Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 86 - Aku sayang kamu.. Yang !


__ADS_3

Agni menghentikan langkahnya saat ia mendengar Deva memanggil dirinya dengan sebutan nama, semenjak menikah Deva memang sudah jarang memanggilnya dengan sebutan nama.


Deva menghampiri Agni saat istrinya menghentikan langkahnya dan berdiri di dekat parkiran.


" Mau apa kamu Mas ? " tanya Agni dengan nada ketus.


" Kamu mau kemana ? kamu kok kesini gak bilang-bilang ? ada yang perlu aku anter ? " tanya Deva melembutkan suaranya.


" Nggak, lupain aja ! " jawab Agni kembali akan melangkahkan kakinya.


" Sayang tunggu, duduk dulu yuk.. disini panas kita bicara di dalam " ucap Deva.


" Gak mau aku mau pulang " susul Agni.


" Oke, kita pulang bareng, tapi kamu masuk dulu " Deva meraih tangan istrinya.


" Nggak ah.. " Agni melepaskan genggaman suaminya.


Deva memijat sedikit pelipisnya, lalu menghela nafas dalam.


" Kamu ada apa kesini ? bukannya baru minggu kemaren kan kontrol kehamilan kamu " ucap Deva.


" Mas.. apa tiap hari kamu kaya gitu ? disaat aku di rumah nunggu kamu pulang, tapi kamu disela-sela pekerjaan kamu, kamu kaya gitu " bulir bening kembali menggenang di ujung mata indah Agni.


" Sayang kaya gitu gimana sih ? aku mau jelasin semuanya, ini itu nggak seperti yang kamu pikirin, dia itu koas namanya Safira, tadi itu kita lagi responsif entah grogi atau apa, tiba-tiba dia pingsan " Deva menjelaskan lalu tangannya mengusap lembut bulir bening yang membasahi pipi Agni.


Tiba-tiba saat Deva sedang menjelaskan seorang satpam menghampiri nya.


" Siang Dok, Bu.. kenapa berdiri disini dok, panas loh ini " ucap satpam rumah sakit, melihat ke arah Deva juga Agni.


" Oh iya Pak.. kita mau kedalam lagi kok, terima kasih ya "


Deva pun melihat ke arah Agni, sedikit menganggukkan kepalanya, Agni mengerti ia pun merasa malu jika perdebatan mereka dilihat oleh satpam karena ini masih di lingkungan rumah sakit.


Akhirnya Agni bersedia kembali masuk kedalam rumah sakit bersama Deva.


Deva mengajaknya kembali ke lantai 3 ruangannya, ia pun belum bisa pulang karena akan ada jadwal operasi sekitar jam 2 siang.


Agni masih terdiam, ia masih belum sepenuhnya mempercayai penjelasan Deva.


Sampai dilantai 3, Deva sudah disambut oleh perawat dan Pak Jefri.


" Dev.. Agni kok kamu ada disini ? " tanya Pak Jefri.


" Euh.. iya Pah " Agni menjadi kikuk.


" Deva yang nyuruh Agni kesini Pah " ucap Deva berbohong.


" Oh ya.. kamu di rumah sendiri ya ? Mama mu kemana ? " tanya Pak Jefri lagi.


" Tadi ada kegiatan sih bilang nya Pah " jawab Agni.


Pak Jefri menarik nafas dalam " Ya.. "


"Oya sus, gimana keadaan Safira ? " Deva pun teringat ia merasa beban moril kepada Safira karena tadi ia pingsan disaat sedang bimbingan dengannya.


" Sudah aman dok, sudah siuman juga "


" Syukurlah "


Agni yang kembali menekuk wajahnya saat mendengar kata Safira.

__ADS_1


" Tuh kan perhatian, pasti ada apa-apa nya nih " batin Agni, sedikit menggretakkan giginya.


" Dev, kamu jangan terlalu kejamlah sama koas, bisa sampai pingsan gitu gimana ceritanya ? " tanya Pak Jefri.


Pak Jefri pun merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi di rumah sakit karena ia adalah direktur rumah sakitnya.


" Kejam gimana Pah.. ya nggak lah.. Deva rasa masih wajar kok, buktinya koas yang lain lancar-lancar aja.. uji mental dikit lah Pah " ucap Deva disusul tawa dari perawat yang berada tidak jauh dari Deva.


" Bener kan Sus ? " Deva menoleh ke arah perawat.


" Bener banget dok "


" Ya tapi gak sampai pingsan Dev "


" Emang wajahku menyeramkan ya, iya sus ? " tanya Deva.


" Menyebalkan sih lebih tepatnya " gumam Agni yang masih merasa kesal atas kejadian tadi.


Deva yang menoleh sedikit ke arah istrinya, merasa jika Agni memang masih kesal kepada nya, ia sedikit ingin tertawa melihat ekspresi wajah dari istrinya.


Perawat hanya bisa tertawa, tanpa menjawab pertanyaan dari Deva.


" Ya udahlah Pah.. lagian udah ditangani kan ? "


" Iya Dok, lagipula dia pingsan karena memang telat makan juga katanya " ucap perawat.


" Hmm.. oke .. Papa kembali ke ruangan ya, ayo Agni.. "


" Iya Pah.. " ucap Agni tersenyum kecil.


Disaat yang bersamaan Deva pun mengajak istrinya untuk ikut keruangan nya.


" Sus saya juga ke ruangan ya " ucap Deva.


" Oke "


" Mari sus " ucap Agni saat akan melangkahkan kakinya.


" Iya Bu, Bu Agni sebentar lagi melahirkan kan ya, semoga lancar ya Bu "


" Aamiin terima kasih sus " balas Agni.


Agni mengikuti Deva berjalan lalu masuk kedalam ruangan nya. Agni duduk di sofa yang tidak jauh dari meja kerja Deva, Deva melihat sekilas kantong yang Agni bawa tadi sudah berada di atas meja, sepertinya perawat yang memindahkan kantong itu, karena saat kejadian tadi kantong itu Agni jatuhkan ke lantai.


Deva mendekati kantong itu lalu meraihnya.


" Hmm.. aromanya enak, ini makanan Yang.. kamu bawa buat aku ? " tanya Deva.


Agni hanya diam sebagai jawaban.


Deva membawa kantong itu lalu ia duduk tepat di sampingnya.


" Kita makan siang bareng ya " ucap Deva mengeluarkan kotak makanan dari kantongnya, ia mengambil nasi dan lauk.


" Sebentar ya aku cuci tangan dulu " ucap Deva.


Ia mencuci tangan lalu ia keringkan, ia kembali mengambil kotak makanan.


" Sini aku suapin kamu " ucap Deva.


" Hmm.. nggak kamu aja yang makan "

__ADS_1


" Aku gak akan makan kalo kamu gak makan, sini... " ucap Deva mengarahkan tangannya yang sudah ada nasi dan lauk ke mulut Agni.


Agni merasa tersentuh dengan sikap Deva, mungkin benar ia salah sangka kali ini, melihat ketulusan Deva kepadanya, tidak mungkin ia melakukan hal-hal yang tidak baik apalagi mengkhianati nya.


Suasana hati ibu hamil kembali menerpa Agni, matanya mulai berkaca-kaca kembali. Deva yang sedang menyuapkan makan ke mulutnya menoleh ke arah Agni.


" Sayang kenapa hey .. " Deva yang memang mengerti kadang mood istrinya yang berubah-ubah berusaha untuk selalu sabar.


Agni hanya menggeleng.


" Tadi kamu belum selesai jelasin nya " ucap Agni sedikit menarik ingus yang hampir saja turun.


" Oh ya aku hampir lupa, iya tadi itu responsif kan, ya udah.. ternyata dia mungkin grogi taunya pingsan " jelas Deva.


" Tapi masa responsif berdua ? di ruangan ini cuma ada kamu sama dia loh yang aku liat, kenapa harus berdua sih ? " tanya Agni sedikit berapi-api.


" Tadi itu gak cuma berdua, tapi yang lain sudah selesai, tinggal Safira yang belum selesai, ya itu tadi entah grogi atau apa, ya tiba-tiba dia pingsan, masa aku gak nolongin Yang.. kalo kebentur jatoh kan lebih bahaya kamu juga tahu kan ilmunya, makanya aku tahan dia supaya gak jatoh ke lantai gitu, gak taunya kamu dateng, kok gak ngasih tahu kamu kesini " ucap Deva.


" Apa kamu bilang gak ngasih tahu ? aku tuh udah hubungi kamu, tapi kamunya keasikan kali, kamu kan gitu kalo udah seneng sama sesuatu kamu asyik sendiri " ucap Agni.


" Hah maksud kamu apa ? "


" Ya gitu sama kalo kamu lagi nengokin anak kamu, asyik sendiri aku tanya juga gak pernah mau jawab "


" Kok jadi kemana-mana sih Yang.. ya wajar aku seneng ketemu anak aku anak kita kan walaupun baru bisa lewat mesin usg.. "


" Hmm... " Agni memutar bola matanya.


" Udah ya clear ya .. jelas kan semua.. aku udah jelasin.. "


Agni sedikit menundukkan wajahnya.


" Aku minta maaf Mas "


" Gak apa-apa.. aku udah bilang ke kamu kalo ada apa-apa cerita, obrolin ya.. Aku sayang kamu.. Yang ! "


" Aku juga... " Agni memeluk suaminya dari samping.


" Sini aku suapin lagi kamu makan, sebentar lagi aku ada jadwal operasi, kamu tunggu disini aja ya.. cuma satu pasien kok.. "


Agni mengangguk lalu kembali memakan makanan dari suapan suaminya.


" Disuapin pake tangan kamu enak ya Mas.. " ucap Agni.


" Pastinya dong, apalagi kalo aku yang suapin kan "


" Hmm.. narsis.. ini anak kamu kok yang mau "


" Hehehe "


Akhirnya mereka berdua menghabiskan makan siang nya, setelah makan siang, Deva segera menuju ruang operasi karena sebelumnya Deva sudah dikabari jika semua sudah siap tinggal menunggu dirinya.


Agni menunggu suaminya di ruangan, baru kali ini ia menunggu suaminya bekerja di rumah sakit. Untuk menghilangkan kebosanan Agni membuka ponsel lalu mengarahkan kamera ke wajahnya.


Cekrek..


Cekrek..


Cekrek..


__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2