
Beberapa minggu berlalu, Deva sudah kembali dengan aktivitas nya menjadi seorang dokter kandungan. Setelah beberapa pertimbangan Deva memutuskan, Agni untuk tetap tinggal di Kota Metro sedangkan ia akan kembali ke Kota Bunga karena kewajiban nya menjadi seorang dokter.
Setiap minggu Deva akan ke kota Metro untuk bertemu dengan Agni.
Kandungan Agni sudah memasuki usia 39 minggu, setiap hari ia sudah merasakan kontraksi- kontraksi kecil pada perutnya.
" Dek.. Kalo kamu mau lahir, ayo lahir ya.. Udah cukup kok waktu kamu di perut Mama " ucap Agni seraya mengelus-elus perut nya.
" Anak kita pasti nunggu Papa nya pulang dulu " susul seseorang dibalik pintu kamar, yang sudah terbuka setengahnya.
Agni sontak menoleh ke arah sumber suara.
" Mas Deva ? Kok udah sampe sini gak bilang-bilang" balas Agni yang bangun dari duduknya, ia merasa sedikit kesulitan karena perutnya yang sudah semakin membesar.
Deva hanya tersenyum menghampiri istrinya.
" Hari ini aku praktek pagi, cuma sebentar jadi dari rumah sakit langsung kesini " ucap Deva.
" Ya ampun Mas.. Kamu capek kalo kaya gitu, perjalanan kota Bunga ke kota Metro lumayan jauh " susul Agni.
" Gak capek kok, demi kamu sama anak kita " balas Deva tersenyum manis.
" Hmm.. "
" Ya udah kamu mau makan dulu atau istirahat dulu ? " tanya Agni.
" Istirahat dulu sebentar ya, mau lurusin punggung " jawab Deva.
" Oke, aku ambilin teh hangat sebentar " ucap Agni.
__ADS_1
" Hmm.. Iya.. Hati-hati kamu jalannya " susul Deva.
Agni berlalu meninggalkan Deva yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur, memang perjalanan yang melelahkan bagi Deva, namun ia tidak begitu memikirkan nya yang terpenting ia bisa bertemu dengan Agni.
...****************...
Terdengar suara dentang jam membuyarkan keheningan malam, saat itu Agni terbangun dari tidur nya, ia tiba-tiba merasakan kontraksi pada perutnya, ia ingin buang air kecil lalu ia bangun, beranjak dari kasur berjalan menuju kamar mandi, namun baru saja ia membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba tanpa bisa ia tahan keluar cairan bening membasahi baju dan kakinya.
" Ya Tuhan .. Aku ngompol atau ketuban.. Iya ini ketuban " Agni teringat.
" Mas.. Mas Deva .. " Agni memanggil-manggil suaminya yang sedang terlelap tidur.
Namun sedikitpun Deva tidak bergeming.
Agni lalu mengambil handuk yang tergantung di dekat pintu kamar mandi, ia lalu melemparkan handuk itu tepat ke wajah Deva yang sedang tidur.
Agni terpaksa melakukan itu karena jika ia berjalan menghampiri Deva, itu akan membuat cairan ketuban yang terus mengalir akan membuat lantai kamar Agni basah kemana-mana.
" Astagfirullah... " ucap Deva akhir nya ia terbangun.
Deva terbangun, ia masih belum sadar dengan apa yang terjadi.
" Mas.. Mas Deva " panggil Agni.
Deva menoleh ke arah Agni yang nasih berdiri di depan pintu kamar mandi.
" Kamu kenapa ? " tanya Deva, ia langsung loncat dari tempat tidur menghampiri istrinya.
" Mas.. Ini ketuban kan ? " tanya Agni balik.
__ADS_1
Deva melihat ke arah cairan yang masih sedikit mengalir dari jalan lahir Agni.
" Iya ini ketuban, ayo sekarang ke rumah sakit " Deva langsung menuju lemari pakaian, membawa baju ganti, lalu menggantikan baju istrinya yang sudah basah terkena cairan ketuban.
Lalu ia menggendong Agni keluar kamar menuju garasi mobil, karena terdengar sedikit gaduh, Ibu yang mendengar kegaduhan terbangun dari tidurnya lalu keluar kamar.
" Nak Deva, ada apa ? Agni kenapa ? " tanya Ibu.
" Ini Bu, Agni akan melahirkan " jawab Deva.
" Apa ? Sebentar Ibu bangunkan Ayah dulu " ucap Ibu kembali menuju kamar.
Agni sudah didudukan di dalam mobil, ia dan Ayah menyusul Deva yang sudah siap untuk membawa Agni ke rumah sakit.
" Ibu ikut ya "
" Ayah juga "
" Iya Yah, Bu " balas Deva.
Ayah dan Ibu masuk kedalam mobil, Deva segera menyalakan mesin mobilnya, mobil melaju meninggalkan rumah.
" Bu... Sakit " ucap Agni merintih.
" Sabar Nak, sabar ya.. " balas Ibu.
" Agni, kamu bisa tarik nafas, buang.. Seperti itu ya.. Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit " ucap Deva dengan mata tetap fokus pada jalan raya.
Deva mengemudikan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, karena tengah malam, jalanan tidak terlalu ramai walaupun kota ini tidak pernah tidur, namun jika memasuki tengah malam, tidak akan mendapatkan kemacetan disana.
__ADS_1
" Mas Deva cepetan ... Udah mules banget ini .. " ucap Agni setengah berteriak.
💐💐💐