Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 73 - Masih Ngambek ?


__ADS_3

Deva dan Agni saling diam, sesekali Deva memperhatikan istrinya, Deva beranggapan biarkan hati Agni tenang dulu, karena percuma apapun yang Deva jelaskan tidak dapat diterima oleh Agni, lagipula Deva mengerti selama Agni hamil, ia menjadi lebih sensitif, Deva berusaha untuk selalu membuat mood istrinya baik, karena itu akan berpengaruh pada keadaan janin yang dikandungnya.


Ia pun merasa sepertinya harus berbicara kepada beberapa bidan atau perawat yang menghubunginya agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti tadi antara dirinya dan Agni.


Deva sedang duduk santai di sofa, sedangkan Agni duduk menyender ke senderan kasur sambil berselonjor, Agni merasa pinggang nya agak pegal, ia berniat untuk mengambil cemilan di toples yang berada di meja yang berada di balkon kamar.


Agni bangun dari duduknya, Deva yang memperhatikan pergerakan istrinya, segera bangkit dari duduknya secepat kilat menuju Agni untuk membantunya bangun.


" Mau kemana ? pelan-pelan " ucap Deva.


" Aku bisa sendiri Mas " balas Agni datar.


Deva menghembuskan nafas kasar.


Agni berjalan menuju balkon kamar, Deva mengikutinya di belakang Agni.


Agni duduk di kursi yang berada di balkon, lalu membuka cemilan yang ada di toples, namun entah mengapa tutup toples begitu rapat sehingga sulit dibuka. Deva masih memperhatikan istrinya. Ia melihat Agni yang kesulitan membuka toples berisi cemilannya, Deva tersenyum kecil.


Deva berjongkok sehingga posisi Deva dan Agni sejajar.


" Sini aku bukain " ucap Deva mengambil toples dari tangan istrinya.


Dengan sekali putaran, toples dengan tutupnya terbuka.


" Nih.. " Deva menyerahkan toples yang sudah terbuka sambil tersenyum.


Agni meraih toples itu tanpa berbicara kepada Deva. Ia mengambil isi dari toples lalu memakannya.


" Kamu masih marah ? " tanya Deva duduk disamping Agni.


" Nggak ! " jawab Agni singkat.


" Tapi kamu kenapa diem gitu, biasanya kamu cerewet " ucap Deva.


" Aku cuma kesel aja ! " balas Agni datar.

__ADS_1


Deva tersenyum.


" Aku minta maaf ya.. nanti aku bicara deh sama mereka kalo menginformasikan sesuatu gak usah sambil bercanda gitu " ucap Deva.


Agni tetap diam, sambil mengunyah cemilannya.


" Pokonya aku gak suka ya kalo ada yang chat kamu kaya gitu " ucap Agni.


Deva terhenyak dengan ucapan istrinya, biasanya Deva yang akan posesif kepada Agni, tapi kali ini Agni yang posesif kepada Deva.


Kenapa nih Agni, tumben banget jadi posesif, biasanya malah gengsi ..


Batin Deva tersenyum.


" Iya sayang.. " balas Deva.


" Pokonya kamu harus kasih tahu, jangan suka pengen bercanda-canda sama kamu, kamu itu udah punya istri sebentar lagi punya anak " ucap Agni nyerocos.


" Iya sayang " balas Deva.


" Jadi kamu cemburu ? " Deva menggoda.


Agni baru tersadar dengan apa yang diucapkan nya.


Apa iya aku cemburu ?


Batin Agni.


Deva tersenyum menggoda istrinya.


" Hmm.. " Deva menunggu jawaban istrinya.


" Ya gak apa-apa dong kamu kan suami aku Mas.. " susul Agni.


" Iya sayang iya.. udah ya clear gak marah lagi kan ? " tanya Deva.

__ADS_1


Agni sedikit memutar bola matanya. Deva hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.


Disaat yang bersamaan ponsel Deva berdering. Deva langsung mengangkat panggilan teleponnya. Agni pun dengan sigap menghampiri suaminya yang sedang menerima telepon.


" Oke saya kesana sekarang " ucap Deva lalu menutup kembali teleponnya.


" Siapa Mas ? " tanya Agni menyelidik.


" Aku harus balik ke rumah sakit ya, pasien yang tadi dikabarin udah mau melahirkan, kamu tunggu aku pulang ya.. " ucap Deva berjalan untuk berganti pakaian.


Agni teringat, kali ini Deva pasti akan satu tim dengan wanita yang mengirim pesan kepada Deva tadi.


" Mas.. " Agni menghampiri suaminya yang sedang berganti pakaian.


" Iya " balas Deva.


" Pokonya jangan lupa kamu harus kasih tahu orang-orang ya.. ! " ucap Agni.


" Iya sayang.. aku berangkat ya.. kalo ada apa-apa kamu kabari aku " ucap Deva.


Agni mengangguk lalu mengekori Deva keluar kamar.


" Sayang gak usah dianterin, kamu istirahat aja disini, gak apa-apa " Deva tersenyum memegang kedua pipi istrinya dengan gemas.



" Ih Mas.. lepasin.. ya udah, kamu hati-hati ya.. " ucap Agni.


" Iya.. "


Agni kembali masuk kedalam kamar, ia melanjutkan kembali memakan cemilan yang di balkon. Ia mendengar sedikit suara mesin mobil Deva, lama-lama suaranya menjauh dan menghilang.


" Mas Deva jalan.. " gumam Agni sambil mengunyah cemilannya.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2