
Pagi-pagi sekali Agni sudah bangun, walaupun ia merasa bagian tubuhnya ada yang berbeda dan lain, semalam Deva kembali meminta hak nya, namun ia harus tetap bangun seperti biasanya, ia akan melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu, ia menunggu Deva yang masih berada di kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Agni sudah menggelar kan dua sajadah untuk dirinya dan untuk Deva, selesai berwudhu Deva langsung mengambil sarung dan baju koko yang sudah Agni siapkan, mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Selesai melaksanakan shalat subuh, Agni sebetulnya ingin sekali kembali naik ke atas kasur, namun ia teringat hari ini ia harus ikut Deva kembali pulang ke rumah orangtuanya.
Agni mengeluarkan koper yang ia simpan di dalam lemarinya. Ia membuka lemari lalu memilah dan memilih baju yang akan ia bawa.
Deva yang memperhatikan istrinya, lalu menghampiri nya, Deva memeluk Agni dari belakang yang membuat Agni menjadi kaget sendiri, jujur ia terkadang ada rasa malu jika harus berdekatan dengan Deva, namun ia simpan rasa malu itu agar Deva tidak curiga.
" Sayang... nanti aja beres-beres nya " ucap Deva.
Agni membalikkan tubuhnya.
" Katanya mau berangkat pagi " balas Agni.
" Hmm.. iya sih.. ya udah " Deva kembali melepaskan pelukannya, ia berjalan menuju kasur kembali merebahkan tubuhnya ke atas kasur.
Deva masih memperhatikan Agni yang sedang merapikan barang-barang nya.
" Kamu.. masih ingin bekerja di sini ? " tanya Deva memecah keheningan.
" Hmm.. " Agni menoleh ke arah Deva, ia menghentikan aktivitas nya.
" Kamu masih ijinin aku buat kerja di rumah sakit Husada ? " tanya Agni menghampiri Deva lalu duduk di pinggiran kasur.
" Sejujurnya berat aku ngasih ijin buat kamu Gni.. apalagi sekarang kamu istri aku " ucap Deva bangun dari tidurnya lalu duduk menyender ke senderan kasur.
" Jadi gimana ? " tanya Agni lagi.
" Kita gak mungkin kan, jauh-jauhan terus, apalagi udah nikah, gimana aku nanti, baru sebentar bareng-bareng masa udah pisahan lagi, kamu kerja disini aku kerja di Kota Bunga " jawab Deva.
Agni terdiam, ia hanya menghela nafas dalam, benar apa kata Deva, sekarang mereka sudah menikah, jadi apapun itu harus atas ijin Deva dan tidak mungkin juga mereka terus berjauh-jauhan.
" Aku gimana kamu aja Mas.. yang terbaik seperti apa " ucap Agni pasrah.
" Aku yang bakal ngurusin resign kamu, tenang aja ya.. " balas Deva.
Agni hanya tersenyum kembali berjalan merapikan barang-barang nya lalu dimasukkan kedalam koper.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Agni dan Deva sudah sarapan yang disiapkan oleh Ibu. Ibu pulang semalam namun Agni tidak menyadari entah karena sudah tidur atau ada kegiatan malam lainnya.
" Bu, Yah.. Deva dan Agni pamit ya.. " ucap Deva kepada kedu mertuanya.
" Hmm.. sebetulnya Ibu sedih, tapi ya mau gimana, Agni pergi juga dibawa oleh suaminya.. hati-hati ya.. jangan lupa sering main kesini, oya kamu gimana ? masih bekerja disini Gni.. ? " tanya Ibu.
Agni menoleh ke arah suaminya.
__ADS_1
" Bu, sepertinya Agni akan ikut saya, jadi saya memutuskan Agni untuk resign dari rumah sakit Husada " jawab Deva.
" Hmm.. ya.. tidak apa-apa Nak Deva.. Agni sudah menjadi hak kamu, Ayah dan Ibu sudah menyerahkan tanggungjawab Agni ke kamu suaminya.. semua keputusan, semua pilihan pasti yang terbaik kan ? " susul Ayah.
" Iya Yah.. "
Setelah pamit mereka pergi menuju Kota Bunga, ini kali ke tiga Agni ke Kota Bunga namun dengan status yang berbeda, ia sudah menjadi istri Deva sekarang.
...****************...
Sore hari Agni dan Deva sudah sampai di Kota Bunga, sebelum menuju rumah Deva mengajak Agni terlebih dahulu untuk makan siang yang kesorean.
Banyak cafe dan restoran yang indah di Kota Bunga, begitupun tempat wisata nya nyaman dan cocok untuk dijadikan berbulan madu.
" Gni.. sayang... " ucap Deva.
" Hmm.. " Agni menoleh ke arah Deva suaminya.
" Kita langsung ke rumah Mama atau kamu mau kita nginep dulu dimana gitu " tanya Deva.
" Emang kemana ? " tanya Agni balik.
" Ya.. kan disini banyak tempat wisata mau ke daerah yang dingin-dingin juga ada " jawab Deva.
" Aku gimana kamu aja Mas.. tapi... Mama pasti nungguin kita gak ? " tanya Agni tidak enak.
" Oke " Agni hanya mengangguk tersenyum.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dulu ke rumah Mertua Agni, karena Deva belum memiliki rumah pribadi sendiri, sehingga ia harus tinggal dulu bersama Mama Nita untuk beberapa waktu.
Sesampainya di rumah, Agni dan Deva disambut oleh Mama Nita dan Papa Jefri.
" Assalamu'alaikum "
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumusalam.. Deva.. Agni.. Alhamdulillah sudah sampai.. Mama udah nunggu banget loh.. tuh liat deh Mama udah masakin " ucap Mama Nita.
Tau gitu gak makan dulu tadi.
Batin Deva.
" Ayo sini.. Agni sini.. " ajak Mama Nita.
" Makan langsung ya.. pokonya makan dulu Ayo.. " Mama Nita kepada Agni dan Deva.
" Istirahat dulu lah Ma.. kasian Deva dan Agni " ucap Pak Jefri.
__ADS_1
" Iya lebih baik makan dulu, nanti istirahat nya sekalian kan " balas Mama Nita.
Agni hanya tersenyum, ia memberikan kode kepada Deva untuk menuruti dulu apa kata Mama nya, mereka diajak menuju ruang makan, Deva dan Agni duduk bersebelahan, lalu mereka makan, Agni mengambil nasi sedikit hanya untuk menghormati saja lagipula ia masih kenyang.
" Gni.. kok makannya sedikit sih ? kamu diet ? " tanya Mama Nita.
" Hmm.. nggak kok Ma.. masih agak kenyang aja " jawab Agni.
" Jangan diet-diet pokonya, biar nanti cepet hamil " balas Mama Nita.
Agni hanya tersenyum.
Duh Mama.. belum apa-apa yang dibahas hamil.
Batin Deva.
Deva dan Agni segera menyelesaikan makannya, Deva mengerti jika semakin lama khawatir Mama akan berbicara kemana-mana lagi dan khawatir menyinggung Agni, Mama Nita memang baik namun sedikit kekurangan nya yaitu kurang mengontrol ucapan.
Setelah menyelesaikan makan Agni dan Deva beristirahat, ia diajak ke kamar Deva, Agni masuk kedalam kamar yang cukup luas, berwarna abu-abu dengan kombinasi putih terdapat kaca besar yang langsung ke arah taman belakang, membuat kamar terasa sejuk namun elegan.
Agni langsung menarik koper yang ia bawa ia simpan di dekat lemari pakaian Deva.
" Kamu bisa simpan baju-baju kamu di lemari sebelahnya, itu sudah aku siapkan untuk baju-baju kamu " ucap Deva.
Agni langsung membuka lemari pakaian nya, ia mulai merapikan baju-baju nya kedalam lemari itu.
Deva membuka gorden dan pintu kaca yang mengarah ke taman belakang, disana disediakan kursi dan meja, itu tempat Deva jika ia sudah penat dengan pekerjaannya, inilah tempat ternyaman dirinya sambil melihat kolam ikan yang berada di samping kamarnya.
Agni menghampiri Deva yang sedang duduk menghirup udara segar di rumahnya. Walaupun sudah sore namun cuacanya sangat segar dan dingin, karena memang cuaca di rumah Deva dingin berbeda dengan cuaca di rumah Agni yang setiap hari harus menggunakan AC.
" Mas.. enak ya disini udara nya masih bagus, masih segar.. pemandangan juga masih indah " ucap Agni.
" Hmm... " Deva tersenyum.
" Sini Gni... " Deva meraih tangannya menarik tangan Agni, Agni duduk di pangkuan nya.
" Mas.. " Agni sedikit kaget dengan tingkah suaminya.
" Maaf ya.. kita tinggal disini dulu, aku usahain dalam waktu dekat, kita beli rumah sendiri, terus.. jangan pernah dianggap ya apapun perkataan Mama.. biarin aja kalo kamu ada apa-apa bicara sama aku ya.. jangan dipendem sendiri, aku pengen gimanapun kita, kamu bahagia sama aku " ucap Deva.
Agni hanya mengangguk tersenyum.
" Terima kasih Mas "
Ini malam pertama Agni untuk tinggal bersama mertuanya, semoga aman dan baik-baik saja ya Gni.. melihat Mama Nita yang kadang suka ceplas-ceplos bicaranya hehe.
💐💐💐
__ADS_1