
Agni dan Deva telah sampai di Kota Metro tepat pukul 9 malam, Deva langsung mengambil cuti beberapa hari dari rumah sakitnya ia bekerja, karena ia tidak mungkin kembali ke Kota Bunga dengan keadaan Agni yang seperti ini.
Pak Jefri belum mengetahui jika Deva mengambil cuti karena Agni ingin pulang ke rumah orangtuanya di Kota Metro.
Sesampainya di rumah, Agni dan Deva disambut oleh Ibu dan Ayah Agni, mereka merasa bahagia namun heran, biasanya Agni akan menghubunginya jauh-jauh hari jika akan berkunjung ke Kota Metro.
" Gni.. Mas Deva kok tumben ngedadak ? ada acara apa nih ? biasanya kan suka hubungi Ibu dulu kalo mau kesini " ucap Ibu.
" Hehe iya Bu, Mas Deva lagi ada libur, jadi aku mutusin buat kesini aja, katanya kemarin Ayah sakit, sekarang keadaannya gimana ? " tanya Agni sedikit berbohong.
" Alhamdulillah Ayah udah baikan, biasalah mungkin udah tambah tua Gni " jawab Ayah.
" Syukurlah Yah.. " balas Agni.
" Oya bagaimana kabar Bu Nita dan Pak Jefri, Mas Deva ? " tanya Ibu.
" Alhamdulillah Bu, Mama dan Papa sehat " jawab Deva.
" Syukurlah.. oya sepertinya Agni kamu lelah, istirahat saja dulu perjalanan kalian kan lumayan jauh, ayo Mas Deva ke kamar aja istirahat, besok gampang kita ngobrol-ngobrol lagi ya " ucap Ibu karena melihat Agni sepertinya sangat lelah.
" Aku istirahat dulu ya, Yah Bu " ucap Agni.
Ibu dan Ayah hanya mengangguk tersenyum, Deva pun pamit kepada kedua mertuanya lalu menyusul Agni menuju kamar.
Agni masuk kedalam kamar, ia berganti pakaian dengan daster tidurnya, lalu ia naik ke atas tempat tidur. Sedangkan Deva yang masih mencari-cari baju gantinya di dalam koper yang Agni bawa.
" Yang.. baju ganti aku mana ? " tanya Deva.
Agni bangun lalu menghampiri suaminya.
__ADS_1
" Mas.. emang kamu bawa baju ganti ? " tanya Agni.
Deva mengingat, ia memang tidak membawa baju ganti karena tadi sebelum Deva memutuskan untuk mengantarkan Agni ke Kota Metro, terjadi perdebatan dahulu antara mereka berdua.
" Aku gak bawa baju ganti, gimana dong ? " Deva kepada istrinya.
Agni lalu membuka lemari pakaian nya, terlihat beberapa kaos pergi dan kaos rumahan juga celana panjang dan pendek milik Deva ada di dalam lemari.
" Nih... " Agni mengeluarkan satu kaos dan celana pendek lalu menyerahkan ke Deva.
" Ini kok ada ? " tanya Deva.
" Iya ini baju kamu ada disimpan disini " jawab Agni singkat.
Deva tersenyum, namun tetap raut wajah istrinya tidak berubah, Deva menjadi salah tingkah. Saat Agni akan kembali ke kasur Deva mencekal tangan istrinya.
" Makasih " ucap Deva.
" Yang.. kamu masih marah sama aku ? " tanya Deva.
Agni menggeleng, ia melepas perlahan cekalan suaminya, lalu ia berjalan kembali keatas kasur.
Deva menghembuskan nafas kasar, lalu ia berganti pakaian, setelah berganti pakaian, Deva menyusul Agni ke atas kasur.
Agni menyender ke senderan kasur, ia memejamkan matanya, seperti sedang merefleksikan tubuhnya, Deva memperhatikan Agni. Saat Agni perlahan membuka matanya, Deva mendekat ke arah istrinya.
" Gni.. aku minta maaf ya, aku gak peka, aku gak tahu apa yang kamu rasain selama ini, aku terlalu beranggapan jika keadaan ini kamu bisa handle sendiri " ucap Deva.
" Ternyata aku tidak sekuat itu Mas " balas Agni.
__ADS_1
" Jangan banyak pikiran ya, kamu kalo ada sesuatu yang mengganjal cerita ke aku, jangan di pendem sendiri, untuk perihal anak, aku udah pernah bilang ke kamu, aku tidak mempermasalahkan itu, kita pernah sama-sama periksa kan, apa ada masalah di kesehatan kita ? kan nggak, ini karena Tuhan masih pengen supaya kita terus berdoa dan memohon, terus untuk masalah Mentari aku juga minta maaf, aku belum jujur sama kamu, lagipula aku tidak pernah ada hubungan apapun sama dia, itu murni rencana orangtua aja dan aku gak pernah setuju untuk itu, lagipula itu udah lama Yang.. sebelum aku kenal sama kamu " ucap Deva menjelaskan.
" Tapi kayanya Dokter Mentari masih mengharapkan kamu Mas " Agni sedikit menekuk kan wajahnya.
Deva tersenyum.
" Tapi aku gak mengharap kan dia, aku hanya mengharapkan kamu bisa tersenyum lagi dan bahagia sama aku " ucap Deva.
Deva menggenggam tangan istrinya. Lalu kembali mendekatkan tubuhnya.
" Mas jangan deket-deket " ucap Agni.
" Kenapa ? emang ada yang salah ? " tanya Deva.
" Kamu gak mandi ih... " jawab Agni.
" Dingin Yang... besok aja ya " balas Deva.
Agni menutup hidung dengan baju yang ia kenakan.
" Emang aku bau ya.. " ucap Deva.
" Pokonya jangan deket-deket !! "
Deva mengalah ia sedikit menjauh dari istrinya, ia masih mengendus-endus baju dan tubuhnya, tidak ada aroma yang lain selain aroma parfum mahal yang ia kenakan.
" Aneh banget.. ya udah deh aku mau tidur aja .. ck " Deva akhirnya tidur walaupun sedikit berjarak dengan istrinya.
Kenapa ya Agni ???
__ADS_1
💐💐💐