Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 93 - Penyamaran Polisi


__ADS_3

" Kami dari warga baru komplek yang tinggal di ujung Bu .. " ucap Pria itu yang tidak lain adalah Bian.


" Oh ya.. ada perlu apa ya Pak ? " tanya Mama Nita.


" Mohon maaf Bu sebelumnya menganggu, kami hanya ingin bersilaturahim biasa, karena kami sebagai warga baru ya.. kami mengetahui dari RT disini adalah rumah Dokter Jefri ? " ucap Bian.


" Betul Pak.. kalau begitu silakan masuk dulu Pak "


" Apakah kami tidak mengganggu ? sepertinya sedang ada acara ya Bu ? " tanya rekan Bian yang bernama Teguh.


" Oh ya biasa, arisan ibu-ibu hehe " ucap Mama Nita berkelakar.


Bian dan Teguh hanya manggut-manggut.


" Silakan masuk dulu, kita kan akan menjadi tetangga sekarang " ucap Mama Nita.


Bian dan Teguh akhirnya masuk kedalam rumah Mama Nita mempersilahkan untuk duduk, mereka duduk di ruang tamu. Bian dan Teguh sembari mengedarkan pandangan nya tanpa diketahui oleh Mama Nita.


" Silakan di buka cemilannya " ucap Mama Nita karena di meja ruang tamu sudah tersedia kue kering juga air mineral.


" Terima kasih banyak Bu "


Seakan terhipnotis Mama Nita menjadi akrab banyak berbicara, padahal ia baru kenal dengan Bian dan Teguh.


Bian dan Teguh sengaja tidak memperkenalkan diri sebagai polisi khawatir akan membuat gaduh jika ia langsung menangkap Mentari, tujuan utama mereka.


Dari mana Bian dan Teguh tahu jika Mentari berada di rumah Deva sang pelapor dan korban kecelakaan ?


Flashback On


" Dokter Deva kami sudah menangkap dua pelaku, yang satu bernama Gavin dan satu lagi bernama Tommy, apakah bapak mengenalnya ? " ucap Teguh beberapa waktu lalu saat menghubungi Deva kembali.


" Tidak, sama sekali tidak tahu dan tidak mengenalnya "


" Bagaimana jika dengan saudari Mentari ? " tanya Teguh lagi.


" Ya saya mengenal nya Mentari yang dokter kecantikan itu kan ? " tanya balik Deva.


" Ya betul "


" Apa hubungannya dengan Mentari Pak ? "


" Tommy adalah sang pengeksekusi ia dimintai tolong oleh Gavin, untuk mencelakai istri Anda Pak, sedangkan Gavin ia seseorang yang dimintai tolong oleh Mentari, jadi Tommy itu adalah orang suruhan Gavin " ucap Teguh.


" Ya Tuhan... ! "


" Hari ini kami akan melakukan pengejaran terhadap Mentari, Tim kami di lapangan sudah mengintai gerak gerik dan keberadaan saudari Mentari hari ini " .


Gavin dan Teguh mengikuti kemana Mentari pergi sampai akhirnya mereka melihat Mentari masuk kedalam sebuah komplek perumahan, mereka mencurigai daerah rumah yang menjadi tujuan Mentari dan orangtuanya.


" Guh, tolong foto lalu kirimkan ke Dokter Deva rumah siapakah ini " ucap Bian kepada Teguh.


" Siap "


Lalu Teguh membidik Mentari dan Mama nya saat turun dari mobil dan saat mereka berjalan masuk ke dalam rumah Deva.

__ADS_1


*Foto*


Dok, kediaman siapakan ini ?


Tulis Teguh pada pesan yang berisi foto kepada Deva.


Rumah orangtua saya, saya dan istri pun tinggal disana.


Setelah mendapatkan informasi dari Deva jika itu kediaman orangtuanya, Teguh pun langsung menghubungi Deva kembali menanyakan ada acara apa sehingga Mentari ke rumahnya.


Deva menjelaskan jika di rumah Mama nya sedang diadakan acara Arisan, karena orangtua Mentari adalah sahabat Mama nya.


Teguh dan Bian semakin mengerti. Mereka menarik kesimpulan jika kecelakaan ini terjadi karena berlandaskan kisah asmara.


Teguh meminta Deva untuk menghubungi keluarga nya yang bisa dipercaya untuk menahan Mentari agar tetap di rumah Mama Nita.


Sesaat setelah Deva diberitahu oleh Teguh, ia menghubungi Dhena, Dhena pun mengiyakan jika di rumah sedang ada Mentari, walaupun ia sedikit malas untuk bertemu Mentari, terlebih setelah mengetahui cerita dari Deva jika yang niat untuk mencelakai Kakak Iparnya adalah Mentari, itu membuat Dhena semakin geram, demi membantu Kakaknya ia siap untuk menahan Mentari agar tetap berada di rumah.


Namun Deva berpesan kepada Dhena, untuk tidak memberitahu dulu perihal ini kepada Agni juga Mama Nita. Dena mengiyakan.


Flashback off


Mama Nita asyik berbincang dengan Teguh dan Bian, mereka terus saja mengimbangi obrolan Mama Nita.


" Bu, apakah tidak menganggu karena sedang ada acara di di dalam ? " tanya Teguh lagi.


" Gak apa-apa santai aja.. ini sudah biasa kok kita sudah seperti keluarga, bukan acara formil juga.. ayo.. ayo silakan di makan diminum ya.. " ucap Mama Nita.


Dilain tempat teman-teman Mama Nita sedang menikmati hidangan yang sudah Mama Nita siapkan.


" Iya nih kemana ? "


" Ada tamu kayanya, udah ayo kita lanjut lagi aja " ucap Tante Mira.


Mereka kembali menikmati hidangan yang sudah disajikan, tidak lama Dhena keluar dari kamar.


" Permisi " ucap Dhena.


" Ya silakan "


" Eh ini gadisnya Jeng Nita ya.. "


" Ya ampun sudah dewasa sekarang, tidak praktek kah ? oya dokter kan ya ? " tanya Tante Molly


" Iya Tante .. " Dhena menyalami seluruh teman-teman Mama nya.


Ini saat nya Dhena bersalaman dengan Mentari.


" Hai Dhena "


" Hai Kak "


" Oya Kak sudah lama ? "


" Belum lama banget sih, oya istri kakakmu kemana ? "

__ADS_1


" Ada kok, lagi istirahat "


" Hmm.. "


Mereka ngobrol berdua, walaupun dalam hati Dhena sudah tidak tahan ingin menjambak rambut Mentari karena kelakuannya kepada Kakak dan Kakak iparnya.


" Duh kalo sama-sama dokter langsung nyambung ya.. " ucap Tante Molly.


" Hehe iya.. biarin lah anak muda gak akan nyambung kalo ngobrol sama kita-kita " ucap Tante Fiona disusul gelak tawa dari semuanya.


" Dhen, kayanya aku harus balik ke klinik deh, ada pasien ku yang udah janjian hari ini " ucap Mentari, ia merasa sudah tidak enak hati, ia ingin segera menghubungi Gavin namun tidak mungkin saat ini.


" Loh kok cepet-cepet jangan dulu dong Kak, kita kan baru ketemu " ucap Dhena.


" Hmm.. gampang nanti kita bisa ketemu lagi kan ? " ucap Mentari.


Tante Mira yang melihat anaknya sedikit gusar, menjadi heran.


" Ada apa Tar ? " tanya Mama Nita.


" Ini loh Mah aku balik dulu ke klinik ya, nanti aku jemput lagi Mama " .


" Oh gitu, ya udah.. tapi kan kamu lagi ngobrol sama Dhena, kasian loh Dhena "


" Hmm.. nanti disambung lagi ya ngobrol nya "


Duh gimana nih malah mau pulang lagi..


Batin Dhena.


Saat Mentari sudah berpamitan kepada teman-teman Mama nya, ia berjalan melangkahkan kaki menuju ruang tamu, ia melihat Mama Nita sedang berbicara dengan dua orang pria tinggi tegap.


Saat terdengar langkah seseorang menghampiri Mama Nita, Mama Nita menoleh terlihat Mentari menghampiri nya.


" Mau kemana Tar ? " tanya Mama Nita.


" Saya pamit dulu tante mau kembali ke klinik " jawab Mentari.


" Oh ya sudah hati-hati "


Teguh dan Bian saling berpandangan, mereka saling memberikan kode.


Saat Mentari sudah berada di ambang pintu, tiba-tiba Bian beranjak dari duduknya.


" Jangan Bergerak !! " ucap Bian.


💐💐💐


Gak apa-apa aku gantung lagi yaa readers... 🤭🤭 Untuk hari sabtu dan minggu aku libur up ya, nanti ketemu lagi di hari senin.... 😘😘😘


Jangan lupa follow :


Ig : author.ayuni


Tiktok : author.ayuni

__ADS_1


Tengkyuuuu 😍


__ADS_2