
Sudah dua hari Agni dan Deva berada di Kota Metro. Kedua orangtua Agni tidak curiga dengan kedatangan anak nya yang mendadak, Agni hanya bilang jika mereka berdua ingin memberikan kejutan kepada Ayah dan Ibu dengan tidak memberitahu terlebih dahulu.
Pagi ini Deva, Agni dan kedua orangtua Agni sedang berada di meja makan mereka sedang sarapan bersama.
" Nak Deva cuti ? " tanya Ibu Agni.
" Iya Bu.. Mungkin untuk beberapa hari kedepan saya akan disini dulu bersama Agni, tidak apa-apa kan Bu ? jawab Deva.
" Ya nggak apa-apa dong, Ibu malah seneng, Ibu sebetulnya sudah ada rencana akan mengunjungi kalian ke Kota Bunga dalam waktu dekat ini, bukan begitu Yah ? " ucap Ibu.
" Hmm.. Iya.. Ayah rindu kalian, sudah lama juga kan Ayah tidak melihat kamu Gni.. disini sepi hanya ada kita berdua, kebetulan kalian sudah duluan mengunjungi kami disini, sepertinya memang kita sehati " ucap Ayah.
Agni tertawa kecil begitupun Deva, bagaimana pun Agni tetap menjadi anak kecilnya Ayah dan Ibu walaupun sekarang ia sudah menikah bahkan sebentar lagi akan memiliki anak.
" Sudah berapa bulan kandungan kamu sekarang Gni ? " tanya Ibu.
" 7 bulan 2 minggu bu " ucap Agni.
" Alhamdulillah.. Yah sebentar lagi kita akan menimang cucu, sepertinya Ibu sudah tidak sabar " balas Ibu Agni.
" Do'akan lancar ya Bu, Yah.. " susul Deva.
" Aamiin... Semoga lancar sampai lahiran, Ibu bayi sehat selamat, sempurna semuanya '
" Aamiin.. "
Mereka berempat kembali melanjutkan sarapannya, hal yang sudah jarang terjadi karena Agni setelah menikah ia ikut ke kota kelahiran suaminya, sebagai anak satu-satunya, orangtua Agni merasa sangat kehilangan saat Agni menikah dan tidak tinggal bersamanya lagi, namun bagaimanapun orangtua Agni harus menerima jika anak gadisnya sekarang sudah menjadi istri dari Deva Rayendra, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
...****************...
Siang hari Agni sedang bersantai dengan Deva di balkon kamarnya, disaat yang bersamaan terdengar pintu kamar diketuk dari luar.
" Gni... " terdengar suara Ibu memanggilnya.
" Yang.. Ibu manggil " ucap Deva kepada Agni.
" Oh ya " Agni terlihat kesusahan untuk bangun dari duduknya.
Deva dengan sigap membantu Agni untuk berdiri.
" Pelan-pelan " ucap Deva.
" Iya Mas.. Makasih " Agni perlahan berjalan menuju pintu kamar lalu membukanya.
__ADS_1
" Iya Bu.. "
" Kamu sedang istirahat ? " tanya Ibu.
" Nggak Bu, tadi lagi di balkon aja sama Mas Deva " jawab Agni.
Deva pun menghampiri Agni dan Ibu nya.
" Oh.. Itu di depan ada Ibnu, mau ketemu katanya udah lama " ucap Ibu.
" Kak Ibnu kesini ? Ya udah Bu sebentar Agni kedepan ya " ucap Agni.
" Iya " Ibu mengangguk lalu kembali ke ruang keluarga.
Agni bergegas mengambil jilbab langsungnya lalu memakainya.
" Ada siapa tadi Yang.. ? " tanya Deva.
" Ada Kak Ibnu Mas " jawab Agni.
" Oh ya udah ayo kita temui " ucap Deva.
Deva dan Agni keluar kamar, mereka berjalan menuju ruang keluarga di rumah itu, terdengar sayup-sayup suara Ibnu dan seorang wanita yang sedang berbincang dengan Ibu nya.
" Kaya kenal suaranya " gumam Agni yang didengar oleh Deva.
" Kenapa Yang ? " tanya Deva.
" Itu Kak Ibnu ngobrol sama siapa ya ? "
" Sama Ibu kali " ucap Deva.
Lalu saat Agni sudah berada dekat ruang keluarga ia melihat sosok wanita yang memang tidak asing baginya.
" Kak Meysa... " Agni sedikit membesarkan suaranya.
Semua menoleh ke arah Agni.
" Agni... " Meysa berdiri langsung menghampiri dan memeluk Agni.
Agni pun membalas pelukan Meysa.
" Apa kabar loh Kak ? Kangeen banget " ucap Agni.
__ADS_1
" Sama... " balas Meysa.
Agni tersadar, mengapa Meysa ada di rumahnya sekarang dan datang dengan Ibnu, ini bukan kebetulan bukan ?
" Eh nanti dulu.. Kak Meysa.. Kak Ibnu.. Kok.. " Agni berpikir.
" Udah gak usah banyak mikir, apa kabar nih orang Kota Bunga, wah makin chubby sekarang " ucap Ibnu.
" Ihh kok gak jawab pertanyaan aku .. Kalian jangan-jangan .... " Agni menyelidik.
" Gni.. Udah duduk dulu.. " ucap Ibu.
" Iya Gni.. Seperti yang kamu liat sekarang, bulan depan aku mau nikah sama Meysa.. " ucap Ibnu.
" Wah... Aslinya... Aku syok.. Tapi.. Aku seneng banget.. Akhirnya... Selamat ya buat kalian berdua.. Kok aku gak tau ya kirain kalian berdua gak nyambung sampe sekarang " ucap Agni.
" Selamat ya.. " Susul Deva.
" Makasih banyak ya.. Mas Dev.. Gni.. " ucap Ibnu.
" Terima kasih dokter Deva.. Gni.. " ucap Meysa.
Deva hanya mengangguk tersenyum.
" Kalian pokonya masih punya hutang sama aku, gimana ceritanya sih.. " Agni masih penasaran.
Agni memang tidak mengetahui kedekatan sepupunya dengan Meysa, ia pikir Ibnu hanya sekedar bercanda kepada Meysa, namun ternyata tanpa Agni ketahui mereka berdua menjalin hubungan hingga akhirnya Agni mendapati kabar jika mereka berdua akan segera menikah.
" Apapun ceritanya bagaimanapun kisahnya yang terpenting doaku buat kalian berdoa semoga lancar sampai hari H ya.. " ucap Agni.
" Bulan depan kamu masih disni kan ? " tanya Ibnu.
Agni menoleh ke arah suaminya. Deva mengangguk tersenyum.
" Sampe lahiran disini " ucap Deva membuat Agni sedikit kaget.
" Alhamdulillah.. Syukurlah kalo gitu "
" Dek .. Jangan dulu lahir ya .. Om Ibnu mau nikah dulu.. Nanti aja lahiran nya kalo Om Ibnu udah nikah.." ucap Ibnu melihat ke arah perut Agni.
" Kak.... " Agni melirik Ibnu di susul tawa dari Ibnu, Meysa, Deva dan juga Ibu Agni.
💐💐💐
__ADS_1