
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, tadi Agni meminta ijin kepada suaminya untuk pergi ke mushola terlebih dahulu, sekitar 20 menit, Agni kembali ke ruangan Deva saat ia membuka pintu ruangan seorang pria terlihat sedang melaksanakan kewajibannya.
" Mas Deva udah selesai operasi " gumam Agni seraya menutup pintu ruangan dengan perlahan.
Lalu ia berjalan duduk di sofa ruangan Deva, tidak lama Deva sudah menyelesaikan kewajibannya, lalu ia bangkit dan duduk di sebelah istrinya.
" Sudah selesai Mas ? " tanya Agni.
" Sudah, ayo pulang " jawab Deva.
Agni hanya mengangguk mengikuti Deva yang sudah beranjak dari duduknya.
Deva dan Agni keluar ruangan, mereka berdua berjalan menyusuri koridor-koridor rumah sakit di lantai 3 sudah terasa sepi karena jam poli sudah sebagian selesai tinggal di lantai 1 saja aktifitas masih banyak dilakukan.
Sesampainya Deva dan Agni di lobby rumah sakit, satpam bernama Pak Sukri menghampiri Deva.
" Pulang dok ? " tanya Pak Sukri.
" Iya Pak " jawab Deva balik.
" Hati-hati dok, Bu " ucap Pak Sukri.
" Terima kasih Pak " balas Agni tersenyum.
Agni dan Deva berlalu meninggalkan Pak Sukri menuju parkiran mobil, Deva membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah Agni masuk kedalam mobil lalu menutup pintu Deva berjalan agak cepat menuju pintu kemudi.
Deva menyalakan mesin mobil, lalu mobil melaju melewati pos Satpam, Pak Sukri pun yang melihat mobil Deva melaju menganggukan kepalanya.
" Mari Pak.. " ucap Deva.
" Hati-hati dok, lanjut kiri dok " ucap Pak Sukri seperti tukang parkir.
Disaat mobil Deva sudah melaju beberapa meter, Pak Sukri melihat ada seperti cairan yang keluar dari arah mesin mobil Deva.
" Wah itu apa yang keluar dari mobil Pak Dokter ya.. " gumam Pak Sukri berjalan menghampiri bekas tetesan seperti cairan di aspal jalan, lalu ia mencolek dan menyium aromanya.
" Seperti minyak rem " gumam Pak Sukri lagi.
" Ya Tuhan.. Pak Dokter... " Pak Sukri berteriak.
" Pak Dokter... Pak berhenti Pak " Pak Sukri berlari.
Saat ia berlari salah satu pengendara motor yang heran melihat ada seorang satpam berlari menghampiri nya.
__ADS_1
" Ada apa Pak ? " tanya pengendara motor itu.
" Pak.. nanti saja jelaskan nya, bisa bantu saya kejar mobil abu tua di depan itu " jawab Pak Sukri.
" Ayo Pak naik "
Motor melaju membelah keramaian jalan.
" Itu mobilnya.. pepet deh ayoo " ucap Pak Sukri.
" Siap Pak... "
Motor akhirnya sedikit menyusul mobil Deva hingga akhirnya bisa mengimbangi laju kendaraan yang Deva kemudikan.
" Pak Dokter.. Pak Dokter " ucap Pak Sukri sedikit berteriak.
" Mas.. itu Pak satpam ada apa ngejar kita " ucap Agni.
" Iya ada apa ya ? "
Deva mencoba untuk me rem mobilnya namun saat ia menginjakan kakinya pada pedal rem, terasa tidak ada tekanan dan losssssss...
" Yang.. astagfirullah.. " Deva mulai panik.
" Pak.. pak Dokter... " ucap Pak Sukri kembali berteriak.
Deva membuka kaca mobilnya, ia berusaha untuk memelankan laju kendaraan nya walaupun dengan pedal rem yang tidak berfungsi, ia pun mengkhawatirkan keselamatan istrinya.
" Pak.. rem mobil saya blong " ucap Deva.
" Astagfirullah Mas.. " Agni yang mendengar ucapan Deva menjadi panik, ia memeluk lengan suaminya.
" Mas gimana ini ? "
" Tenang ya tenang oke.. ini jalanan nya masih rata kok " ucap Deva menenangkan istrinya padahal hatinya pun tidak karuan saat ini.
" Dok, angkat pedal gasnya sedikit-sedikit dok " ucap Pak Sukri.
" Iya Pak.. "
Deva berusaha untuk menghentikan laju kendaraan nya dengan rem tangan.
" Yang.. kamu pegangan ya, lindungi perut kamu, insya Allah mobil ini akan berhenti " ucap Deva.
__ADS_1
" I..iya Mas.. "
" Satu... dua.. tiga... bismillah... "
Buuggghhhh..
Deva langsung menghalangi Agni agar tubuhnya tidak terlalu condong ke depan karena ia menarik handle rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan nya. Mobil Deva terhenti namun mobil Deva menabrak trotoar khusus pejalan kaki. Mobil Deva di kerumuni banyak orang disana.
Deva masih terdiam dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
Agni pun sama namun ia bisa lebih dulu tersadar melihat arah Deva dan dirinya, tidak ada luka sedikitpun, Agni bersyukur.
" Mas kamu gak apa-apa ? " tanya Agni.
" Eh... nggak Yang aku gak apa-apa, kamu sendiri ? " tanya Deva balik.
" Aku juga gak apa-apa Mas "
" Syukurlah.
Tok tok tok
" Dok.. Dokter Deva " Pak Sukri mengetuk kaca pintu mobil Deva.
Deva perlahan membuka pintu mobilnya.
" Dokter Deva tidak apa-apa ? istri Dokter ? " tanya Pak Sukri.
" Alhamdulillah saya dan istri tidak apa-apa " jawab Deva.
" Syukurlah Dok "
Agni pun turun dari dalam mobil dibantu oleh beberapa orang yang berkerumun melihat kejadian mobil Deva menabrak trotoar jalan.
Pak Sukri menjelaskan kepada Deva awal ia melihat ada sesuatu yang aneh pada mobilnya, Deva masih tidak habis pikir mobilnya tidak pernah sama sekali memiliki kendala apalagi seperti rem blong, ia akan mencari tahu apa penyebabnya dan ia pun akan lapor kepada petugas kepolisian jika memang ada yang janggal atau memang ini murni kecelakaan.
" Pak Sukri terima kasih banyak ya Pak, kalau Bapak tidak melihat apa yang terjadi pada mobil saya, saya tidak tahu bagaimana nasib saya dan istri saya juga anak yang dikandung oleh istri saya " ucap Deva.
" Sama-sama Dok, tapi mohon maaf saya tidak dapat membantu banyak " balas Pak Sukri.
" Terima kasih banyak Pak Satpam " ucap Agni.
💐💐💐
__ADS_1