
Sampai di rumah Agni langsung masuk kedalam kamarnya, ia menyimpan tas di atas meja tanpa melihat dulu ponselnya yang berada di dalam tas, ia lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur.
Pikirannya masih terngiang-ngiang dengan apa yang ia lihat tadi, ia teringat kejadian beberapa waktu lalu saat Deva masih bekerja di rumah sakit yang sama dengan Agni, saat Deva meminta untuk menemuinya di kantin, Agni sedikit mendengar percakapan nya dengan seseorang diujung telepon.
" Apa ini orang yang sama ? saat itu Mas Deva akan menjemput ke bandara, sekarang juga aku melihat dia di bandara dengan seorang wanita.. siapa ya ? apa jangan-jangan dia itu... argghhhh... kenapa pikiran aku jadi gak tenang " gumam Agni.
Ia masih saja memikirkan kejadian demi kejadian lalu ia menyimpulkan sendiri.
" Apa dia seseorang yang begitu spesial ? lalu aku ? Mas Deva terlihat sangat dekat dengan wanita itu bahkan mereka bisa bercanda dan tertawa lepas di tempat umum seperti itu.. " Batin Agni.
Mungkin Agni sedang terbakar api cemburu.
" Aku menyadari, sulit memang menjalani hubungan seperti ini, apalagi aku pun tidak dapat memungkiri, banyak sekali wanita yang mendekati dan mencari perhatian Mas Deva " Batin Agni lagi.
Agni membuka jilbabnya, lalu mengacak-acak rambutnya. Ia sudah berpikiran kemana-mana, ia pun sudah memikirkan seandainya hubungannya dengan Deva harus berakhir ia sudah siap, ia berusaha untuk kembali menata suasana hatinya.
Ya sudah lah Agni... berarti memang Tuhan menunjukkan siapa Deva yang sebenarnya, mumpung hubungan kalian belum terlalu jauh, bukankah putus cinta soal biasa ?
Agni terus saja bergumam sendiri, ia lalu mendengar sedikit ponselnya bergetar, ia beranjak dari kasur lalu berjalan menuju meja membuka tasnya lalu mengambil ponsel nya, Agni membelalakan matanya terlihat pada layar ponsel 120 panggilan tak terjawab dan 54 pesan masuk.
" Hah.. Mas Deva.. gila sih ini, ngapain juga kamu masih hubungin aku, setelah pujaan hati kamu pergi, kamu nyari aku lagi gitu ?? " Agni berdecak.
Disaat yang bersamaan terdengar pintu kamar nya diketuk.
" Agni.. " panggil Ibu.
" Iya Bu " Agni berjalan membuka pintu kamarnya.
" Gni.. ada Dokter Deva di ruang tamu " ucap Ibu.
" Hah.. " Agni sedikit bengong ia tidak menyangka Deva akan datang ke rumahnya.
" Ayo.. kamu kok bengong sih.. kamu tidur ? itu rambut kamu acak-acakan "
" I..iya Bu " Agni berjalan lalu menutup kamar, ia tida terlalu fokus dengan ucapan Ibu.
" Eh tunggu " Ibu mencolek bahu anaknya.
" Kenapa Bu ? " tanya Agni.
" Jilbab mu ? " jawab Ibu.
__ADS_1
" Astagfirullah.. " Agni masuk kembali ke kamar menyambar jilbab langsung nya, lalu berjalan ke luar kamar menuju ruang tamu.
Sedikit ragu dalam hati Agni, namun ia pun penasaran ingin tahu penjelasan Deva.
Agni menghampiri Deva yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya, sudah ada teh hangat dan cemilan di meja tamu, mungkin Ibu yang menyiapkan, pikir Agni. Deva yang sadar jika ada seseorang di depannya, langsung menghentikan aktivitas nya.
Deva mendongak kan wajahnya, tersenyum manis saat melihat Agni sudah ada di hadapannya. Agni hanya menunjukkan wajah datar ia langsung duduk, tepat di depan Deva.
" Kamu kenapa ? kok gitu ? oya ? tadi kamu ke bandara ya ? ada acara apa ? " tanya Deva tanpa basa basi.
" Kamu juga ke bandara kan ? ada acara apa ? " jawab Agni membalas pertanyaan Deva.
Deva menghela nafas dalam, ia sudah pastikan Agni marah karena melihatnya bersama Dhena.
" Kamu kenapa gak angkat telepon aku ? " tanya Deva.
" Males ah.. " ucap Agni pelan.
Deva tersenyum kecil sedikit mendekati Agni.
" Gak usah deket-deket " ucap Agni ketus.
" Kamu ketus juga ya kalo lagi marah ? " ucap Deva menggoda namun Agni tetap pada posisinya.
" Siapa dia ? " tanya Agni dengan cepat.
" Dia.. dia adalah seseorang yang berarti banget buat aku " jawab Deva.
Agni membelalakan matanya, ia menyangka jika Dhena itu adalah kekasih Deva.
" Jadi.. selama ini ? kamu bohongin aku.. jahat yaa.. !! " Ucap Agni, namun ditahan oleh Deva.
" Please jangan teriak-teriak disini, aku minta maaf.. " balas Deva.
" Kamu keluar dari sini, aku gak mau liat kamu lagi !! " Agni mengusir Deva.
" Aku jelasin dulu, tunggu.. "
" Gak perlu dijelasin, aku udah tahu ! " ucap Agni.
" Oya ? kamu udah tahu ? Kamu tahu kalo Dhena itu adik aku ? " balas Deva.
__ADS_1
" Hah... " Agni tercengang.
" Dhena itu adik aku Gni... " ucap Deva dengan santainya.
" Serius ? " Agni merasa malu sendiri ia sudah berprasangka buruk kepada Deva.
" Hmm.. iyaa.. " balas Deva singkat.
" Iihh... Mas Devaaa... kesel banget aku sama kamu !! " Agni memukul Deva dengan bantal kursi yang da disampingnya.
" Aduh stop.. Gni.. stop... kok kesel ke aku sih ? " Deva tertawa terbahak melihat sikap Agni.
" Kenapa kamu gak bilang ?! " tanya Agni masih terlihat kesal dan malu pastinya.
" Aku barusan udah bilang kan "
" Sebelum nya " Agni mengerucutkan bibirnya.
Deva hanya tersenyum, ia menjelaskan kepada Agni perihal kedatangan nya ke kota tempat tinggal Agni.
Flashback On
" Kak.. aku udah beli tiket buat besok siang, anter aku ya ke bandara, aku harus balik kuliah liburku sudah selesai " ucap Dhena diujung telepon.
Dhena, adik Deva ia masih kuliah, mengambil jurusan kedokteran juga dan berkuliah di luar kota, ia sempat mendapatkan libur kuliah, lalu ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.
" Iya besok Kakak antar, kamu siap pagi-pagi, Kakak selesai dinas dari rumah sakit langsung jemput kamu ke rumah " ucap Deva.
" Oke Kak.. makasih "
" Sama-sama "
Keesokan harinya Deva langsung menjemput Dhena ke rumah, setelah ia dinas dari rumah sakit, sekitar 5 jam perjalanan mereka sampai di bandara, masih sekitar 1 jam lagi keberangkatan Dhena.
Deva berniat untuk menghubungi Agni sesampainya di bandara nanti, ia pun berniat untuk mengunjungi Agni ke rumahnya, mumpung ia sedang berada di kota tempat tinggal Agni.
Namun saat Deva akan menunggu waktu keberangkatan Dhena, ia melihat seseorang yang tidak asing baginya, ia melihat Agni dengan seorang wanita juga, ia mencoba untuk memanggil Agni, namun tidak Agni hiraukan, Agni berlari sampai akhirnya ia masuk kedalam taksi berlalu meninggalkan bandara, Deva pun mencoba menghubungi Agni namun tidak ada jawaban.
Sampai akhirnya setelah mengantarkan adiknya, Deva langsung bertolak menuju rumah Agni dengan perasaan yang tidak karuan juga karena Agni tidak ingin menemui nya begitupun juga mengangkat teleponnya.
Flashback off
__ADS_1
💐💐💐