Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 45 - Selamat Pagi Istriku


__ADS_3

Bunyi alarm pagi bersahut-sahutan, Agni terkesiap, dilihatnya jam pada layar ponsel menunjukan pukul 5 kurang 15 pagi, udara yang sangat dingin menusuk kulit, apalagi setelah ingat kegiatan malam nya yang membuat ia semakin enggan untuk beranjak dari tempat tidur, namun ia tetap harus melaksanakan kewajibannya pagi ini.


Dilihatnya tangan Deva yang masih melingkar di atas perutnya, Agni menoleh sedikit ke arah suaminya, Deva masih terlelap, Agni menggoyangkan tubuh suaminya, memindahkan tangan yang melingkar ke perutnya.


" Mas.. bangun " ucap Agni pelan.


Deva tidak bergeming malah terdengar dengkuran halus. Agni kembali mencoba membangunkan suaminya dengan menggoyangkan tubuhnya.


" Mas... "


" Emmhh.. " Deva terbangun dengan malas.


" Udah jam 5 subuh, aku duluan ke kamar mandi ya " ucap Agni.


Deva hanya mengangguk, menarik kembali selimut sampai kepalanya.


Agni segera menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi, setelah mandi dan berwudhu ia segera keluar kamar mandi, melihat Deva yang sudah duduk menyender ke senderan kasur.


" Mas.. ayo keburu siang " ucap Agni.


" Ya.. tunggu aku " Deva bangun dari duduknya menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, ia lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.


Agni segera mengambil mukena dan sejadah yang ia simpan di sofa kamar, ia memakai mukena lalu menggelar sejadah menunggu suaminya selesai menyelesaikan aktivitas nya di kamar mandi. Sambil menunggu sesekali ia melihat ke arah pintu balkon kamar, cuaca masih cukup gelap namun garis-garis cahaya sudah mulai tampak terlihat.


Tidak lama Deva sudah keluar dari kamar mandi, melihat istrinya sedang duduk menunggunya, ia segera mempercepat langkahnya, berganti pakaian lalu melaksanakan shalat subuh bersama istrinya.


Setelah melaksanakan shalat subuh, Agni merasa tubuhnya sedikit berbeda, ia ingin rasanya kembali merebahkan tubuh dan kembali terlelap diatas tempat tidur.


Deva yang memperhatikan istrinya terseyum kecil.


" Kamu masih ngantuk ? " tanya Deva seraya melipat sejadah.

__ADS_1


" hmm.. " Agni hanya mengangguk kembali masuk kedalam selimut.


" Ya udah tidur lagi aja, lagipula masih terlalu pagi " ucap Deva.


Deva kembali menyusul istrinya ke atas tempat tidur lalu masuk kedalam selimut.


" Mas tulang-tulang ku seperti nya ingin patah " ucap Agni.


Deva yang mendengar ucapan istrinya, tertawa renyah.


" Maafin aku ya.. ya udah kamu istirahat lagi aja " ucap Deva mendekap istrinya.


Agni hanya mengangguk, ia kembali terlelap tidur dibawah dekapan suaminya. Tidak lama Deva pun ikut memejamkan matanya.


...****************...


Sinar matahari sudah memasuki kamar melalui celah-celah jendela, menyorot langsung ke wajah Deva sehingga membuat Deva terbangun dari tidurnya, ia melihat Agni masih terlelap tidur, Deva bangun perlahan beranjak dari tempat tidurnya.


Ia berjalan keluar kamar, suasana pagi yang menyegarkan, ia berjalan menuju dapur villa, disana sudah di sediakan roti dan selai oles, ada kompor, penghangat air, beberapa gelas dan piring dan alat pemanggang roti.


Disaat ia sedang memanggang roti, ia mengambil gelas, mengisi nya dengan air dan teh yang sudah ia panaskan sebelumnya.


Terdengar alarm pertanda roti sudah siap, ia menyimpan roti kedalam piring, lalu mengambil gelas berisi air teh hangat ia bawa ke kamar untuk diserahkan kepada Agni.


Perlahan pintu ia buka, Agni terlihat masih tidur dibawah selimut. Deva mendekati Agni duduk tepat disampingnya di pinggiran kasur. Sebelumnya ia menyimpan roti dan teh hangat di atas meja yang berada tidak jauh dari kasur.


Deva membangunkan istrinya dengan pelan.


" Sayang.. bangun " bisik Deva.


Agni sedikit terkesiap. Ia bergerak membuka selimut yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


" Hmm.. Mas.. " Agni bangun ia duduk menyender ke senderan kasur.


Deva lalu mengambil piring berisi roti bakar dan gelas berisi teh hangat.


" Selamat pagi istriku.. " ucap Deva dihadapan istrinya.


" Ya ampun Mas .. kamu bikinin ini buat aku ? " tanya Agni.


Deva hanya tersenyum.


Agni mengambil piring dan gelas dari tangan Deva.


" Makasih yaa Mas.. " ucap Agni.


" Hmm.. " Deva tersenyum.


" Tapi aku mau cuci muka dan gosok gigi dulu " ucap Agni.


" Ya udah "


" Tunggu ya kita makan bareng " Agni beranjak dari kasur menuju kamar mandi.


Tidak lama Agni kembali keluar dari kamar mandi, membuka jendela kamar, terlihat gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan suasana, ia membuka pintu keluar balkon menghirup udara segar sedalam-dalamnya.


" Seger banget " ucap Agni.


Lalu ia masuk kembali ke kamar mengambil piring berisi roti bakar.


" Mas makannya di luar ya " ucap Agni.


Deva hanya mengikuti apa kata istrinya.

__ADS_1


Mereka duduk di balkon dekat kolam renang air hangat. Menikmati udara pagi sambil sarapan roti bakar, Agni sangat menikmati udara pagi ini yang sangat segar. Tidak lama Agni mengajak Deva untuk berendam di kolam air hangat untuk merelaksasi kan otot-otot nya yang terasa sedikit pegal.


💐💐💐


__ADS_2