Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 83 - Makan Siang


__ADS_3

Setelah kejadian bertemu Mentari tadi, Agni dan Dhena menuju Restoran Thailand yang masih berada di area Mall yang mereka kunjungi, Dhena masih dipenuhi pertanyaan dalam benaknya, apa maksud Dokter Mentari ingin mencelakai Kakak Iparnya.


Untung aku liat tadi, coba kalo nggak, bisa-bisa Mbak Agni kesandung gara-gara kaki dokter Mentari tadi, kalo dibilang gak sengaja kayanya gak mungkin karena dari awal kaki Dokter itu posisinya tidak menghalangi jalan Mbak Agni.. Hmm.. aku harus laporin ini ke Mas Deva..


Batin Dhena.


" Kamu pesan apa Dhen ? " tanya Agni membuyarkan lamunanya.


" Oh aku Tom Yam aja, sama Pad thai terus Manggo Sticky Rice minumnya thai tea " jawab Dhena.


Agni melirik ke arah Dhena.


" Dhen, mau habis ? " tanya Agni.


" Hehehe.. mmhh.. semoga aja habis Mbak " jawab Dhena.


Agni hanya menggelengkan kepalanya. Lalu ia pun memesan nasi goreng khas thailand dan minumannya air kelapa utuh.


" Mbak cuma itu aja, gak mau nyicipin Som Tam, ini juga enak loh seger kayanya cocok buat Mbak hehe " ucap Dhena.


" Hmm...oke deh Mbak coba " ucap Agni.


Setelah memesan Agni dan Dhena kembali berbincang sambil menunggu pesanan nya tiba.


" Mbak kenal sama dokter Mentari ? " tanya Dhena.


" Hmm.. Mbak tahu awalnya Mbak iseng treatment di klinik nya, eh ternyata dia kenal sama Mas Deva " jawab Agni.


" Hmm " Dhena manggut-manggut.


" Emang kamu baru ketemu ? bukannya dulu dokter Mentari kan.... " Agni tidak melanjutkan ucapannya.


" Ya aku cuma tahu aja Mbak, sempet denger juga dulu.. tapi aku malah baru ketemu sekarang " ucap Dhena.

__ADS_1


" Hmm.. " Agni hanya mengangguk tersenyum.


Mbak Agni kok biasa aja ya, apa dia gak cemburu sama Dokter Mentari..


Batin Dhena.


Tidak lama pesanan Agni dan Dhena tiba.


" Mohon maaf ini pesanan nya " ucap pelayan.


" Oh ya terima kasih " susul Agni.


" Sudah semua ya "


" Iya , makasih Mas " balas Dhena.


Mereka langsung menyantap makanan pesanan nya.


" Mbak udah gak mual-mual ya ? " tanya Dhena yang melihat Agni langsung makan makanannya, sejujurnya ia sudah sangat lapar, karena sekarang porsi makan nya pun jadi bertambah dibandingkan sebelum hamil dulu.


" Hmm.. udah nggak, lagipula Mbak mual nya biasa aja gak terlalu berlebihan Dhen malah dulu Mas Deva yang mual bahkan sampe muntah " ucap Agni.


" Beneran Mbak ? kok Mas Deva gak cerita ya ke aku, kaya nya dia malu tuh " balas Dhena tertawa kecil.


Disela-sela makan mereka ternyata ponsel Dhena berdering, ia langsung melihat ke arah layar ponsel nya.


" Mbak, Mas Deva " ucap Dhena.


" Ya angkat " balas Agni.


Deva : " Dimana Dhen ? "


Dhena : " Aku di restoran thailand Mas "

__ADS_1


Deva : " Mbak mu makan apa ? bergizi gak yang dia makan ? "


Dhena : " Mas video call ya "


Deva : Oke "


Sambungan telepon nya beralih ke video call, disana Deva sedang berada di ruangannya, lalu kamera di arah kan kepada Agni.


" Mas, aku makan dulu ya " ucap Agni.


" Kamu makan sama apa ? " tanya Deva.


Lalu kamera diarahkan ke piring yang Agni makan.


" Hmm.. mantap.. habisin ya.. kamu kalo mau makan apapun gak masalah asal yang sehat " ucap Deva.


" Kamu udah makan Mas ? " tanya Agni.


" Aku baru mau, tadi diajak Papa, ya udah kamu makan dulu ya sama Dhena " jawab Deva.


" Oke Mas "


Ponsel Dhena, Agni kembalikan.


" Mas kita makan dulu ya " ucap Dhena.


" Oke Dhen, nanti hati-hati pulangnya jangan kebut-kebut " balas Deva.


" Siap Mas "


Klik telepon ditutup.


Agni dan Dhena kembali melanjutkan makan siangnya. Namun dilain tempat ada sepasang mata yang memperhatikan Dhena dan Agni, ia cemburu dengan keakraban Agni dan Dhena.

__ADS_1


" Ck.. harusnya aku yang bisa akrab sama kamu Dhen.. " Gumam wanita itu.


💐💐💐


__ADS_2