah bangun ? ayo sarapan dulu " ucap Mama Nita.


" Iya Mah " Deva berjalan menghampiri Agni.


Deva duduk di kursi makan, sedangkan Agni masih berdiri merapikan gelas yang akan digunakan, tepat di samping Deva. Deva memeluk pinggang istrinya, lalu menciumi perutnya.


" Ih Mas Deva.. apaan sih.. " ucap Agni sedikit melepaskan pelukannya.


" Aku suka hehe " balas Deva.


" Jangan gitu nanti ada Mama " ucap Agni, merasa tidak nyaman.


" Emang kenapa ? kamu kan istri aku " ucap Deva masih memeluk pinggang istrinya.


Disaat yang bersamaan, Mama Nita kembali menuju ruang makan, namun langkahnya terhenti saat ia melihat Deva sedang bermanja kepada istrinya.


Sepertinya Deva memang sangat menyayangi Agni.. begitupun Agni..


Batin Mama Nita, lalu tersenyum kecil.


" Udah semua Gni ? " tanya Mama Nita, membuat Agni kaget melepaskan dengan kasar pelukan suaminya yang masih saja bertengger di pinggang nya.


" Udah semua Mah " balas Agni.


" Mama ih.. ganggu aja " ucap Deva santai.

__ADS_1


" Hah.. " Mama nita tertawa kecil.


" Mas Deva ! " Agni mencubit kecil tangan suaminya.


" Awww..... sakit " ucap Deva meringis.


" Ada apa ? kenapa sih Dev ? " tanya Mama Nita heran.


" Nggak, Mah ini Mas Deva aja yang usil " ucap Agni.


" Dev.. ayo sarapan dulu " balas Mama Nita.


Tidak lama Pak Jefri, datang menghampiri ke meja makan.


" Pah udah rapi mau kemana ? " tanya Deva.


" Ke RS lah, emang nya kamu masih cuti " jawab Pak Jefri.


" Oh iya hehehe " Deva tertawa kecil.


" Ayo sarapan semua " ucap Pak Jefri.


Mereka sarapan pagi bersama, Agni mengambilkan nasi dan sayur juga lauk yang lain ke piring Deva, lalu ia mengisi piringnya sendiri.


Suapan pertama Deva ia merasa ada yang berbeda.


Ini sepertinya bukan masakan Mama.. Sama enaknya tapi ada rempah yang beda.. Apa ini masakan Agni..


Batin Deva, ia senyam-senyum sendiri, kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.


Mama Nita pun melihat suaminya sarapan begitu lahap.


" Pah.. ini masakan Agni loh " ucap Mama Nita.


" Wah, benar ? kamu pintar masak juga ya " balas Pak Jefri.


Agni tersipu, ia malu jika harus dikatakan seperti itu.


" Ini kamu yang masak ? " tanya Deva meyakinkan.


Agni hanya tersenyum canggung.


" Enak " ucap Deva santai, disusul tawa kecil dari Mama Nita dan Papa Jefri.


Agni tersipu, ia sedikit malu jika dihadapkan pada posisi ini.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2