
" Jangan bergerak ! "
Mentari terhenyak kaget lalu melibat ke arah Bian, begitupun Mama Nita ia merasa aneh.
" Ada apa ini ? kenapa ? " Tanya Mama Nita berdiri menghampiri Mentari.
" Euh.. " Mentari terlihat kaku lidahnya pun seperti kelu, ia sangat kaget, pikirannya tidak tenang.
Bian dan Teguh menghampiri Mentari. Mentari memundurkan tubuhnya, sehingga tubuhnya menyenggol vas bunga mahal milik Mama Nita sehingga pecah.
Prangg..
" Ya Tuhan Vas Bunga kesayangan ku... " ucap Mama Nita histeris, karena memang Vas bunga itu diproduksi hanya 3 didunia, ia mendapatkannya saat mengunjungi pameran beberapa tahun lalu.
Semua yang mendengar teriakan Mama Nita menjadi kaget terutama Dhena, Dhena segera berlari menuju ruang tamu, disusul oleh teman-teman Mama Nita.
" Ma.. ada apa Ma ? " tanya Dhena menghampiri Mama nya.
" Ada apa loh ini Nit ? " tanya Tante Molly.
" Ada apa Tari ? " tanya Tante Mira Ibu Mentari yang melihat anak nya berdiri mematung dengan keadaan wajah yang pucat pasi.
Bian yang melihat keadaan sangat tidak kondusif segera mengambil tindakan.
" Mohon maaf ibu-ibu semua, saya mohon maaf, saya hanya ingin membawa saudari Mentari, karena saudari Mentari akan kami jadikan saksi terlebih dahulu atas tindakan yang melanggar hukum " ucap Bian.
" Apa ? melanggar hukum ? memangnya kamu ngelakuin apa Tar ? kamu Mal Praktek ? atau apa ? " Tante Mira heran ia terus mendesak Mentari.
Mentari hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Ibu orangtuanya Saudari Mentari ? " tanya Bian.
" I..iya Betul "
" Kebetulan, kalau begitu saya meminta ijin untuk membawa Mentari ke kantor polisi, saya permisi "
" Mari ... " Bian mengajak Mentari untuk keluar.
" Lepas... aku gak mau ikut " ucap Mentari.
__ADS_1
" Hey.. Pak.. Pak... jangan sembarangan bawa anak saya dong " ucap Tante Mira.
" Mohon maaf Bu kami hanya menjalankan tugas " ucap Bian tetap membawa Mentari.
" Ma tolong aku Ma.. "
" Aduh.. jangan bawa anak saya ! ini gimana sih kok pada diem aja, bantuin aku dong bantuin anak aku ! " Teriak Tante Mira kepada teman-teman nya.
Keadaan semakin gaduh, Mentari teriak histeris begitupun Tante Mira, teman-teman Mama Nita tidak bisa berbuat banyak mereka pun hanya biasa terdiam karena kaget dengan kejadian di depannya.
" Guh, tolong bawa Mentari ke kantor, saya akan menangani disini, nanti setelah kondusif, saya kembali ke kantor " ucap Bian.
" Siap ! " Teguh menuruti apa yang diperintahkan oleh Bian.
Ternyata Bian dan Teguh tidak hanya berdua, di samping rumah yang tidak terlihat dari rumah Mama Nita, satu mobil polisi beserta beberapa anggota sudah menunggu disana, mereka dengan sigap datang ke lokasi yang sebelumnya sudah Bian beritahu.
Bian menyerahkan Mentari kepada Teguh, Teguh dibantu oleh beberapa anggota polisi lain untuk memboyong Mentari ke kantor polisi untuk dimintai keterangan nya.
Mentari di bawa ke kantor polisi oleh Teguh dan didampingi oleh beberapa anggota polisi lainnya sedangkan Bian masih mengahalau Tante Mira yang meronta karena ia tidak terima jika Mentari dibawa ke kantor polisi.
Mama Nita masih sedikit kaget dengan kejadian dihadapan nya ternyata sedari tadi ia berbicara dengan dua orang polisi yang mengintai rumahnya.
Semua orang duduk di ruang tamu, Bian menjelaskan semuanya.
" Jadi Bu berdasarkan hasil pengejaran kami terhadap pelaku yang membuat mobil Pak Deva kecelakaan, itu karena pelaku diminta oleh seseorang yang bernama Gavin lalu yang bernama Gavin pun dimintai tolong oleh Saudari Mentari untuk mencelakai Ibu Agni istri dari Pak Deva, seperti itu "
" Apa ? " Mama Nita terhenyak kaget.
Semua orang yang ada disitu pun merasa kaget dengan penjelasan Bian.
" Ya Ampun kok Mentari tega ya "
" Anak mu tuh Mir, kok punya pikiran jahat gitu sih "
" Gak, gak mungkin anak aku seperti itu, gak mungkin " ucap Tante Mira tidak terima.
Mama Nita merasa sangat marah, ia langsung melihat tajam ke arah Tante Mira.
" Kamu..... !!! Mira !!!! saya tidak pernah memaafkan perbuatan anak kamu !!! " Mama Nita menghampiri Tante Mira seperti ingin menjambak rambutnya.
__ADS_1
Namun Dhena dengan sigap menghalangi Mama Nya begitupun Bian ia melerai kedua wanita paruh baya ini.
" Ma.. stop Ma.. jangan gegabah.. nanti Mama malah dituduh KDRT " ucap Dhena.
Bian mendengar ucapan Dhena ingin tertawa namun ia tahan Dhena pun sadar jika polisi dihadapan nya sedang menahan tawa.
" Anak ku di fitah !!! di fitnah !!! " Tante Mira teriak histeris sambil menangis.
" Pergi kamu dari rumahku.. aku gak sudi yaa berteman dengan kamu lagi ! " ucap Mama Nita.
Mama Nita banyak ditenangkan oleh teman-temannya, begitupun Tante Mira, namun tidak sedikit teman-teman yang tidak menyangka dengan sikap Mentari, membuat teman-teman Tante Mira pun merasa menjadi kurang bersimpati kepada Tante Mira.
" Aku akan membuat perhitungan kepada keluarga kamu ! " ucap Tante Mira.
" Silakan.. sebelum kamu yang membuat perhitungan ku yang akan lebih dulu " ucap Mama Nita emosi.
Akhirnya Tante Mira pergi dari rumah Mama Nita, Mama Nita menghempaskan tubuhnya ke kursi. Mama Nita ditenangkan oleh Dhena dan teman-temannya.
Bian kembali menjelaskan kepada Mama Nita. Dan Mama Nita meminta segera proses hukum Mentari.
Dilain tempat, Agni yang sedari tadi tertidur di kamarnya terbangun, ia merasa diluar sangat ramai. Kebetulan kamar yang Deva dan Agni tempati berada di bagian belakang dan pojok rumah sehingga terkadang kegaduhan dari ruang tamu tidak begitu jelas terdengar.
Agni melihat ke sekeliling kamar, tidak ada Dhena disana.
" Dhena kemana ? mungkin karena aku ketiduran sehingga Dhena keluar kamar " gumam Agni.
" Diluar apa masih ada teman-teman Mama ya.. aku laper ternyata " batin Agni lalu bangun dari tidurnya dan berjalan untuk keluar kamar.
Agni keluar kamar berjalan menuju ruang tengah yang bersebelahan dengan ruang makan.
" Kok sepi ? apa pada pulang ? tapi makanan dan minuman masih banyak " batin Agni.
Lalu sayup-sayup ia mendengar ada yang mengobrol di ruang tamu, Agni berjalan menuju ruang tamu ia melihat Mama Nita, Dhena dan teman-temannya berada di ruang tamu, lalu ia pun melihat seseorang yang tidak asing.
" Permisi.. " ucap Agni membuat seisi ruangan menoleh ke arahnya.
" Pak Bian ? kok ada disini ? " tanya Agni tanpa beban.
💐💐💐
__ADS_1