
Agni masih harus tinggal di rumah sakit, entah sampai kapan karena Deva belum mengijinkan untuk pulang ke rumah alasannya karena kondisi janin yang masih rentan sehingga masih perlu perawatan yang intensif di rumah sakit.
Orangtua Agni sudah berada di rumah sakit, begitupun Mama Nita dan Pak Jefri. Mereka sedang bersukacita atas kehamilan Agni.
Deva setiap selesai melaksanakan tugasnya ia selalu ke kamar perawatan Agni, ia selalu beristirahat disana sebelum kembali melanjutkan tugasnya. Namun kali ini sepertinya Deva benar-benar merasa lelah, ia tertidur di sofa bed yang berada di ruang perawatan Agni, ia sudah tidak peduli dengan obrolan kedua orangtua dan mertuanya.
" Mulai saat ini Deva yang harus siaga menjaga kamu Gni.. " ucap Pak Jefri.
Agni hanya mengangguk tersenyum.
" Berarti liburan kemarin membuahkan hasil ya " ucap Mama Nita.
" Justru sebelum liburan Agni sebetulnya sudah hamil Ma, hanya Agni tidak menyadari itu " balas Pak Jefri di susul tawa dari seisi ruangan.
" Memang akhir-akhir ini Agni sangat sensitif dengan bau-bauan, Mas Deva deket aja Agni suruh mandi terus " ucap Agni berseloroh.
Kembali disusul tawa oleh mertua dan kedua orangtuanya.
" Benar begitu Mas Deva ? " tanya Ibu Agni.
Tidak ada jawaban dari Deva, semua melihat ke arah dimana Deva sedang tidur.
" Tidur rupanya " ucap Pak Jefri.
" Mas Deva tidur ? " tanya Agni.
" Iya, mungkin suamimu lelah Gni.. " jawab Ibu Agni.
Ingin rasanya ia menghampiri suaminya, namun apa daya ia tidak boleh bangun dulu dari tempat tidurnya, baik hanya sekedar duduk, karena Deva memerintahkan nya seperti itu, demi kebaikan dan kesehatan janin yang ia kandung.
Mas.. kamu kok akhir-akhir ini sering kelelahan ya.. apa kamu emang bener-bener sakit ?
Batin Agni, sedikit gusar.
...****************...
Orangtua Agni pamit untuk pulang lebih dahulu, nanti jika Agni sudah diperbolehkan pulang ia akan kembali lagi, karena Pak Luckyto Ayah Agni harus kembali bekerja esok hari.
" Gni.. Ibu dan Ayah pulang dulu ya.. nanti Ibu kesini lagi " ucap Ibu Agni.
__ADS_1
" Iya Bu " Agni mengangguk.
" Jaga kesehatan kamu, ingat sekarang kamu tidak sendiri, ada buah hati kalian di perut kamu ya.. " Ibu menasehati.
" Iya Bu " ucap Agni kembali.
" Ayah pulang dulu ya.. sehat-sehat ya Nak " ucap Ayah.
" Ibu tidak terlalu khawatir karena ada Mama Nita yang pastinya akan menemani kamu " ucap Ibu Agni menoleh ke arah besan nya.
Agni hanya mengangguk tersenyum.
" Iya Bu Lucky tenang saja, saya pasti menjaga Agni.. " ucap Mama Nita.
" Terima kasih loh .. kami pamit ya.. titip salam untuk Pak Jefri " balas Ibu Agni.
Mama Nita hanya mengangguk tersenyum.
" Gni.. Ayah sama Ibu pamit ya, ingat pesan Ibu, salam ke Mas Deva, mungkin dia sedang sibuk juga " ucap Ibu kepada Agni, karena memang Deva kembali dengan tugas nya di ruang operasi.
Setelah kepergian Ayah dan Ibu Agni, hanya tinggal Agni dan Mama Nita di ruangan perawatan itu, Mama Nita menghampiri Agni yang sedang terbaring di kasur nya.
" Gni.. Mama minta maaf ya sama kamu, kalau selama ini mungkin perkataan Mama sering menyinggung kamu, Mama minta maaf ya .. " ucap Mama Nita menggenggam tangan menantunya.
" Hmm.. Mama ngerasa bersalah banget sama kamu, diantara sahabat-sahabat Mama, cuma Mama yang belum punya cucu, tiap kali ketemu, mereka selalu membanggakan cucu-cucu nya.. jadi Mama ya sering menanyakan kapan kamu hamil.. tapi sekarang Mama sadar, anak itu memang hak dari sang pencipta.. Maafkan Mama ya Gni.. " susul Mama Nita.
Mungkin ini penyebabnya kenapa Mama selalu menanyakan kapan aku hamil..
Batin Agni.
Agni tersenyum, " Ma.. dalam waktu dekat Mama juga akan memiliki cucu, do'akan kesehatan calon cucu Mama ya.. semoga dia kuat ada di rahim aku, dia sehat sempurna sampai waktu dilahirkan nanti " .
" Mama selalu mendoakan Gni.. kamu memang menantu Mama yang baik, walaupun kadang Mama selalu menyinggung perasaan kamu.. " Mama Nita meneteskan air matanya lalu memeluk Agni.
Dilain tempat Deva yang baru selesai menjalankan tugasnya kembali ke ruang perawatan Agni, saat Deva membuka pintu perlahan, ia melihat pemandangan yang cukup membuat hatinya terharu.
Deva tersenyum kecil, saat melihat Mama nya memeluk Agni.
Semoga Mama bisa lebih mengontrol ucapannya..
__ADS_1
Batin Deva.
Ia lalu berjalan menghampiri Agni dan Mama Nita.
" Ehem.. " Deva berdehem.
" Eh Dev.. " Mama Nita menyeka kasar air matanya.
" Mas Deva udah selesai ? " tanya Agni.
" Hmm.. " Deva mengangguk.
" Ada apa nih ? kok kayanya mengharu biru gini ? " tanya Deva.
" Oh nggak kok, ini loh Mama ngerasa bahagia banget.. " jawab Mama Nita.
Deva kembali tersenyum, lalu duduk di sebelah istrinya.
" Mas kamu udah makan ? " tanya Agni.
Deva menggeleng.
" Kok belum ? " tanya Agni lagi.
" Aku gak nafsu makan " jawab Deva.
" Jangan gitu dong Dev.. nanti kamu sakit gimana ? " susul Mama Nita.
Deva hanya menghela nafas dalam.
" Ya udah Mama beliin makan dulu ya.. tunggu disini ? Agni kamu mau makan apa ? Oya Dev, Agni boleh kan makan apa aja ? " tanya Mama Nita.
" Boleh, asal yang bergizi " ucap Deva.
" Hmm .. oke " Mama Nita keluar membeli makan untuk Deva dan Agni.
Deva yang duduk sambil mengelus-elus perut istrinya.
" Dek.. Papa kok lemes ya.. gak mau makan.. maunya deket Mama kamu terus " gumam Deva.
__ADS_1
Agni yang mendengar gumaman Deva hanya tertawa kecil, menggelengkan kepalanya.
💐💐💐